
"Den, sarapannya sudah siap," ucap Mbok Asih dari depan pintu kamar Alby.
"Iya, Mbok, sebentar lagi Alby turun," balas Alby dari dalam.
Setelah mendengar jawaban dari majikannya Mbok Asih pergi meninggalkan kamar Alby berjalan menuju dapur.
Selesai mandi dan berganti pakaian kantor Alby keluar kamar menuju dapur. Di meja makan sudah di sediakan beberapa menu sarapan, tapi Alby hanya memandangi semua yang ada di meja. Terbayang wajah sang istri saat di meja makan melayani dirinya mengambilkan makan untuknya beberapa detik kemudian Alby meninggalkan meja makan, dia tak selera makan. Alby melangkah ke luar rumah, dia memilih untuk segera pergi dari rumah berangkat ke kantor sekalian mencari keberadaan istrinya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor Alby tak fokus menyetir tatapannya kesana kesini mencari keberadaan Azmia, tapi hingga sampai di depan kantor Alby tak menemukan sang istri, dia akan melanjutkan pencariannya nanti setelah pulang dari kantor. Sebenarnya hari ini dia ingin cuti, tapi karena ada tamu yang akan datang jadi terpaksa Alby masuk kantor.
*
*
*
Di cafe.
"Pagi, Nin," sapa Angga.
"Pagi juga, Pak," balas Nina.
"Apa Azmia ada?" tanya Angga.
"Ada, Pak. Mba Mia ada di ruangannya," jawab Nina.
"Ok, saya masuk dulu ya," pamit Angga.
"Iya, Pak," balas Nina.
Setelah berpamitan pada Nina, Angga melangkahkan kakinya menuju ruangan Azmia. "Peri kecil," panggil Angga di depan pintu.
"Masuk, Bang," balas Azmia dari dalam.
__ADS_1
Angga pun masuk ke dalam ruangan. "Dik, kamu sakit?" tanya Angga saat melihat wajah Azmia tampak berbeda.
"Mia, baik-baik saja, Bang," jawab Azmia berusaha tersenyum kemudian beralih kembali menatap ke layar laptopnya.
Tak percaya dengan ucapan Azmia. Angga mendekat kearah Azmia yang duduk di kursi kebesarannya, Angga menempelkan punggung tangannya ke dahi Azmia. "Astaghfirullah, kamu demam masih bilang baik-baik saja. Ayo, ikut Abang ke rumah sakit!" Angga memegang pergelangan tangan Azmia.
"Mia, tak apa Bang hanya butuh istirahat nanti juga sembuh," ucap Azmia menolak ajakan Angga.
"Dik, Abang tahu bagaimana kamu, jangan memaksakan diri seperti itu. Abang tidak ingin kamu kenapa-napa," jelas Angga.
"Mia, pasti baik-baik saj ___." Ucapan Azmia terputus karena tiba-tiba dia pingsan.
Angga langsung siaga membopong tubuh Azmia keluar ruangan berjalan keluar cafe.
"Nin, tolong siapkan mobil," teriak Angga saat sampai lantai bawah.
"Mba Mia, kenapa, Pak?" tanya Nina.
"Jangan banyak tanya cepat siapkan mobilnya," ucap Angga.
"Baik, Pak." Nina langsung tancap gas menuju rumah sakit.
Tiga puluh menit mereka sampai di rumah sakit. Angga langsung turun dari mobil membuka pintu belakang sambil memanggil perawat.
Dua orang perawat lari sambil mendorong brankar. Angga mengangkat tubuh Azmia merebahkan di atas brankar setelah itu perawat membawa masuk ke dalam ruang ICU. "Silakan tunggu di luar ya, Pak," ucap perawat.
Angga dan Nina menunggu di luar ruangan. Nina duduk di kursi tunggu, sedangkan Angga berdiri mondar mandir di depan ICU.
Nina segera menghubungi Karina dan Melia memberitahu bahwa Azmia sedang berada di rumah sakit.
Tak lama pintu ICU terbuka terlihat dokter keluar. "Keluarga pasien Nyonya Azmia," ucap Suster.
"Saya, Sus." Angga langsung menghampiri suster dan dokter yang berada di depan pintu ICU.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan adik saya, dok?" tanya Angga.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, pasien hanya butuh istirahat, tolong jaga pasien agar tidak terlalu stress, dan pola makannya di jaga," jelas Dokter.
"Baik, dok," balas Angga.
"Pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap, Bapak silakan ke ruang administrasi terlebih dahulu," ucap Suster.
"Baik, Sus," balas Angga.
"Nin, kamu tunggu disini, saya ke administrasi dulu," ucap Angga.
"Iya, Pak," balas Nina.
"Nin," panggil Karina dan Melia.
"Mba Mel, Mba Karin," balas Nina.
"Dimana Azmia?" tanya Karina.
"Masih ada di dalam, Mba nanti setelah administrasi selesai langsung akan di pindahkan di ruang rawat inap, untuk sementara Mba Mia harus di rawat," jelas Nina.
"Apa terjadi sesuatu pada Azmia, Nin?" Melia menatap kearah Nina.
"Semalam Mba Mia, minta jemput di rumahnya saat di dalam mobil Mba Mia nangis, terus semalam Mba Mia menginap di cafe, Mba. Nina nggak tau apa yang terjadi, Nina nggak berani tanya," jawab Nina menjelaskan pada Karina dan Melia.
"Pasti terjadi sesuatu pada dia, Mel," ucap Karina pada Melia.
Melia mengangguk, mengiyakan omongan Karina.
*
*
__ADS_1
*