Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 317


__ADS_3

"Nin, nanti malam tutup lebih awal aja," ucap Azmia kini dia sudah berada di mobil perjalanan menuju cafe.


"Memangnya kenapa, Mba?" tanya Nina.


"Ada yang ingin saya obrolin sama kalian," jawab Azmia.


"Ok, Mba," ucap Nina.


****


Di tempat lain.


"Van, Lu balik nggak?" tanya Kabin. Kabin sekarang di angkat menjadi asisten pribadi Revan.


Revan sengaja meminta Kabin menjadi asistennya supaya lebih nyama saat pergi ada pertemuan dengan klien di luar kantor.


"Balik bentar lagi tanggung nih," jawab Revan masih mengotak-atik layar laptop yang ada di depannya.


"Sudahlah besok bisa di lanjut lagi, kasihan nanti Azmia nungguin, Lu," ucap Kabin.


"Mia lagi nggak di rumah," balas Revan.


"Lha kemana bini, Lu?" tanya Kabin.


"Ada di cafe," jawab Revan.


"Dia bilang ke Lu?"


"Iyalah, istri itu kan memang wajib ijin ke suami jika dia ingin pergi kemanapun," jawab Revan.


"Iya juga sih. Terus kita kapan pulang?" tanya Kabin.


"Bentar dikit lagi nih," jawab Revan.


****


Di tempat lain

__ADS_1


"Anak kalau sudah pada dewasa rumah seperti kuburan, sepi, sunyi," lirih Bunda sambil memandangi setiap sudut rumahnya.


"Nyonya kenapa?" tanya Mba Lasmi saat melihat majikannya duduk di ruang tamu sambil melamun.


"Enggak apa kok, Mba. Saya hanya kangen dengan keadaan rumah. Dulu rumah ini seperti taman kanak-kanak, ramai banyak anak kecil main, berlarian, sekarang rumah ini bagaikan kuburan, sepi sekali," jelas Bunda Rita.


"Memangnya Den Revan nggak tinggal di sini, Nyonya?" tanya Mba Lasmi.


"Enggak, Mba. Revan sama Azmia ingin mandiri," jawab Bunda Rita.


"Memang begitu ya, Nya. Kalau anak sudah menikah pasti pengennya sendiri nggak mau ngerepotin orang tuanya," ujar Mba Lasmi.


"Iya, Mba," balas Bunda Rita.


******


Di cafe


"Nin, Azmia ada?" tanya Revan saat tiba di cafe. Dia langsung menghampiri Nina yang berada di kasir.


"Ok, kalau gitu saya masuk dulu ya," ucap Revan.


"Iya, Pak," balas Nina.


"Ayo! Lu mau ikut ke atas nggak?" tanya Revan pada Kabin.


"Ikutlah, masa gue sendirian di sini," jawab Kabin.


Mereka pun berjalan menuju ke ruangan Azmia.


"Assalamualaikum," ucap Revan saat tiba di depan pintu ruangan Azmia. Meskipun itu adalah ruangan istrinya, tapi Revan tetap mengutamakan adab salam sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Wa'alaikumussalam, masuk," jawab Azmia dari dalam.


Setelah mendengar jawaban dari istrinya Revan membuka pintu melangkah masuk ke dalam. "Apa Kakak mengganggu?" tanya Revan saat masuk ke dalam melihat Azmia sibuk di layar laptopnya.


"Enggak, Kak," jawab Azmia.

__ADS_1


"Eh, ada Kak Kabin," ucap Azmia.


"Hai ... Mi," sapa Kabin..


"Hai juga, Kak," balas Azmia. Melihat suami dan sahabatnya sudah duduk di sofa. Azmia segera menutup layar laptopnya kemudian berdiri dari duduknya menghampiri suaminya.


"Kakak mau minum apa?" tanya Azmia.


"Kopi saja, Dek," jawab Revan.


"Gue samain aja, Mi," ucap Kabin.


"Enggak ada yang nanya," balas Revan.


"Yaelah emang ngapa sih sekalian ya, Mi," ujar Kabin.


"Iya, Kak," balas Azmia dengan tersenyum kecil.


"Mia tinggal dulu ya, Kak," pamit Azmia.


"Iya, Dek," balas Revan.


Azmia berjalan menuju dapur kecil yang ada di ruangannya membuatkan kopi untuk suami tercinta.


"Gila, ini ruangan luas bener ya. Ruangan, Lu saja kalah lho, Van," ucap Kabin yang kagum dengan kondisi ruangan Azmia.


"Laki-laki sama perempuan kan beda, Bambang," balas Revan.


"Beda gimana?" tanya Kabin.


"Nih ya di kantor ngapain gue di kasih ruangan seluas ini baju ganti gue aja paling dua biji duang, mau sesuatu tinggal minta ob. Kalau cewek kan beda baju gantinya banyak, belum lagi makeup, sepatu, tasnya, Lha gue tas, sepatu satu juga cukup," jelas Revan.


"Betul juga sih, ya," ucap Kabin membenarkan ucapan Revan yang begitu masuk akal.


"Lagi pula ruangan ini biasanya di pakai nginep Azmia dan Karina makanya dia sengaja membuat ruangannya lebih luas," balas Revan.


"Oh, begitu pantas saja. Ruangan udah kayak apartemen," ujar Kabin.

__ADS_1


__ADS_2