Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 110 Cafe


__ADS_3

Sore hari.


Selesai kuliah Azmia langsung menuju Cafe Lovly. Tak butuh waktu lama untuk sampai di cafe karena jalanan yang tidak terlalu ramai sehingga membuatnya lebih cepat sampai.


"Hai ... Mel," sapa Melia saat masuk ke dalam cafe. Kemudian menghampiri Melia yang sedang duduk di kursi.


"Mi. Kamu sendiri?" tanya Melia karena tak melihat adanya Karina.


"Tidak. Azmia bersama Saya," ucap seseorang yang baru masuk kedalam cafe.


"Pak Devan." Melia berkata dengan mata melotot. Dia tak menyangka bahwa Azmia akan datang bersama Devan.


"Mi." Melia menyenggol bahu Azmia.


"Apa?"


"Kamu sekarang jadi seperti punya bodyguard ya kemana-mana di kawal," bisik Melia tepat di telinga Azmia.


"Maksudnya?" Azmia yang tak mengerti dengan ucapan Melia.


"Tuh." Melia mengisyaratkan dengan mata yang mengarah ke arah Devan.


"Bukan hanya sekedar raganya yang akan saya kawal, hatinya pun akan selalu saya jaga," sahut Devan.


Mendengar penuturan Devan. Melia langsung menatap ke arah Azmia dengan tatapan bertanya. 'Kok Pak Devan bisa tahu sih, padahal kan aku bilang dengan nada yang sangat pelan."


Azmia hanya membalasnya dengan mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Gombal," balas Azmia.


"Beneran, Dik," ucap Devan.


"Hai ...," teriak Karina.


"Kamu dari mana?" tanya Azmia.


"Tadi beli ini dulu. Nih." Karina memperlihatkan kedua tangannya penuh dengan kantong plastik.


"Itu apa, Rin?" tanya Melia yang penasaran.


"Nih." Karina menaruh kantong plastik di atas meja. Kemudian membuka kantong tersebut. "Tarra ....," ucap Karina memperlihatkan isi yang ada di kantong plastik.


"Wah ... tumben pinter," ujar Melia.


"Karina kan memang anak pintar." Karina berkata dengan bangga.


Azmia dan Melia tertawa cekikikan saat mendengar ucapan Devan.


"Pak Devan, jangan bikin malu saya dong. Begini-begini tuh saya memang pindai. Hanya saja saat itu saya tidak konsentrasi," balas Karina.


"Alasan saja," ujar Devan.


"Duh, Pak Devan. Ah ... sudahlah kenapa jadi bahas saya." Karina memasang wajah cemberut karena kesal dengan dosen barunya.


"Sabar, Rin." Malia dan Azmia mengelus lembut lengan Karina. Azmia sebelah kanan sedangkan Melia sebelah kiri.

__ADS_1


"Mi, besok kalau kita lagi kumpul jangan sama Devan ganteng-ganteng mulutnya lumayan pedes kayak cabe rawit," lirih Karina. Meskipun sebenarnya yang di ucapkan Devan benar.


Azmia dan Melia membalasnya dengan tertawa kecil.


"Lagi siapa yang ngajak. Dia sendiri yang ngikutin aku terus," balas Azmia. Karena tadi kebetulan yang mengajar adalah Devan, saat Azmia ingin pulang tiba-tiba Devan datang dan langsung menyuruhnya masuk ke dalam mobil Devan. Azmia sudah berusaha untuk menolak, tapi tetap saja Devan memaksa. Tak ingin berdebat akhirnya Azmia memilih mengikuti apa kata Devan saja dari pada ribet.


Entah kenapa setelah mendengar tentang kehidupan Azmia sekarang Devan lebih posesif terhadap Azmia.


"Bodyguard, Rin. Sudahlah jangan di ambil hati." Melia memberikan nasehat pada Karina agar tidak terlalu baper dengan ucapan Devan.


"Ayo! kita makan nanti keburu dingin." Azmia mengalihkan pembicaraan.


"Oh ... iya. Nih." Karina membagikan satu persatu kotak makanan yang tadi ia beli.


"Kak Derry nggak kesini, Mel?" tanya Karina.


"Sepertinya nanti malam sekalian lihat dekorasi yang akan di pasang," jawab Melia.


"Jadi mau pakai cafe Lovly?" tanya Karina.


"Jadi karena nggak mungkin kan aku cari tempat lain lagi dengan waktu yang sangat singkat. Lagi pula pihak ini kan hanya acara ijab, jadi tidak terlalu banyak tamu yang datang hanya keluarga dan kerabat saja," jawab Melia.


Tempat, hari ijab kabul dan resepsi sengaja di bedakan agar tidak terlalu lelah. Hari Sabtu adalah ijab kabul sedangkan resepsi di laksanakan hari minggu di hotel milik keluarga Derry.


"Kak Derry sudah setuju dengan tempat ini?" tanya Azmia.


"Dia setuju-setuju saja dari pada cari-cari lagi nggak akan keburu Mi karena kita itu harus secepatnya memberikan kabar pada semua orang yang sudah mendapatkan undangan, MUA, WO, dan Catering. Belum lagi kita harus mempersiapkan ini itu," jelas Melia.

__ADS_1


"Mudah-mudahan nanti acaranya lancar ya," ucap Azmia.


"Amin," ucap Melia, Karina dan Devan bersamaan.


__ADS_2