Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 190 Saran Ayah


__ADS_3

Jam pulang tiba.


Alby mulai bersiap-siap merapikan mejanya, menutup laptop, serta merapikan dokumen yang ada di meja. Setelah semua beres Alby menyambar jas yang ia gantungkan di kursi kemudian berjalan keluar ruangan menuju parkiran mobil.


Hari ini dia memilih pulang ke rumah orang tuanya.


"Assalamualaikum," ucap Alby sambil membuka pintu melangkah masuk ke dalam rumah. Terlihat Bunda Rita sedang duduk santai di ruang tamu sambil memainkan ponsel.


Alby berjalan menghampiri sang Bunda menyalami Bundanya.


"Wa'alaikumussalam," balas Bunda Rita.


"Tumben pulang ke rumah," ucap Bunda.


"Iya, bosen ikut Daffa terus," balas Alby.


"Al, masuk kamar dulu ya, Bun," pamit Alby karena sudah merasa gerah. Dia ingin segera membersihkan diri dan ganti pakaian santai.

__ADS_1


"Iya," balas Bunda.


**


Malam hari setelah acara makan malam. Alby, Bunda dan Ayah Wisnu berkumpul di ruang keluarga. Ayah sengaja menyuruh Alby agar bergabung di ruang keluarga.


"Gimana kerjaan kamu, Al?" tanya Ayah Wisnu membuka obrolan.


"Alhamdulillah lancar, Yah," jawab Alby.


"Sejak kapan kamu pacaran dengan Nila?" Kini Bunda yang mengajukan pertanyaan. Rasanya Bunda gemes sekali dengan anak sulungnya.


"Ketemu dimana? kerjanya apa? orangtuanya siapa? rumahnya di mana? bibit bobotnya jelas nggak?" cerocos Bunda mulutnya saja yang berkata sedangkan matanya fokus ke arah televisi menonton sinetron kesayangannya.


"Kalau nanya satu-satu, Bun," balas Alby.


"Al, Ayah tidak melarang kamu untuk berpacaran atau mencari pengganti Azmia, tapi kali ini Ayah minta kamu lebih bijak dan serius dalam menjalin hubungan. Kamu itu laki-laki, Al. Jadilah contoh atau imam yang baik." Kini Ayah Wisnu angkat bicara.

__ADS_1


"Iya, Yah," balas Alby singkat.


"Jangan iya, duang, tapi jalanin. Bukan masuk kuping kanan keluar kuping kiri," sahut Bunda.


"Apa kamu sudah yakin dan serius dengan Nila?" tanya Ayah memastikan hubungan Alby. Meskipun Alby sudah dewasa, tapi beliau masih bertanggung jawab atas anaknya.


"Insya'Allah, Yah," jawab Alby.


"Jika kamu sudah yakin pada Nila secepatnya kita khitbah dia dan segeralah melaksanakan ijab kabul jangan berpacaran lama-lama umur kamu sudah tidak muda lagi," tegas Ayah Wisnu.


"Itu mah nanti dulu, Yah. Al kan baru sebulan mengenal dia, Al masih ingin mengenalnya lebih jauh," balas Alby.


"Untuk apa? pacaran lama-lama nggak menjamin. Lebih baik perkenalan setelah menikah," ucap Ayah Wisnu memberi saran.


"Iya, tapi Al kan perkenalan juga penting. Ayah saja belum ketemu Nila." Bukan menolak saran dari Ayahnya, tapi Alby masih berpikir terlebih dahulu untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Dia tak mau gagal untuk kedua kalinya, ya meskipun kegagalan itu karena ulah dirinya sendiri.


"Ayah nggak perlu tahu lebih dulu yang menjalani kan kamu, jika kamu sudah cinta dan yakin Ayah pasti akan restui hubungan kalian," ujar Ayah Wisnu. Bukan tak ingin mengenal Nila lebih dulu, tapi kan nggak ada untungnya juga berkenalan karena yang akan menjalani kehidupan itu Alby bukan beliau. Nanti kalau sudah menikah juga pasti kenal.

__ADS_1


"Kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya," sambung Bunda Rita.


Alby terdiam dia harus berkata apalagi niatnya kemarin membawa Nila ke rumah hanya perkenalan, sekarang malah di suruh cepetan nikah.


__ADS_2