Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 233 Mulai misi 1


__ADS_3

Misi di mulai.


Target pertama Karina.


Karena hari libur kuliah Azmia menyibukkan diri mengecek semua laporan cafe. Sedangkan Karina pamit pulang ke rumahnya mengambil pakaian dan mengantarkan pakaian yang kotor.


**


Di tempat lain


Ali sedang menikmati secangkir teh hangat bersama Mamanya duduk di kursi yang berada di teras rumah.


"Ma, nanti Ali akan bertemu dengan Karina apa Mama mau ikut?" tanya Ali.


"Tidak, Mama ada arisan bersama ibu-ibu komplek," jawab Mama Iren.


"Baiklah, kalau begitu," ucap Ali.


"Apa kita butuh bantuan orang untuk menyelidiki ini semua?" tanya Mama Iren.

__ADS_1


"Tidak perlu, Ma. Biar Ali saja yang mengurus semuanya," jawab Ali. Dia meras tak butuh seorang detektif cukup dengan dia menggali informasi dari orang-orang terdekat Azmia saja itu sudah membantu dia dalam mengungkap semuanya.


"Kita perlu bilang ke Papa apa nggak nih?" tanya Mama Iren.


"Tidak perlu, Ma nanti takut ganggu pekerjaan Papa. Lagi pula ini kan baru feeling kita saja," jelas Ali.


"Iya juga sih," ucap Mama Iren.


Setelah menghabiskan tehnya Ali masuk kedalam kamarnya bersiap untuk pergi bertemu dengan Karina.


***


Alby sibuk dengan tumpukan dokumen yang di berikan sekretarisnya dan juga Daffa.


"Al, nanti jam sepuluh ada pertemuan dengan klien di restoran MY. Ada dua orang satu dari perusahaan Q dan satu lagi dari C mereka sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan kita semoga mereka setuju dengan penawaran kita," ucap Daffa.


"Semoga saja," balas Alby.


"Harus bisa, Al. Kalau ada Azmia mereka pasti langsung setuju dengan tawaran kita tanpa syarat," ucap Daffa entah sengaja atau memang keceplosan.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bahas itu lagi, orangnya sudah tidak ada di sini," balas Alby.


"Sorry keceplosan. Lu, kenapa nggak nyuruh Nila saja untuk bantu di perusahaan lu," ujar Daffa.


"Dia nggak akan mau, di perusahaan bapaknya aja malas-malasan," balas Alby.


"Ya lu coba aja dulu kali kalau sama suami dia nurut," ucap Daffa memberi saran kan tidak ada salahnya mencoba.


"Hari ini dia pergi bersama teman-temannya," balas Alby.


"Kok lu tahu?" tanya Daffa.


"Tadi pagi dia minta uang," jawab Alby.


"Wou, sepertinya mulai sekarang lu harus lebih kerja keras agar terus bisa menafkahi istri lu," ucap Daffa. "Kalau dulu saat sama Azmia uang lu nggak laku bagi dia, tapi sepertinya yang sekarang sebaliknya," lanjut Daffa seakan tahu betul dengan sikap ke dua wanita tersebut.


"Suka bener lu kalau ngomong. Azmia memang nggak pernah minta uang ke gue. Jangankan minta uang gue kasih ATM saja nih tuh atm utuh, gue sampai heran dengan Azmia masa selama satu tahun hidup bersama ATM dari gue cuma di jadikan pajangan di dompetnya duang nggak di pakai sepeserpun, padahal setiap bulan gue transfer terus, gue takut dia pengen shopping, perawatan atau bayar kuliah, tapi ternyata ATM itu kembali dalam keadaan utuh kartu dan isinya," jelas Alby. Dia ingat betul saat mengecek ATM tersebut tak ada pengeluaran sama sekali hingga membuat dia tak percaya karena hari gini masih ada perempuan seperti Azmia di pegangin ATM sepuasnya, tapi tidak di pakai sepeserpun.


"Sudah tidak ada yang perlu di sesali, semua sudah berlalu dan menjadi kenangan jangan kamu bandingkan dia dengan yang sekarang, karena sebagai pasangan yang baik itu kita bisa menerima kekurangan pasangan kita," ucap Daffa seperti orang sok bener.

__ADS_1


__ADS_2