Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 128 Nama baru


__ADS_3

Dikarenakan ingin penyamarannya lebih sempurna Azmia dengan terpaksa mengganti namanya. Awalnya dia tidak terpikirkan, tapi setelah Bunda memberi tahu jika Alby menggali informasi tentang dirinya sekarang disitulah muncul ide.


Azmia juga meminta pendapat terlebih dahulu pada mertuanya. Bunda setuju dengan niat Azmia mengganti nama bahkan Bunda menyuruh Azmia agar tetap berpenampilan seperti itu terus supaya Alby tak mengenalinya.


Bukan tidak ingin menyatukan dan membantu mempertahankan pernikahan putranya, tapi Bunda ingin Azmia merasakan kebahagiaan dengan caranya sendiri.


Hari ini Azmia mulai memperkenalkan dirinya dengan nama baru yaitu Anisa AZ Zahra Zahid atau bisa di panggil Nisa.


Di kampus, cafe serta para sahabatnya semua agar mereka tidak salah dalam memanggil. Mereka boleh memanggil Azmia, tapi hanya saat di kelas atau pesan chat jika di luar harus memanggil Nisa.


Sepertinya agak ribet sih ya, tapi demi menyempurnakan lahirnya sosok Azmia baru. Azmia yang hidup sendiri tanpa keluarga Pranata.


"Mi, kamu nggak sedang amnesia kan?" tanya Karina sambil menaruh telapak tangannya di kening Azmia. "Tidak panas," ucap Karina setelah menempelkan tangan di jidat Azmia.

__ADS_1


"Hist ... kamu ini. Aku baik-baik saja, Rin masih waras pula," balas Azmia sambil memikul pelan lengan Karina.


"Hehehe. Lagian kamu tuh aneh, Mi. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba ganti nama. Kalau kata orang tua ganti nama ingin buang sial," ujar Karina.


"Enggak juga sih, cuma pengen semua serba baru aja menyambut kehidupan yang baru, penampilan baru, namanya juga baru supaya makin sempurna aja," balas Azmia dengan tersenyum kecil. Kehidupan tanpa keluarga yang sempurna. Dulu saat dia masih kecil dia bisa tinggal di rumah Mami Angga, saat ini dia sudah dewasa tidak ingin terus merepotkan orang lain, tak ingin membuat Mami dan Papinya khawatir dengan keadaannya, meskipun pintu rumah mereka terbuka selalu untuk Azmia.


"Semoga kedepannya lebih baik ya, Mi." Karina berkata sambil menepuk-nepuk pundak Azmia.


"Amin." Azmia memeluk Karina. Kini hanya sahabatlah yang selalu ada di sampingnya.


Di kantor.


Setelah jam makan siang Daffa menghampiri Alby keruangannya seperti biasa masuk tanpa permisi.

__ADS_1


"Lu, udah makan siang, Al?" tanya Daffa sambil berjalan duduk di kursi depan Alby.


"Sudah," jawab Alby tanpa melihat ke arah Daffa.


"Lu, ngapain sih lihatin handphone terus?" tanya Daffa karena Alby begitu serius memandangi handphonenya seakan tak melihatnya di depan.


"Pusing gue," jawab Alby.


"Pusing kenapa?" tanya Daffa mulai kepo.


"Rania ngajakin gue nikah," jawab Alby membuatnya semakin pusing masalahnya dengan Azmia saja belum selesai kini datang lagi.


"Ya sudah lu bawa saja ke penghulu bereskan," ucap Daffa.

__ADS_1


"Bukan masalah itu urusan gue sama Azmia saja belum selesai. Gue belum mendatangi surat perceraian itu," balas Alby. Dia masih menimbang-nimbang tentang surat cerai itu meskipun Azmia sudah mendesaknya agar segera tanda tangan, tapi hatinya belum bisa melepasnya.


"Lu cepetan deh, Al beresin semuanya. Pertama lu segera tanda tangan terus lu serahin ke Azmia. Ke dua segera tuh nikahi nenek lampir biar nggak ribet. Pusing gue dengan kisah kehidupan lu," ujar Daffa. Jadi Daffa yang pusing sendiri dengan kehidupan Alby yang begitu rumit. Daffa sebenarnya kasihan sih sama Alby, tapi dia tak bisa berbuat banyak karena semua keputusan tetap di tangan Alby dan yang menjalani kehidupan Alby, jadi ya sudah dia hanya bisa membantu semampunya aja.


__ADS_2