Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 347


__ADS_3

Di pantai


 Azmia, Revan, Karina dan Daffa kini mereka berempat sedang menikmati suasana pantai di sore hari. Mereka duduk di saung pinggir pantai sambil melihat keindahan langit sore.


 "Kita foto bareng yuk!" ajak Karina.


  "Ayo! jarang-jarang lho, kita bisa ngumpul seperti ini," ucap Revan. Mereka berempat berdiri dari duduknya mencari tempat yang cocok untuk berfoto. Setelah mendapatkan tempat yang bagus mereka mengambil beberapa foto kemudian mereka upload ke sosial media miliknya.


Melupakan sejenak tentang kerjaan yang selalu menemani mereka setiap hari. Cuan memang kebutuhan, tapi diri kita juga butuh hiburan meskipun hanya sebentar.


  ***


Di tempat lain


  "Karyawan nggak ada akhlak enak sekali dia bermain-main, sedangkan gue di suruh ngurusin kerjaan yang masih menumpuk seperti ini." Alby mengomel sendiri saat melihat status Daffa sedang berfoto menikmati keindahan pantai. Sedangkan dia setiap hari harus berhadapan dengan dokumen bertumpuk-tumpuk, karena orang kepercayaannya hanya Daffa jadi jika Daffa tidak masuk kerjaan dia sendiri yang menyelesaikan. Sekretaris hanya mencatat jadwal dia setiap hari dan pengecekan dokumen yang harus dia tanda tangani.


 "Mas, ini kopinya," ucap Nila di depan pintu ruang kerja Alby.

__ADS_1


 "Iya, Yang masuk saja," balas Alby dari dalam.


Setelah mendengar jawaban Alby. Nila masuk kedalam memberikan secangkir kopi untuk suaminya.


  "Terima kasih, ya," ucap Alby sambil menerima secangkir kopi yang di berikan istrinya.


  "Sama-sama, Mas," balas Nila.


 "Mas pasti capek ya harus lembur terus mengurus kerjaan sendiri selama Daffa pergi honeymoon," ucap Nila.


   "Iya, Yang. Maafin, Mas ya kalau beberapa hari ini Mas sibuk sampai tidak memperhatikan kamu," balas Alby.


 "Enggak perlu, sayang. Kamu istirahat saja ya, kasihan nanti kalau kamu capek baby kita marah karena membiarkan Mamanya lelah," jawab Alby dengan tersenyum manis.


 "Baiklah kalau begitu Nila ke kamar dulu ya, Mas. Jika butuh sesuatu panggil saja," ujar Nila sebelum dia keluar dari ruangan Alby.


  "Iya, Sayang," balas Alby dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


Setelah itu Nila keluar dari ruang kerja Alby melangkahkan kakinya menuju kamar.


 Sesampainya di kamar Nila langsung menuju kasur merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menikmati acara televisi kesayangannya.


'Suatu saat nanti aku pasti akan rindu dengan tempat ini, kamar yang menemaniku selama menikah dengan Mas Alby. Apa aku bisa ikhlas ya jika Mas Alby bersama wanita lain, tapi demi putriku aku harus rela dan ikhlas. Anak Mama pintar baik-baik di perut Mama ya, sayang. Jika nanti kamu tidak bisa bertemu Mama, maka anggaplah dia seperti Mama mu juga. Mama selalu sayang padamu,' batin Nila sambil mengelus perutnya yang semakin membesar.


 ****


  Di Kediaman Pranata


 "Ma, Azmia masih kerja nggak sih di cafe milik Bang Angga?" tanya Rania pada Mamanya.


  "Entahlah, Mama tidak tahu, sayang," jawab Mama Sonia.


  "Besok kita coba ke cafe yuk, Ma!" Rania mengajak Mamanya untuk berkunjung ke cafe.


  "Boleh, tapi inget kata Papa, Kamu jangan membuat onar nanti akan berakibat pada perusahaan Papa. Kita juga yang rugi, kecuali kalau kamu mau hidup susah," ucap Mama Sonia memperingatkan pada Putrinya agar tidak membuat ulah dengan putri angkatnya.

__ADS_1


  "Iya, Ma. Nia inget kok. Mama tenang saja Nia nggak akan berulah," balas Rania menyakinkan Mamanya..


__ADS_2