
Beberapa hari kemudian.
Prabu mulai terdesak dengan keadaan istrinya selalu menyuruhnya untuk memberitahu Alby agar ke rumah sakit menjenguk Rania, karena hampir setiap hari Rania menanyakan Alby yang tak kunjung datang.
Dengan tekat Prabu menemui Alby di kantornya.
**
"Al, ada yang mencari lu," ucap Daffa lewat sambungan telpon.
"Siapa? suruh masuk saja," balas Alby.
"Ok." Daffa memutuskan sambungan teleponnya.
"Silakan, Pak Prabu!" ucap Daffa.
"Terima kasih, Pak Daffa," balas Prabu.
"Mari!" Daffa mengantarkan Prabu menuju ruangan Alby.
"Al," panggil Daffa dari depan pintu.
"Masuk, Daf," balas Alby.
Daffa membuka pintu mempersilakan Prabu masuk terlebih dahulu.
"Papa," ucap Alby sedikit heran dengan kedatangan mertuanya pasalnya kantor dia tidak bekerja sama dengan kantor Pranata hanya Perusahaan Wisnu yang bekerja sama.
"Apa kabar, Nak?" tanya Papa Prabu sambil menyalami Alby.
__ADS_1
"Alhamdulillah, baik, Pa. Silakan duduk, Pa!" Alby mempersilakan mertuanya duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
"Maaf, Papa mengganggu waktumu," ucap Papa Prabu.
"Tidak, Pa. Al, lagi Free," balas Alby.
"Apa ada sesuatu yang ingin Papa sampaikan?" tanya Alby.
"Begini, Nak. Sudah beberapa hari ini Rania di rawat di rumah sakit, dia selalu mencari mu bisakah, Nak Alby menjenguk Rania di rumah sakit?" pinta Papa Prabu. Awalnya dia ragu dan malu untuk menyampaikan ini, tapi demi anaknya rasa malu tertutupi oleh rasa kasihan terhadap anak kasih sayang orang tua sampai kapanpun tidak akan pernah luntur.
"Maaf, Pa. Al tidak bisa, Al tidak ingin menyakiti Azmia lagi," tolak Alby secara halus.
"Papa mohon, Nak sekali saja jenguk Rania, apapun akan Papa lakukan asalkan Nak Alby, mau menjenguk Rania," ujar Papa Prabu rela mengorbankan harga dirinya demi anak.
"Haruskah Papa berlutut di hadapanmu agar kamu mau menjenguk Rania," ucap Papa Prabu.
"Bagaimana, Nak?" Papa Prabu bertanya lagi karena tak kunjung dapat jawaban dari Alby.
"Baiklah, Pa nanti Alby akan kesana," balas Alby tak tega dengan mertuanya.
"Terima kasih banyak, Nak, kalau begitu Papa permisi dulu, maaf sudah mengganggu waktumu," ucap Papa Prabu kemudian berdiri dari duduknya menyalami menantunya terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruangan Alby.
Alby menghela nafasnya, berpikir sejenak. Jika bilang sama Azmia pasti istri akan bawel menyuruhnya kembali pada Rania, tapi jika tidak bilang takut dosa, takut Azmia mengetahui semuanya dari orang lain bisa bikin rumah tangganya renggang lagi.
"Al, ngelamun aja, awas kesambet," ucap Daffa yang masuk tanpa permisi membuyarkan lamuan bosnya.
"Kebiasaan lu kayak jalangkung tiba-tiba nonggol," omel Alby
"Kan gue emang jelmaan jalangkung, puas lu," ucap Daffa kemudian duduk di kursi depan Alby.
__ADS_1
"Pak Prabu tadi ngapain, Al?" tanya Daffa. Merasa heran tidak biasanya Prabu datang kalau tidak ada hal yang sangat penting.
"Nyuruh jenguk anaknya yang sedang sakit," jawab Alby sambil menghela nafasnya. Segitu sayangnya Ayah terhadap anaknya.
"Sakit apaan sampai kesini?" tanya Daffa.
"Entahlah, gue nggak nanyain. Pusing gue takut Azmia ngoper gue lagi kalau dia tahu," ucap Alby.
"Maksud lu?" tanya Daffa si raja kepo.
"Beberapa hari yang lalu saat gue dan keluarga makan malam tiba-tiba keluarga Pranata datang mau tidak mau di suruh gabung dong sama bokap gue karena masa iya ada besan di biarkan. Nah, saat kita selesai makan pada ngobrol, si Rania ngomong minta balikan lagi, gue tolaklah. Lha bini gue dengan entengnya ngoper gue ngerelain gue buat balikan lagi sama Kakaknya, dia pikir gue bola kali ya bisa di oper sana sini. Bingung gue sama Azmia gampang banget ikhlasin gue buat orang lain, orang mah pada menahan lakinya biar nggak tergoda sama yang lain, lha ini sebaliknya. Dia nggak cinta kali ya sama gue?" Alby menceritakan semua pada Daffa.
"Hahaha, istri Sholehah itu, Al. Kalau lu balikan sama mantan, Azmia buat gue aja, Al." Daffa bukannya memberikan solusi dia malah menambah emosi Alby.
"Dasar temen laknat lu." Alby melempar pulpen ke arah Daffa.
"Bercanda elah, lagian nih ya kalau bini lu janda, palingan juga adik lu yang bakal nikahin Azmia,"ucap Daffa.
"Gila lu," kesel Alby.
Daffa tertawa ngakak, membayangkan bagaimana kalau semua itu benar-benar terjadi lucu kali baginya.
"Sebenarnya nih, Al. Azmia bukan tidak cinta, tapi justru karena dia cinta sama lu, dia ingin lu bahagia meskipun tidak bersamanya," ujar Daffa.
"Nah, itu dia yang selalu dia bilang ke gua, tapi kan gue kasihan sama dia, gue tuh pengen dia egois gitu nggak perlu mikirin perasaan orang lain," balas Alby. Bukan tidak bangga pada istrinya, tapi jika terus memikirkan orang lain, kapan kita bahagia. Orang lain belum tentu memikirkan kebahagiaan kita.
"Istri lu terlalu baik sih, harusnya lu bersyukur punya istri seperti Azmia langka lho yang kayak dia jangan lu sakitin terus." Daffa seperti orang bener aja nasehatin Alby.
Perempuan itu jika sudah terlalu sakit maka dia akan memilih untuk pergi dari pada lelah hati jika terus bertahan, hanya wanita pilihan yang memiliki segudang kesabaran yang mampu bertahan.
__ADS_1