
Sebagai manusia kita hanya mampu mensyukuri, menikmati, menjalankan apa yang telah Allah tetapkan untuk kita, karena hidup itu harus kita jalani bukan kita ratapi.
Memang tak semua harapan itu sesuai dengan keinginan kita, tapi apa Allah memberikan lebih dari apa yang kita harapkan.
****
Di kediaman Wisnu
Pagi hari setelah selesai sholat subuh semua orang mulai bersiap untuk berangkat ke hotel.
Di depan rumah mobil sudah berjejer dengan hiasan bunga dan tulisan 'rombongan pengantin'.
"Duh, yang mau jadi pengantin mukanya berseri-seri banget," ucap salah satu kerabat.
"Senengnya sampai nular ke kita ya," sambung yang lain.
"Ho'oh, mudah-mudahan nanti pas ijab kabul kagak lupa ya, Van," ucap yang lain.
"Haduh jangan sampai kalau lupa bisa gagal nikah si bontot," sambung kebarat yang satu lagi.
"Sudahlah jangan pada godain nanti anak Bunda jadi nerfes akut." Bunda berkata sambil memegang bahu Revan.
"Sudah-sudah ayo, berangkat!" Ayah Wisnu membubarkan para emak-emak yang mengobrol.
"Ashiap," balas semua emak-emak.
Setelah itu semua keluar rumah berjalan menuju mobil masing-masing.
Revan satu mobil dengan Kabin. Sedangkan Bunda dan Ayah semobil dengan Alby dan Nila.
****
__ADS_1
Di kediaman Bakhri
Semua orang mulai bersiap untuk berangkat ke hotel juga. Azmia, Karina dan Melia satu mobil yang di kendarai Derry, sedangkan Papa Ari dan Mama Iren satu mobil dengan kerabatnya.
Ada sekitar sepuluh mobil yang akan berangkat ke hotel itu hanya sebagian karena kerabat yang rumahnya jauh memilih langsung ke hotel supaya bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum acara di mulai.
"Berasa kayak sopir, kalau bukan mau nikah kagak mau dah aku di suruh begini," ucap Derry karena para cewek duduk di belakang bertiga, dia jadi kayak kang sopir pribadi.
"Hahaha, pahala, Kak demi adek tercinta," balas Karina sambil tertawa kecil.
"Pasti seneng banget nih yang sebentar lagi akan nikah," ucap Karina. Kini mereka sudah berada di dalam mobil perjalanan menuju hotel.
"Deg-degan banget nih," balas Azmia sambil memegang tangan Karina dan Melia yang berada di sampingnya.
"Tangan kamu dingin banget, Mi," ucap Melia.
"Selow, Mi. Jangan terlalu di pikirin nanti kamu pusing," sambung Karina.
"Amin, terima kasih semua," balas Azmia. Dia begitu bersyukur karena memiliki sahabat yang baik dan selalu perhatian padanya.
"Kak, undangan waktu itu udah?" tanya Melia.
"Sudah," jawab Derry.
"Terus gimana tuh?" tanya Melia.
"Insya'Allah, ok," jawab Derry.
"Kalian ngomongin apaan sih?" Karina yang tidak mengerti dengan pembicaraan pasutri.
"Kepo," balas Derry.
__ADS_1
"Ih ... gitu," ucap Karina sambil memasang wajah cemberut.
"Dih ... ngambek, aku turunin di sini nih," balas Derry kemudian dia menghentikan mobilnya.
Semua langsung melihat ke arah jalan.
"Ya iyalah turun kita udah sampai," ujar Melia saat melihat luar ternyata mobil sudah berada di depan gerbang hotel.
"Ah ... iya, dasar Kak Derry mau ngerjain aku," balas Karina.
"Sudah ayo, kita turun!" Azmia mengajak kedua sahabatnya untuk segera turun dari mobil sebelum perdebatan di mulai.
"Baiklah." Karina dan Melia langsung membuka pintu mobil keluar dari mobil terakhir di ikuti Azmia.
Setelah para perempuan keluar dari mobil Derry melajukan mobilnya menuju parkiran. Kali ini dia benar-benar di jadikan sopir pribadi para wanita.
*
*
*
Azmia : Thor, reader di undang nggak nih aku nikahan?
Author : Kalau ada yang mau datang ya silakan.
Revan : Kalau datang harus bawa amplop ya Thor
Author : Iya, dong itu harus masa makan gretongan 🤭🤭🙏
Hallo reader semua jangan lupa datang di acara resepsi Azmia ya dandan yang syantikk kalau nggak cantik di tolak masuk ke hotel 🤭🤭😂😂😂
__ADS_1