Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 41 Sekretaris Baru


__ADS_3

Pagi yang cerah-secerah hati wanita yang kini telah duduk bersandar di sofa menemani sang suami.


"Pagi, Mia," sapa Daffa saat masuk ke dalam ruangan Alby tak perduli dengan seseorang yang sedang menatapnya.


"Pagi juga, Pak Daffa," balas Azmia dengan tersenyum ramah.


"Duh, jika setiap pagi di kasih vitamin senyum begitu jadi semangat kerjanya," ucap Daffa tanpa dosa. "Mia, jangan senyum begitu nanti gue meleleh," lanjut Daffa.


"Kau." Alby yang kesal langsung melempar pulpen ke arah Daffa dengan cepat Daffa langsung menangkap pulpen tersebut. "Nggak kena," ucap Daffa sambil berjalan menghampiri Alby. "Tuh, gue balikin. Gue mah baik hati dan tidak sombong." Daffa mengembalikan pulpen Alby yang tadi di lempar ke arahnya menaruh pulpen tersebut di atas meja kemudian dia duduk di depan Alby.


"Ngapain lu pagi-pagi kesini?" tanya Alby kini nadanya sudah tidak bersahabat.


"Santai bro, gue cuma kasih tahu sebentar lagi ada sekretaris baru yang akan datang," jelas Daffa.


"Ok, baiklah." Alby melihat data sekretaris baru itu.


"Permisi, Pak," ucap seseorang dari depan pintu.


"Masuk." Daffa membukakan pintu.


"Duduk!" Alby mempersilakan tamunya duduk.


"Terima kasih."

__ADS_1


"Anita Ramdhani, setelah saya melihat data kamu. Selamat besok kamu bisa mulai bekerja," ucap Alby.


"Terima kasih, Pak," balas Anita. Setelah bersalaman pada Alby. Anita keluar ruangan Alby dengan hati bahagia. Dia tak menyangka bisa bekerja di kantor Alby sebagai sekretaris Alby pula karena sangat sulit untuk masuk ke perusahaan Alby.


"Mia, makan siang bareng yuk!" ajak Daffa tanpa memperdulikan ada Alby di dalam ruangan itu. Daffa sengaja memancing reaksi Alby.


"Boleh, mau makan di mana, Pak?" tanya Azmia.


"Jangan panggil Pak dong, Mi. Gue berasa tua banget," protes Daffa.


"Terus?" tanya Azmia dengan tertawa cekikikan.


"Kakak sepertinya lebih bagus," ucap Daffa.


"Daffa," teriak Alby. Dari tadi dia hanya diam melihat drama Daffa yang sengaja menguji kesabarannya.


"Berisik, Al," balas Daffa masih dengan mode santai seakan tidak mempunyai salah dan dosa.


"Pergi lu sana!" Usir Alby pada Daffa.


"Kesambet setan dari mana lu, marah-marah nggak jelas begitu," ucap Daffa.


"Bulan ini gue potong." Ancaman paling mujarab saat Daffa membuatnya kesal.

__ADS_1


"Selalu saja begitu," kesal Daffa. "Ok, gue keluar," lanjutnya kemudian berdiri dari duduknya berjalan keluar ruangan Alby.


"Mi, nanti gue pc ya," ucap Daffa sebelum benar-benar meninggalkan ruangan Alby.


"Daffa ... dasar ya lu, teman nggak ada akhlak." Alby melempar pulpen ke arah Daffa.


Namun, saat Alby melempar dengan cepat Daffa menutup pintunya. "Nggak kena, wek." Daffa tertawa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Alby kemudian buru-buru keluar sebelum kena amukan Alby.


Azmia yang melihat kejadian itu tersenyum kecil, baru kali ini dia melihat tingkah Alby saat bersama sahabatnya.


"Jangan dekat-dekat dengan Daffa," tegas Alby.


"Kenapa, bukankah Kak Daffa sahabat Mas Alby?" tanya Azmia. "Mas Alby, cemburu?" lanjut Azmia dengan tersenyum mengejek.


"Tidak. Siapa juga yang cemburu. Aku cuma tidak ingin kamu terlalu dekat dengan Daffa ingat, kamu sudah punya suami," jelas Alby dengan nada tegas.


"Aku tidak akan melampaui batas tenang saja." Azmia tak mengerti dengan pola pikir Alby. Jelas-jelas tadi dia sama Daffa hanya berbicara seperti itu tidak ada yang serius.


**


Maaf ya up-nya sedikit lama lagi sibuk dengan dunia real.


Terima kasih untuk mu yang selalu setia membaca cerita ecek-ecek author.

__ADS_1


__ADS_2