Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 189 Ardiaz


__ADS_3

Setelah obrolan selesai mereka kembali bergabung mengobrol santai membahas kuliah dan pekerjaan, tapi obrolan harus terhenti karena waktu sudah larut malam akhirnya Melia, Derry dan Ardiaz berpamitan pulang.


Melia dan Derry satu mobil sedangkan Ardiaz membawa mobil sendiri.


Kini tinggallah Azmia dan Karina.


"Kak Derry bener-bener ngerti banget ya," ucap Karina.


"Maksudnya?" Azmia yang tak mengerti dengan ucapan Karina.


"Maksudnya itu Kak Derry bawa temen ganteng banget pas sekali pilihannya. Hati-hati Mi takut baper," ucap Karina.


"Apa sih, Rin baru juga kenal, lagi pula kita bakal ketemu malam minggu besok duang," balas Azmia.


"Udahlah, Mi gebet aja cocok kok sama kamu," ucap Karina.


"Karina nggak usah mulai deh," balas Azmia.

__ADS_1


Ardiaz memang tampan tak kalah dengan Alby. Apalagi umur Ardiaz yang masih muda membuatnya masih terlihat fresh gitu dengan gaya coolnya.


Namun, Azmia sudah berprinsip untuk fokus lebih dulu kuliah, tapi jika memang Allah sudah mentakdirkan untuknya menikah kembali ya apa boleh di kata kita hanya manusia yang bisa berencana Allah yang menentukan segalanya.


***


Setelah pulang dari cafe Ardiaz tidak pulang ke rumah. Derry mengajaknya mampir ke rumahnya lebih dulu biasalah anak muda nongkrong dulu apabila jarang sekali Ardiaz bisa main seperti ini. Maklum saja selain membantu Ayahnya di perusahaan dia juga dokter terus masih lanjut kuliah pula. Dia benar-benar harus bisa membagi waktu supaya bisa menjalani semuanya. Tugasnya di RS memang tidak full dia hanya mengambil jadwal dua hari dalam seminggu agar tidak bentrok dengan jadwal kuliahnya.


Derry dan Ardiaz ngobrol di teras rumah di temani secangkir kopi serta teman-temannya yaitu cemilan ringan.


"Gimana, Ar?" tanya Derry.


"Gimana apanya?" Ardiaz balik bertanya.


"Ya itu tadi gimana menurut lu setelah bertemu dengan Azmia?" tanya Derry.


"Dia, ok sih menurut gue. Dia juga seperti bukan perempuan yang sembarangan," jawab Derry. "Eh ... tunggu kalau nggak salah Azmia itu cewek yang dulu pernah lu ceritain ke gue kan. Cewek yang menolak lu berkali-kali, yang membuat lu patah hati. Hahaha seorang Derry di tolak satu cewek langsung parah hati," ucap Ardiaz dengan tertawa mengejek.

__ADS_1


"Sue lu," balas Derry.


"Beneran dia, Der?" Ardiaz memastikan jika tebakannya benar.


"Iya, dia. Azmia wanita yang selalu ada di hati gue, wanita yang mampu membuat gue merasakan cinta yang sesungguhnya, wanita yang mengajarkan gue banyak hal," ujar Derry. Di mata Derry. Azmia itu wanita yang spesial karena di antara para perempuan-perempuan lain hanya Azmia yang mampu melelehkan hatinya meskipun saat itu Derry punya kekasih, tapi perasaannya pada Azmia itu sangat berbeda.


"Hahaha, sesulit itukah menaklukkan hati Azmia? gue jadi penasaran." Ardiaz mulai tertantang dan ingin lebih jauh mengetahui tentang Azmia.


"Awas lu nanti baper," ucap Derry.


"Itu tidak akan terjadi," tegas Ardiaz menyakinkan Derry bahwa dia nggak akan baper pada Azmia seperti Derry yang cinta mati sama Azmia. Ya meskipun dia penasaran sih dengan Azmia.


Namun, kita nggak pernah tahu dengan takdir Allah.


"Jangan sesumbar kalau ngomong kita kan nggak pernah tahu rahasia Allah," ujar Derry. Karena Allah mampu membolak balikkan hati manusia.


"Iya juga sih," balas Ardiaz sambil beristighfar dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2