
"Maaf jadi nunggu," ucap Ali saat tiba di sebuah cafe yang berada tak jauh dari kampus.
"Tidak apa, Pak. Silakan!" Karina mempersilakan Ali untuk duduk.
Ali mengangguk kemudian menarik kursi duduk berhadapan dengan Karina.
"Maaf ya saya ganggu waktu libur kamu," ucap Ali.
"Santai saja, Pak. Saya lagi nggak ada kerjaan kok," balas Karina. "Oh, iya kalau boleh tahu ada apa ya, Bapak meminta saya untuk bertemu?" tanya Karina karena saat mengirim pesan Ali hanya bilang ingin bertemu.
"Jadi begini, Rin. Saya ingin mencari tahu tentang Azmia. Apa kamu bersedia menceritakan informasi tentang Azmia?" Ali balik bertanya.
"Informasi tentang apa dulu nih, Pak?" tanya Karina.
"Begini saya dengar Azmia itu tidak punya orang tua apa benar?" Ali mulai menjalankan misinya.
"Iya, Pak. Azmia itu anak angkat dari keluarga Pranata. Jadi awal ceritanya tuh Azmia di buang seseorang di depan rumah Pranata karena merasa kasihan akhirnya keluarga Pranata mengangkat Azmia sebagai anak mereka," jelas Karina.
"Siapa yang membuang Azmia saat itu?" tanya Ali.
"Keluarga Pranata tidak ada yang mengetahui, Pak karena saat itu mereka baru pulang dari luar kota. Mereka sudah bertanya pada orang kompleks, tapi tidak ada yang mengetahui," jawab Karina.
__ADS_1
"Saat itu Azmia umur berapa?"
"Masih bayi, Pak kalau nggak salah usia dua bulan," jawab Karina.
"Bapak kenapa ya tiba-tiba mencari tahu tentang identitas Azmia?" tanya Karina yang penasaran karena nggak ada angin nggak ada ujan Ali ngajak ketemu dan bertanya tentang Azmia.
"Ada sesuatu yang belum bisa saya sampaikan pada kamu, suatu hari nanti kamu juga pasti akan mengetahuinya sendiri," jawab Ali.
"Oklah tidak apa jika memang itu privasi. Azmia itu wanita yang sangat mandiri meskipun dia hidup di dalam keluarga orang kaya, tapi dia lebih dekat dengan asisten rumah tangga. Keluarga Bang Angga yang selalu memperlakukan dia bagaikan Putri," ucap Karina.
"Apa keluarga angkatnya tidak memperlakukannya dengan baik?" tanya Ali.
"Awalnya baik, Pak saat mereka sama-sama masih kecil, tapi saat beranjak dewasa adalah Pak saling iri antara anak asli dan anak angkat." Karina menceritakan tentang apa yang dia tahu, entah kenapa tak ada keraguan baginya menceritakan semuanya pada Ali.
"Sudah, Pak, tapi tidak membuahkan hasil hingga pada akhirnya mereka menyerah dan melupakannya semuanya lagi pula Azmia masih memiliki banyak keluarga yang menyayanginya," jawab Karina.
"Terus apa benar Azmia sudah menikah?" Ali terus saja mengajukan pertanyaan.
"Iya, tapi sekarang mereka sudah bercerai," jawab Karina dengan jujur.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Kalau itu saya tidak bisa menjawab, Pak karena sangat privasi. Lebih baik bapak tanyakan itu pada Azmia sendiri karena dia yang berhak menceritakan tentang itu," jelas Karina. Bukan tak ingin memberi tahu Ali, tapi baginya itu adalah aib Azmia dan Alby, jadi Karina lebih memilih diam.
"Ok, baiklah tidak apa-apa saya mengerti," ucap Ali.
"Bapak mau melamar Azmia?" tanya Karina dengan polosnya.
"Tidak," jawab Ali.
"Oh, kirain nanya-nanya mau nikahin Azmia," ucap Karina dengan santainya.
"Kamu ini pikirannya ngelantur kemana-mana," balas Ali.
"Oh, iya Rin terima kasih ya kamu sudah bersedia untuk bertemu dengan saya," ucap Ali.
"Iya, Pak sama-sama," balas Karina.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya karena masih ada urusan lain, tenang semua sudah saya bayar," ujar Ali.
"Ok, terima kasih, Pak Ali," balas Karina karena dia sudah di traktir. Obrolan santai yang menguntungkan karena berbincang-bincang sambil menikmati makanan.
Ali mengangguk dan tersenyum kemudian dia berdiri dari duduknya berjalan meninggalkan Karina.
__ADS_1
Kira-kira pak Ali mau ngapain ya nanya tentang Azmia semoga nggak macem-macem sih, batin Karina.