Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 193 Bikin dag dig dug


__ADS_3

Di kamar.


Azmia bersiap untuk pergi makan malam bersama mantan suaminya.


"Cie ... yang mau jalan cantik banget," goda Karina.


"Biasa aja," balas Azmia.


"Kalian mau makan dinner dimana?" tanya Karina.


"Di restoran MY," jawab Azmia.


"Bawa mobil sendiri kesana?"


"Di jemput Kak Diaz," jawab Azmia.


Tadi sore Ardiaz memberi kabar kalau dia akan jemput Azmia di cafe.


"Asyik," ucap Karina.


"Udah, ah mau pergi bye," pamit Azmia kemudian berjalan keluar dari ruangannya karena Ardiaz sudah menunggu di parkiran cafe lovely.


"Hati-hati," ucap Karina.


"Iya," balas Azmia.


Saat Azmia tiba di lantai bawah pandangan para karyawan langsung tertuju padanya. "Cantik banget, Mba mau pergi?" tanya Novi.


"Iya, Nov. Pergi dulu ya," pamit Azmia pada Novi.


"Iya, Mba," balas Novi.


Setelah berpamitan pada Novi. Azmia melanjutkan langkahnya keluar cafe menuju parkiran.

__ADS_1


"Mba Mia mau kemana tuh cantik banget?" tanya salah satu karyawan pada Novi sambil menyenggol bahu Novi.


"Malam mingguan kali," jawab Novi asal dia sendiri juga nggak tahu. Enggak berani nanya juga.


"Sepertinya begitu," sahut karyawan lainnya. Karena Azmia tampil sedikit berbeda jadi membuat para karyawan bertanya-tanya. Namanya orang mau pergi ya pasti kan tampilannya lebih rapi, apalagi mau bertemu dengan mantan harus syantik.


"Sudahlah jangan ghibahin Mba Mia biarkan dia bahagia. Ayo, lanjut kerja! noh ada pengunjung datang," ucap Novi menghentikan obrolan para karyawan agar lanjut berkerja lagi.


**


Di parkiran


"Assalamualaikum," ucap Azmia di samping mobil Ardiaz.


Hari ini Ardiaz membawa mobil karena nggak mungkin bersama Azmia dia naik motor.


"Wa'alaikumussalam. Masuk!" Ardiaz mempersilakan Azmia masuk. Ardiaz udah berada di dalam mobil dia sengaja nggak keluar dari mobil hanya jendela saja yang dia buka.


"Baiklah." Azmia mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil duduk di samping Ardiaz.


"Kakak baru pulang tugas?" tanya Azmia saat melihat jas putih tergeletak di bangku belakang.


"Iya," jawab Ardiaz.


"Maaf ya, Kak jadi ngerepotin Kak Diaz," ucap Azmia.


"Enggak apa kok santai saja," balas Ardiaz dengan tersenyum kecil sambil menoleh ke arah Azmia sesaat kemudian kembali fokus menyetir.


"Mia jadi nggak enak, Kak Diaz pasti capek. Apa kita batalin aja ya dinnernya?" ujar Azmia.


"Kok berhenti, Kak?" tanya Azmia yang heran karena Ardiaz tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.


Ardiaz menoleh ke arah Azmia.

__ADS_1


"Kalau kamu ingin batalkan dinner dengan mantan suami kamu saya nggak apa, tapi kita dinner berdua gimana?" ucap Ardiaz dengan tersenyum.


Azmia terdiam. Niat hati kan membatalkan dinner karena kasihan sama Ardiaz, kenapa malah ngajak dinner berdua.


"Kok diam?" tanya Ardiaz. "Saya hanya bercanda Mi, kita lanjutkan saja niat kita dari awal. Lagi pula kan kita sudah deal dan Saya bersedia bantuin kamu," ucap Ardiaz. Dia nggak mau di bilang orang yang tidak bisa menepati janji.


"Baiklah, terima kasih ya Kak," ujar Azmia.


"Sama-sama," balas Ardiaz kemudian menyalakan mobilnya lagi melanjutkan perjalanannya.


Alhamdulillah, hampir saja bikin aku punya penyakit jantung, batin Azmia. Tadi saat Ardiaz tiba-tiba menghentikan mobilnya Azmia sudah dag dig dug apalagi saat Ardiaz bilang dinner berdua bikin Azmia terkejut.


Ternyata dia lucu juga, batin Ardiaz. Eh, inget Ardiaz jangan sampai baper. Ardiaz memperingatkan pada dirinya sendiri.


**


Di tempat lain.


"Mas kita mau kemana sih?" tanya Nila.


"Makan malam bersama sepupu saya yang saat itu ketemu kamu di rumah Bunda, kamu masih ingat kan?" tanya Alby.


"Oh, kalau nggak salah namanya Azmia ya," ucap Nila.


"Iya," balas Alby.


"Kita makan malam di mana?" tanya Nila yang belum tahu karena Alby tak bercerita padanya.


"Di restoran MY," jawab Alby.


"Oh."


Kira-kira Azmia sama siapa ya perginya, batin Alby sambil menyetir. Matanya fokus ke depan, tapi hatinya gelisah, pikirannya melayang memikirkan Azmia.

__ADS_1


__ADS_2