Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 382


__ADS_3

 "Mia tuh jadi inget saat Mia masih bayi di asuh oleh keluarga Pranata sama seperti Alnia yang akan kita asuh. Meskipun penuh kasih sayang, tapi tak merasakan pelukan hangat seorang Ibu. Akan tetapi Mia lebih beruntung karena Mama dan Papa masih ada meskipun baru bertemu di saat Mia sudah dewasa. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik ya, Kak. Mia nggak mau Alnia seperti Azmia yang merasakan pedihnya kehidupan meski hidup dalam keluarga yang kaya raya. Mia __." Azmia mengehentikan ucapannya karena Revan lebih dulu menyahutnya.


 "Stop!" Revan menutup mulut Azmia dengan jari telunjuknya, kemudian menggelengkan kepalanya. Memberi isyarat bahwa Azmia tak boleh melanjutkan lagi ceritanya. Revan bukan tidak ingin mendengar curhatan istrinya, tapi dia nggak mau istrinya mengingat kejadian di masa lalu. Kehidupan yang penuh dengan kenangan menyedihkan.


  "Sampai kapanpun aku akan selalu menyayangimu dan Alnia, sayang." Revan mengecup kening Azmia.


  Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba Alnia menangis. Azmia dan Revan langsung bergegas turun dari ranjang menghampiri putrinya.


  "Sayang, putri Bunda kenapa menangis?" Azmia langsung mengangkat tubuh Alnia dari keranjang tidurnya.


  "Kenapa, Ay?" tanya Revan.


 "Mungkin Alnia haus, Kak," jawab Azmia.


 "Biar Ayah buatkan susu ya, baby," ucap Revan.


 "Iya, Ayah," balas Azmia dengan nada anak kecil.


Revan segera membuatkan susu sedangkan Azmia mengendong Alni.


 "Susunya sudah jadi nih, sayang." Revan memberikan botol susu pada Azmia

__ADS_1


 "Terima kasih, Ayah," ucap Azmia.


  "Sama-sama, Bunda," balas Revan.


 "Susunya sudah jadi nih, sayang sekarang Nia minum susu dulu ya." Azmia membaca basmalah terlebih dahulu sebelum memberikan susu pada Alnia.


***


Di kamar lain


Kamar yang berdampingan membuat Alby bisa mendengar suara dari kamar yang berada di sampingnya.


 Saat Alby mendengar tangisan Alnia ingin sekali dia menuju kamar Adiknya, tapi itu tidak mungkin. Meskipun Alnia putrinya, akan tetapi dia juga harus menjaga perasaan adiknya. Alby tak ingin Revan menjadi salah paham.


Alby menyandarkan tubuhnya di tembok pembatas kamar dia dan Revan agar bisa mendengar suara dari kamar Revan.


***


Di tempat lain


 Bunda duduk di bangku samping rumah bersantai sambil menikmati bunga-bunga yang ada di depannya.

__ADS_1


 "Bunda kenapa?"


"Kamu, Van," ucap Bunda saat melihat seseorang yang datang menghampirinya.


 Revan duduk di samping Bunda.


"Apa ada masalah?" tanya Revan menyelidik.


 "Tidak, Bunda hanya ingin duduk saja di sini," jawab Bunda.


 "Kalau ada masalah cerita saja, Bun. Revan akan menjadi pendengar yang baik," ujar Revan.


 "Anak bontot Bunda sekarang sudah dewasa ya," balas Bunda sambil menatap ke arah putranya dengan tersenyum kecil.


  "Sekarang anak Bunda sudah pada dewasa, tapi di mata Bunda kalian tetaplah Putra kecil Bunda. Apapun yang terjadi Bunda akan selalu ada untuk kalian."


 "Van, Bunda tuh kasihan sama Mas mu," ucap Bunda Rita.


"Kasihan kenapa, Bun?" tanya Revan..


"Kamu lihat aja sekarang wajahnya pucet, acak-acakan nggak seperti biasanya, apalagi dia habis berduka kehilangan istrinya, dia juga harus jauh sama putrinya. Bunda minta tolong padamu agar membantu Mas mu bangkit dari semua ini," ucap Bunda.

__ADS_1


"Iya, Bun."


__ADS_2