
Waktu terus berjalan, tapi tetap saja belum ada kemajuan tentang kisah cinta mereka.
"Nanti malam Bunda mengundang kita makan malam di rumah," ucap Alby pada Azmia kini mereka sedang menikmati sarapan pagi.
Azmia mengangguk sebagai jawaban.
"Kamu bisa libur kerja kan?" tanya Alby.
Masih dengan jawaban yang sama hanya menganggukkan kepala.
Selesai sarapan Azmia mencuci piring dan gelas bekas makan. Sedangkan Alby memilih duduk di sofa ruang tamu.
Setelah urusan beres Azmia kembali ke kamar, tapi saat ingin menaiki tangga Alby memanggilnya. "Azmia."
Azmia menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang. "Duduklah sebentar!" pinta Alby.
Azmia pun menurut dia berjalan menghampiri Alby kemudian duduk di sofa tak jauh dari Alby.
"Ada apa, Mas?" tanya Azmia.
"Nanti tolong kita harus kompak di depan Bunda dan Ayah," ucap Alby.
"Iya, Mas," balas Azmia.
"Bersiap-siaplah sebentar lagi kita ke kantor," ujar Alby.
"Kita?" Azmia bingung bukannya Alby saja yang ke kantor sedangkan dirinya ke kafe.
"Iya kita, saya ingin satu hari ini kamu bersama saya supaya nanti saat di rumah Bunda tidak canggung," jelas Alby. Ada benarnya juga sih kata Alby, tapi aneh saja tiba-tiba Alby memintanya untuk ke kantor.
"Tapi Azmia harus bekerja hari ini," ucap Azmia.
"Siapa bosnya biar saya yang mintain izin untuk hari ini?" tanya Alby.
"Ah, tidak perlu nanti biar Mia minta izin sendiri saja." Kalau Alby yang minta izin bisa ketahuan identitas dia sebagai bos di kafe.
"Baiklah kalau begitu sekarang bersiaplah." Alby menyuruh Azmia segera berganti pakaian untuk ke kantor.
__ADS_1
Azmia mengangguk kemudian beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar.
Lima belas menit Azmia keluar dari kamar dengan pakaian rapi.
"Sudah siap?" tanya Alby saat melihat Azmia turun tangga.
"Sudah," jawab Azmia.
*
*
Tak butuh waktu lama kini mereka sampai di kantor.
Alby membukakan pintu untuk Azmia.
"Terima kasih," ucap Azmia, tapi dia ragu untuk masuk ke dalam. Azmia teringat kejadian beberapa minggu yang lalu.
"Kenapa diam saja, ayo masuk!" Alby memegang pinggang Azmia mengajaknya masuk ke dalam.
"Mas, malu jangan seperti ini," lirih Azmia.
"Selamat pagi, Pak," sapa para karyawan yang berpapasan.
"Pagi, juga," balas Alby.
"Siapa perempuan itu?"
"Bukankah, dia yang waktu itu bersama Pak Daffa,"
"Iyakah?"
"Iya, gue lihat sendiri saat dia keluar kantor bersama Pak Daffa. Sekarang ganti sama Pak Alby."
"Tadi kelihatannya mesra banget dengan Pak Alby,"
"Bukannya Pak Alby pacaran sama Bu Elvina anak pengusaha itu."
__ADS_1
"Sudahlah jangan pada ghibah masih pagi."
Itulah celotehan para karyawan yang kurang kerjaan.
**
"Duduklah, saya ngecek kerjaan dulu," ucap Alby berjalan kearah kursi kebesarannya. Sedangkan Azmia duduk di sofa.
"Tolong bawakan minum ke ruangan saya." Perintah Alby pada seseorang di telfn.
Azmia bingung harus ngapain disini. 'Membosankan,' batin Azmia. Azmia mengambil ponsel yang berada di tasnya memberi kabar pada Melia dan Karina kalau hari ini dia tidak berangkat ke kafe.
"Al, hari ini ada meet ___." Ucapan Daffa terhenti saat melihat sosok perempuan cantik duduk di sofa sedang bermain ponsel.
"Bisa nggak kalau masuk ketuk pintu dulu," omel Alby. "Lu ngapain kesini?" tanyanya.
"Sorry gue nggak tahu." Daffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nanti jam sepuluh ada meeting," sambung Daffa. Kemudian dia berjalan menuju sofa bukannya duduk di kursi depan Alby, Daffa malah duduk di sofa samping Azmia.
"Pagi, Mia," sapa Daffa.
"Pagi juga, Mas Daffa," balas Azmia dengan tersenyum.
"Kamu nggak kuliah, Mi?" tanya Daffa.
"Lagi libur, Mas," jawab Azmia.
"Nanti malam ada acara nggak, kalau tidak jalan yuk?" Daffa memancing reaksi Alby.
"Hai ... Lu, ngapain deket-deket istri gue?" Alby yang kesal dengan sahabatnya kenapa jadi dia sksd sama Azmia padahal mereka baru dua hari ketemu.
"Memangnya lu punya istri, kapan nikahnya?" Daffa balik bertanya.
"Lu ...." Alby berdiri dari duduknya menghampiri Azmia dan Daffa. Alby langsung menggeser tubuh Daffa kemudian Alby duduk di tengah-tengah Azmia dan Daffa.
Azmia jadi heran dengan tingkah Alby. 'Mas Alby kenapa ya biasanya juga nggak peduli. Apa dia cemburu? ah, tapi itu nggak mungkin. Apa mungkin tadi dia habis ke jedot kali,' batin Azmia.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊