Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 206 Kerumah Ali


__ADS_3

Saat tiba di kantor Nila langsung masuk ke dalam ruangannya duduk bersandar di kursi kebesarannya.


Ternyata dugaan gue selama ini bener mereka ada hubungan, tapi kenapa mereka bercerai ya? Kalau gue lihat hubungan mereka baik-baik saja, Azmia juga sepertinya wanita baik-baik masih muda pula, batin Nila. Saat mengingat cerita Alby tadi saat di mobil.


Nila adalah anak salah satu pengusaha ternama. Wanita karir. Setelah lulus kuliah dia membantu mengembangkan perusahaan keluarganya.


Awal mula Nila dan Alby bertemu saat mereka sama-sama sedang hadir di salah satu undangan kliennya.


***


Di tempat lain


"Belum di jemput juga?" tanya Ali.


"Nina kena macet," jawab Azmia.


"Ya sudah saya antar saja pulangnya," ucap Ali.


"Tidak perlu, Pak. Mia nunggu Nina saja," balas Azmia menolak ajakan Ali. Dia nggak enak ngerepotin Ali.


"Jangan membantah." Ali menarik pelan baju lengan Azmia agar mengikutinya.


"Pemaksaan ini," celetuk Azmia.


"Ngawur aja, kalau bukan tugas dari Angga mah ogah saya," ujar Ali.


"Ya sudah biarin saja saya pulang sendiri, Pak," balas Azmia terus saja mengoceh untung saja kampus sepi.


"Sudahlah jangan bawel tinggal ikut duang," ucap Ali dengan tegas.


Sesampainya di parkiran Azmia di suruh masuk ke dalam mobil Ali kemudian Ali melajukan mobilnya.


"Lho, Pak kita mau kemana kok beloknya ke sini kan harusnya lurus. Bapak nggak akan macem-macem kan sama saya," ucap Azmia.

__ADS_1


"Pulang ke rumah saya dulu," balas Ali.


"Mau ngapain ke rumah bapak?" tanya Azmia.


"Buang pikiran kotor kamu. Saya cuma mau anterin obat dulu buat Mama," jawab Ali. Karena tadi pagi dia sudah janji akan segera pulang dan membelikan obat untuk Mamanya yang sedang kurang sehat.


"Oh." Azmia mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit kini mereka sampai di depan rumah berlantai tiga dengan desain modern berwarna putih begitu indah di lihatnya.


"Ayo! masuk dulu," ajak Ali.


Azmia mengangguk kemudian mengikuti langkah Ali dari belakang masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum," ucap Ali sambil membuka pintu melangkah masuk.


"Wa'alaikumussalam," balas Mbok Jumi -- art di rumah Ali. "Lho, Den itu siapa calonnya ya?" tanya Mbok Jumi.


"Bukan Mbok," jawab Ali.


"Silakan, Non!" Mbok Jumi mempersilakan Azmia duduk di sofa ruang tamu.


"Terima kasih, Bi," ucap Azmia.


"Mbok Jumi tinggal ke dapur dulu ya," pamit Mbok Jumi pada Ali dan Azmia.


"Iya, Mbok," balas Ali.


"Saya mau ke kamar Mama dulu nganterin ini," ucap Ali.


"Ikut." Azmia nggak mau di tinggal sendiri di ruang tamu karena ini pertama kalinya dia ke rumah Ali.


"Mau ngapain?" tanya Ali.

__ADS_1


"Ya pengen lihat kondisi Mamanya Pak Ali," jawab Azmia dari pada dia bengong sendirian di ruang tamu.


"Baiklah, ayo!" Ali berjalan lebih dulu sedangkan Azmia seperti anak kecil yang selalu ngintil di belakang emaknya.


"Ma, Ali masuk ya," ucap Ali saat tiba di depan pintu kamar Mamanya yang berada di lantai dua.


"Iya, Li," balas Mamanya dari dalam.


Ali membuka pintu kemudian berjalan masuk kedalam. Terlebih wanita paruh baya terbaring di atas kasur dengan berselimut hingga sebagian tubuhnya.


"Kamu bersama siapa itu, Li?" tanya Mama Iren.


"Assalamualaikum, Tante," ucap Azmia menghampiri Mama Iren kemudian menyalaminya.


"Wa'alaikumussalam, nama kamu siapa, Nak?" tanya Mama Iren.


"Saya Mia, Tan mahasiswi Pak Ali," jawab Azmia.


"Cantik." Mama Iren memegangi tangan Azmia yang berdiri di samping Mama Iren.


Azmia tersenyum ke arah Mama Iren.


"Bagaimana kondisi, Mama?" tanya Ali.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik," jawab Mama Iren.


"Sekarang Mama minum obat dulu ya." Alby memberikan sebutir pil serta segelas air putih.


Mama Iren mengangguk kemudian mengambil obat yang berada di tangan Ali kemudian menekannya.


"Ma, Ali mau antar Azmia pulang dulu ya," ucap Ali meminta ijin pada Mamanya.


Mama Iren mengangguk tanda memberi ijin. Setelah mendapatkan ijin dari Mama Iren Azmia dan Ali menyalami tangan Mama Iren sebelum mereka berdua keluar kamar.

__ADS_1


Kenapa saya merasa dekat sekali dengannya, siapa dia sebenarnya, batin Mama Iren setelah kepergian Azmia.


__ADS_2