Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 36 Sedikit lebih baik


__ADS_3

Memang semua butuh proses yang cukup lama, tapi dengan keikhlasan dan kesabaran pasti hasilkan akan indah.


"Mi," panggil Alby dari depan pintu kamar.


"Iya, Mas." Azmia membukakan pintu untuk Alby.


"Apa kamu sedang sibuk?" tanya Alby.


"Tidak. Apa, Mas Alby butuh sesuatu?" tanya Azmia.


"Nggak, cuma pengen ngobrol saja berdua," ucap Alby.


"Masuklah, Mas!" Azmia mempersilakan Alby masuk ke dalam kamarnya terlihat layar laptop yang masih menyala. "Apa ada tugas dari kampus?" tanya Alby.


"Tidak," jawab Azmia.


Alby duduk di sofa tak jauh dari ranjang sedangkan Azmia duduk di sofa depan Alby.


"Mas Alby ingin Mia bikinkan kopi?" tawar Azmia.


"Tidak perlu," jawab Alby.


"Mi, apa kamu besok akan bekerja lagi?" Karena yang Alby tahu Azmia adalah pelayan kafe.


"Iya, Mas. Mia, masih ingin mengejar mimpi-mimpi Mia," jelas Azmia.


"Aku masih mampu untuk membiayai kamu kuliah, jadi kamu tidak perlu bekerja," ucap Alby.


"Bukan Mia menolak, tapi Mia ingin berusaha sendiri selagi Mia masih mampu," balas Azmia.


"Sekarang kamu adalah tanggung jawab ku." Alby memegang tangan Azmia.

__ADS_1


Azmia tersenyum melihat perlakuan manis Alby, kini Alby sudah mulai sedikit berubah.


"Mas. Mia kan masih muda. Mia juga ingin merasakan rasa lelahnya mencari rupiah."


Azmia tinggal di keluarga kaya raya tidak kurang sedikit pun namanya ekonomi. Disitulah dirinya bangkit ingin membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja bagi para pengangguran.


"Aku bangga padamu." Refleks Alby langsung mencium tangan Azmia.


Azmia jadi tersipu malu, pipinya sudah merah merona.


*


*


*


Pagi hari.


Azmia lebih senang menggunakan motornya, dia hanya menggunakan mobil saat darurat dan acara-acara tertentu.


Setelah menempuh perjalanan satu jam perjalanan kini Azmia telah sampai di parkiran kampus.


"Mia," sapa Karina.


"Pagi, Rin," ucap Azmia.


"Pagi juga, Mi," balas Karina.


"Melia, mana?" tanya Azmia yang tak melihat salah satu sahabatnya.


"Dia di antar sama Bokapnya," jawab Karina.

__ADS_1


Setelah memarkirkan kendaraan, mereka berjalan menuju ruang kelas.


"Azmia," panggil seseorang.


"Iya, ada apa Kak Dery?" tanya Mia. Dery Prayoga -- Senior Azmia.


"Ingin masuk kelas ya?" Dery basa-basi pastinya dia sudah tahulah arah jalan Azmia ke ruang kelas secara tinggal beberapa langkah sampai kelas.


"Iya, Kak," balas Azmia dengan tersenyum ramah.


"Kok tumben cuma berdua, si gembul mana?" tanya Dery.


"Oh, si Melia. Dia sedang dalam perjalanan menuju kampus," balas Azmia.


"Nanti pulang kem __." Ucapan Dery harus tertahan karena suara seseorang.


"Kita masuk dulu, Kak Dery." Bukan Azmia yang berkata melainkan Karina yang sudah kesal melihat seniornya dari tadi nerocos terus dia seperti obat nyamuk saja jalan bertiga, tapi berasa tak di anggap.


Saat sampai di depan ruangan Karina dengan cepat langsung menarik tangan Azmia masuk ke dalam.


"Sepertinya dia menyukai mu," ucap Karina.


"Hah, siapa? Kak Dery?" Azmia yang tak mengerti maksud Karina.


"Iya, siapa lagi, dari tadi nempel mu, ngoceh mulu basi tahu nggak." Karina yang kesal akhirnya mengeluarkan unek-unek dari pada dia tahan jadi penyakit.


"Ah, mungkin hanya perasaan kamu saja kali, Rin." Azmia tak percaya dengan dugaan Karina karena setahu Azmia Dery sedang dekat dengan mahasiswi senior.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2