
Setelah selesai meeting bareng Azmia dan Karina kembali ke ruang Azmia.
"Mi, nanti malam kamu ada acara nggak?" tanya Karina.
"Enggak, memangnya kenapa, Rin?" Azmia balik bertanya.
"Kalau begitu boleh dong aku main ke rumah," jawab Karina.
"Boleh dong. Ajak Melia sekalian," ucap Azmia.
"Ok, nanti aku telpon dia," balas Karina.
****
Di tempat lain
Alby dan Daffa menikmati jam istirahat di cafe samping kantor ngopi bareng sambil ngobrol santai.
"Gimana, Daf. Nanti malam jadi?" tanya Alby.
"Insya'Allah jadi, barusan Karina kirim pesan memberi tahu kalau nanti malam Azmia ada di rumah," jawab Daffa.
"Alhamdulillah," ucap Alby.
"Hari ini Alnia sedang berada di kantor nih, cantik banget kan dia di dandani ala-ala emaknya." Daffa memperlihatkan sw Azmia pada Alby. Alnia yang menggunakan baju berwarna pink dengan hijab warna senada.
__ADS_1
"Gue kagum pada Azmia. Dia menerapkan didikan agama pada anak sejak dini. Nila memang tidak salah memilih ibu asuh untuk Alnia," ucap Daffa.
Alby terdiam dalam hatinya dia pun setuju dengan ucapan Daffa. Dia juga sangat bersyukur karena Allah menghadirkan Azmia dalam keluarganya.
"Oh, iya nanti, lu mau gue jemput apa Lu yang jemput gue?" tanya Daffa.
"Siapa, Lu minta jemput?"
"Sesekali nggak apa, Al nambah pahala," jawab Daffa.
"Dasar, lu. Dahlah yuk, balik!" Alby mengajak Daffa kembali ke kantor karena jam istirahat sudah selesai.
Daffa mengangguk kemudian berdiri dari duduknya melangkah keluar dari cafe menuju kantor.
*****
"Ali," panggil Mama Iren di depan pintu ruang kerja putranya karena hari ini Ali sedang free jadi memilih untuk di rumah.
"Iya, Ma masuk," balas Ali dari dalam.
Setelah mendengar jawaban dari putranya Mama Iren membuka pintu melangkah masuk ke dalam.
Mama Iren duduk di kursi yang berhadapan dengan Ali. "Lagi sibuk ya?" tanya Mama Iren.
"Enggak kok, Ma," jawab Ali. "Ada apa, Ma?" tanya Ali. Dia langsung menghentikan aktivitasnya yang tadi sedang menatap layar laptop kini berpindah menatap Mamanya.
__ADS_1
"Main yuk! ke kantor adik kamu." Mama Iren mengajak Ali berkunjung ke kantor Azmia.
"Mama kangen Azmia?" tanya Ali.
"Iya, tadi Mama lihat ada Alnia juga di kantor Mama pengen main sama cucu Mama," jawab Mama Iren dengan nada lembut supaya Ali bersedia menemaninya ke kantor Azmia.
"Ah, baiklah." Revan menyetujui ajakan Mama karena tak tega melihat wajah Mamanya.
"Ok, kalau begitu Mama siap-siap dulu ya," ucap Mama Iren dengan wajah yang berbinar kemudian keluar dari ruangan kerja Ali menuju kamarnya.
Ali menggelengkan kepala melihat sikap Mamanya. Bahagia itu sederhana hanya dengan menyetujui ajakan Mamanya. Beliau sudah senang, bahagia.
**Makanya kalau masih punya orang tua jangan kalian bikin nangis. Buatlah mereka bahagia di masa tuanya. Bahagiakan beliau selagi kalian mampu. Do'a orang tua sangat mustajab. Terkadang orang tua itu tak butuh banyak dari kita. Kadang hanya butuh perhatian saja dari kita. **
"Ali, Mama sudah siap nih," teriak Mama Iren dari lantai bawah.
"Iya, Ma sebentar," balas Ali.
Tak berselang lama Ali keluar kamar menuruni anak tangga menghampiri Mamanya yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Ayo, Ma!" ucap Ali.
"Iya," balas Mama Iren.
Mereka berjalan keluar rumah menuju garasi.
__ADS_1
"Pakai mobil Ali saja ya, Ma," ucap Ali saat tiba di garasi.
."Iya, terserah." Mama Iren ikut saja apa kata putranya yang terpenting baginya bisa pergi ke kantor Azmia.