
Setelah Azmia dan Karina. Kini Melia bersama keluarga juga telah sampai di hotel.
"Ma, Meli sama Kak Derry langsung masuk ke kamar ya," ucap Melia.
"Iya," balas Mama Lia.
"Mel, ke kamar Azmia ya, Kak." Melia meminta izin pada Derry.
"Iya," balas Derry. Dia memberikan izin pada Melia karena nggak mungkin dia melarang Melia untuk berkumpul bersama para sahabatnya.
Setelah mendapat ijin dari Derry. Melia berjalan menuju kamar Azmia sedangkan Derry menuju kamarnya.
Suasana di hotel cukup ramai orang-orang yang berlalu lalang mempersiapkan semuanya. WO, catering serta para sanak saudara dari keluarga Melia dan juga Derry.
WO sibuk mempersiapkan semuanya dari gaun pengantin, gaun untuk keluarga Melia dan Derry serta perlengkapan alat make up. Fotografer juga sibuk dengan perlengkapan yang harus dia siapkan. Sedangkan catering mempersiapkan beberapa menu makanan yang harus mereka siapkan kerena kali ini acaranya cukup besar.
**
Di kamar 125.
Azmia duduk bersantai di balkon sedangkan Karina melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda karena Azmia menelponnya dan menyuruhnya untuk segera berangkat ke hotel.
__ADS_1
"Azmia," panggil Melia di depan pintu kamar Azmia.
"Masuk, Mel pintunya nggak di kunci," balas Azmia dari dalam.
Setelah mendapat jawaban dari dalam Melia membuka pintu berjalan masuk kedalam. "Kamu di mana, Mi?" teriak Melia.
"Jangan teriak-teriak. Aku ada di balkon," jawab Azmia.
"Hehehe, sorry," ucap Melia sambil cengengesan di samping Amzia. Melia duduk di kursi samping Azmia. "Ngapain sendirian disini?" tanya Melia karena Azmia bukannya istirahat malah duduk di balkon sambil baca buku novel yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.
Bagi Azmia buku itu harus selalu ada di tasnya karena saat dia pergi ke tempat yang membosankan dia lebih memilih baca buku.
"Pengen cari angin saja," jawab Azmia. "Kamu sendiri ngapain kesini? pengantin baru bukannya nemenin suaminya malah kesini," lanjut Azmia.
"Malu kenapa? kalian kan sudah saling kenal, sudah terbiasa jalan bersama ketemu hampir setiap hari," ucap Azmia merasa sedikit heran dengan sikap Melia.
"Iya, tapi tetap saja malu, Mi. Aku jadi gerogi salting gitu pas satu kamar sama dia," jelas Melia.
Azmia tersenyum ke arah Melia.
"Kamu kenapa jadi senyum-senyum sendiri begitu, Mi? kamu nggak lagi kesambet kan, Mi?" tanya Melia.
__ADS_1
"Ngawur aja kalau ngomong. Aku masih waras, Mel," jawab Azmia.
"Lagian senyum-senyum begitu bikin aku merinding aja." Melia berkata sambil mengelus-elus lengan tangannya. "Mi, waktu kamu pertama kali setelah nikah gimana?" tanya Melia.
"Gimana, apanya?" Azmia bertanya balik.
"Gerogi nggak?" tanya Melia.
"Kalau pas lagi ketemu sih gerogi," jawab Azmia dengan jujur.
"Kok pas ketemu memangnya kalian nggak satu rumah?" Melia yang merasa aneh dengan jawaban Azmia.
"Satu rumah, tapi beda kamar," balas Azmia.
"Why?" Melia begitu terkejut saat mendengar ucapan Azmia yang benar saja orang sudah menikah, satu rumah, tapi beda kamar. Meskipun dia juga di jodohkan, tapi Melia dan Derry tetap satu kamar.
"Biasa saja kali, Mel. Semua itu terjadi karena aku yang belum bisa menerima keadaan dan Mas Alby juga mengerti tentang itu. Kamu kan tahu sendiri pernikahan aku dan Mas Alby begitu dadakan tanpa kita ketahui dari awal, terus kita juga tidak saling kenal," jelas Azmia.
"Mas Alby, baik banget ya bisa ngertiin kamu, jarang lho ada laki-laki yang seperti itu," ucap Melia.
"Iya." Azmia berkata dengan tersenyum getir. 'Dia memang bisa mengerti keadaanku, tapi kamu tidak tahu bagaimana dia menyakiti perasaan ku,' batin Azmia. Dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya karena itu adalah aib dalam rumah tangganya yang harus dia jaga.
__ADS_1
'Kalau memang, Mas Alby begitu baik. Kenapa kamu seperti tidak bahagia, Mi? dan sekarang pernikahan kalian juga sedang di uji. Aku tahu kamu pasti menutupi semuanya. Aku bukanlah orang yang baru mengenal mu, Mi. Aku tahu kamu berbohong mulut dan hatimu berbeda,' batin Melia sambil menatap kearah Azmia yang kembali fokus membaca bukunya.