
"Nanti malam main yuk!" ajak Alby.
"Kemana?" tanya Daffa.
"Nongki aja di cafe lovely," ucap Alby.
"Cafenya tutup sampai minggu depan," balas Daffa.
"Tutup? kenapa?" tanya Alby.
"Lagi pada jalan-jalan," jawab Daffa.
"Jalan kemana?" tanya Alby.
"Pada refreshing ke kota R," jawab Daffa.
"Kok lu tahu, Daf?"
"Lihat di sosmednya lah," jawab Daffa.
"Coba lihat." Alby menyuruh Daffa membuka Ig cafe lovely.
Daffa pun membuka layar ponselnya mencari akun cafe lovely.
"Nih." Daffa memperlihatkan layar ponselnya pada Alby.
"Dia bukannya yang waktu itu di supermarket?" Alby menunjuk seseorang yang berada di foto.
"Iya," jawab Daffa.
"Siapa sih dia?" tanya Alby.
"Kepo. Sepertinya mereka cocok," ucap Daffa mulai jadi kompor.
"Gue nggak setuju," balas Alby.
"Siapa, Lu, Bambang?" tanya Daffa.
__ADS_1
"Ya, gue. Ya meskipun gue cuma mantan suaminya, tapi kan gue pernah ada dalam hidup dia," jawab Alby.
"Mantan nggak berhak ikut campur urusan pribadi mantan," ujar Daffa.
"Terserah apa kata lu. Pergi Sono ke ruangan, lu," kesal Alby langsung mengusir Daffa agar keluar dari ruangan nya.
"Lu, ngusir gue. Ok, kalau begitu. Bye." Daffa berdiri dari duduknya kemudian berjalan keluar ruangan Alby menuju ruangannya.
***
Di kediaman Pranata.
"Bagaimana, Ma? apa Mama sudah menemukan keberadaan Azmia?" tanya Rania. Kini hatinya di penuhi dengan amarah, tanpa dia cari tahu kebenarannya karena yang ada di pikirannya semua adalah kesalahan Azmia.
"Belum, Sayang, tapi kamu tenang saja mereka sudah menemukan titik terang dimana keberadaan Azmia," jawab Mama Sonia. Tadi pagi dia baru saja mendapat kabar tentang Azmia dari orang suruhannya, tapi mereka tidak bisa beraksi sekarang karena Azmia berada di samping orang-orang yang akan selalu melindunginya.
"Kenapa mereka lama sekali sih, Ma," kesal Rania.
"Sayang, kamu harus sabar dong semua itu butuh waktu nggak bisa secepat kilat. Saat ini mereka hanya bisa memantau Azmia dari jauh karena Azmia selalu berada di samping Angga dan Devan nggak mungkin mereka beraksi sekarang bisa-bisa orang suruhan Mama habis sama tuh dua anak," jelas Mama Sonia agar Rania mengerti karena sebuah pekerjaan itu pasti butuh proses apalagi beresiko seperti itu, jika waktunya tidak tepat mereka bisa habisi musuhnya.
"Selalu saja, Bang Angga. Kenapa sih Abang sayang banget sama Azmia. Padahal kan dia itu ngeselin." Rania jadi marah-marah sendiri nggak jelas.
"Iya, sih," balas Rania.
****
Di kota R.
"Azmia awas!" teriak Karina saat melihat ada mobil dari arah kiri melaju dengan kecepatan tinggi.
Mendengar teriakkan Karina Azmia langsung menoleh ke arah kiri. "A-a-a ...." teriak Azmia sambil menutup kedua matanya.
'Apa aku masih hidup,' batin Azmia.
"Kamu nggak apa-apa, Dek?" tanya Angga tepat di samping Azmia.
Mendengar suara Abangnya. Azmia perlahan membuka matanya. "Abang." Azmia langsung memeluk Abangnya dengan menangis tersedu-sedu. Sesaat kemudian dia langsung melepas pelukannya. "Siapa yang menyelamatkan Mia, Bang?" tanya Azmia.
__ADS_1
"Tuh." Angga menoleh ke samping Azmia.
"Pak Ali," ucap Azmia.
"Lu, nggak apa, Al?" tanya Angga.
"Santai saja, Ga. Gue baik-baik saja kok," jawab Ali.
"Baik-baik aja pala lu, lihat tuh tangan sama kaki lu," omel Devan.
"Cuma lecet duang nggak parah, besok juga sembuh," ucap Ali.
"Sok jadi pahlawan lu, nggak usah malu-malu di depan Adek gue." Devan berkata sambil menjitak jidat Ali.
"Sakit, Van," keluh Ali.
"Gue jitak berasa sakit lu, tangan pada besut begitu lu bilang nggak sakit." Devan menepuk tangan Ali yang lecet.
"Au, perih." Ali membalas memukul lengan Devan.
"Makanya nggak usah gengsi. Ayo! gue anterin ke puskesmas terdekat," ucap Devan.
"Bantuin," ujar Ali.
"Ente kadang-kadang ya, rasanya pengen gue tinggalin aja lu di sini," kesal Devan. Tadi bilang nggak apa-apa giliran di suruh berdiri nggak kuat. Dengan terpaksa Devan membantu Ali berdiri kemudian memapahnya menuju mobil Grab yang di pesan Devan.
Azmia dan Angga yang melihat Devan dan Ali tertawa kecil.
Angga membantu Azmia berdiri kemudian memapahnya menuju mobil grab yang di pesan Angga karena tadi mereka niatnya ingin melanjutkan refreshingnya dengan berjalan kaki nggak ada yang mobil satupun.
**Flashback
Azmia dan Karina berjalan lebih dulu dari pada yang lain. Mereka ingin mengunjungi pantai K, tapi karena posisi lokasi berada di sebrang jalan maka Azmia dan Karina harus menyebrang terlebih dahulu.
Saat lampu hijau menyala Karina dan Azmia bergegas menyebrang melewati zebra cross Karina berjalan lebih dulu, sedangkan Azmia di belakangnya, tapi tanpa mereka sadari ada mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi tepat saat Azmia hampir sampai di pertengahan jalan. Ali yang melihat itu pun langsung berlari dengan kencang Angga dan Devan ikut berlari. Ali lebih dulu sampai di lokasi kemudian dengan cepat menarik Azmia sehingga membuat mereka berdua terjatuh ke aspal.
Azmia hanya mengalami luka ringan di bagian lengan.
__ADS_1
Ali pun sama mengalami luka-luka, tapi sedikit agak parah dari pada Azmia.
**