Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 341 Penjelasan Karina


__ADS_3

"Kamu ngapain, Rin tadi ngajakin ke butik?" tanya Melia.


"Milih gaun pengantin." Bukan Karina yang menjawab melainkan Azmia.


"Gaun pengantin?" tanya Melia memastikan karena nggak ada kabar pernikahan tiba-tiba Karina ke butik gaun pengantin.


"Iya," jawab Karina.


"Memangnya kamu mau nikah, kapan?" tanya Derry.


"Minggu depan," jawab Karina dengan santai.


Daffa yang sedang makan langsung tersedak saat mendengar jawaban Karina.


"Kak Daffa nggak apa?" tanya Azmia.


"Enggak apa, Mi," jawab Daffa.


"Kamu kalau ngomong jangan sembarang, Dek," ucap Daffa pada Karina.


"Beneran kok, Kak," balas Karina.


"Mau nikah sama siapa?" tanya Daffa.


"Sama Kakak lah masa sama orang lain," jawab Karina.


"Kok Kakak nggak tahu kalau kita mau nikah?" tanya Daffa.

__ADS_1


"Apa?" Semua terkejut mendengar ucapan Daffa yang tidak mengetahui tentang pernikahannya sendiri.


"Kak Daffa yang bener aja masa kagak tahu kalau mau nikah," ucap Revan.


"Beneran gue nggak tahu apapun tentang pernikahan. Gue aja baru denger kalau gue mau nikah," balas Daffa. Dia jadi seperti orang bingung karena tiba-tiba mendengar kabar dia mau nikah.


"Biar aku ceritain dulu," sahut Karina menghentikan obrolan yang lain supaya dia bisa menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Diam!" ucap Melia memberikan aba-aba agar semua terdiam nggak ada yang bicara.


"Jadi begini semalam, Mama dan Papaku memberi kabar kalau beliau akan pulang minggu ini, nah, aku di suruh mulai mengurus persiapan pernikahan secepatnya supaya pernikahan aku tidak tertunda lagi," jelas Karina.


"Untuk calon imamku, maafkan calon istrimu ini karena tidak memberitahu mu. Karin ingin memberi surprise pada Kak Daffa." Karina berkata sambil memandang ke arah Daffa dengan muka imut supaya Daffa tidak marah padanya.


"Oh, jadi begitu. Apa Mama dan Papa, Lu sudah bilang ke Bunda?" tanya Revan.


"Mana mungkin mempersiapkan pernikahan dalam waktu beberapa hari," ucap Daffa.


"Kita bikin acara sederhana saja, Kak yang penting sah dulu. Jika Kakak menginginkan acara yang megah nanti saja setelah acara ijab selesai, baru kita bikin acara resepsi," balas Karina memberikan saran.


"Baiklah, nanti kita obrolkan lagi," ucap Daffa.


"Kakak nggak marah kan?" tanya Karina.


"Enggak, malah seneng sebentar lagi kita halal," jawab Daffa.


"Jangan sampai kalian berdua nikah di hari yang sama ya," ucap Derry sambil menatap ke arah Ardiaz dan Karina.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan mengalah," balas Karina.


"Iyalah, itu harus. Lu kan kecil, yang muda harus ngalah sama yang lebih tua," ujar Ardiaz.


"Iya deh iya yang tua mah bebas," balas Karina.


"Ngomong-ngomong, Mba Delisa kenal Kak Diaz sejak kapan?" tanya Karina.


"Kami teman saat SMA," jawab Delisa dengan tersenyum kecil.


"Wah ... ternyata sudah lama sekali ya. Apa kalian memang sudah memiliki hubungan sejak SMA?" Karina mulai kepo.


"Tidak. Kami hanya sahabat dekat," jawab Delisa.


"Rin, lu ngapain sih kepo banget," omel Ardiaz.


"Penasaran duang, Kak," balas Karina.


"Oh, iya sepertinya aku pernah lihat kamu deh kalau nggak salah saat Ardiaz di rawat di rumah sakit," ucap Delisa pada Azmia.


"Iya, Mba," balas Azmia.


"Azmia itu rekan bisnis aku, Del," sahut Ardiaz.


"Iya, Mba Delis," sambung Azmia.


Delis pun hanya membalas dengan anggukan kepala.

__ADS_1


__ADS_2