
"Bun, Al boleh bicara sebentar dengan Azmia?" Alby menghampiri Bunda dan Azmia yang sedang berada di gazebo samping rumah, ia meminta izin pada Bunda untuk berbicara berdua dengan adik iparnya.
Bunda menoleh ke arah Azmia yang sedang sibuk dengan layar laptopnya.
"Sayang," panggil Bunda dengan lembut.
"Iya, Bun." Azmia menoleh ke arah Bunda.
"Alby ingin bicara padamu," ucap Bunda.
Azmia menoleh ke arah Alby dengan tatapan tanya.
"Mau bicara sebentar," ucap Alby saat Azmia menatapnya.
Azmia hanya terdiam.
Bunda yang melihat tak ada reaksi dari Azmia akhirnya Bunda yang memberikan jawaban.
"Sayang, mungkin ada sesuatu yang ingin Alby sampaikan padamu, kalian ngobrol saja Bunda tinggal ke dapur sebentar," ucap Bunda sambil mengelus lembut punggung Azmia. Bunda mengerti tentang hati putrinya yang merasa bingung.
Setelah berbicara pada Azmia Bunda berdiri dari duduknya berjalan menuju ke arah dapur.
__ADS_1
"Boleh duduk?" Alby meminta izin pada Azmia sebelum dia duduk.
"Silakan!" Azmia mempersilakan Alby duduk.
Setelah mendapat persetujuan dari Azmia. Alby duduk samping Azmia.
"Maaf Mas mengganggu waktumu," ucap Alby.
"Memangnya ada apa, Mas?" tanya Azmia to the poin.
"Mas hanya ingin memberikan ini padamu." Alby memberikan kartu atm milik Azmia yang dulu saat masih bersamanya.
"Kenapa, Mas memberikan pada Mia?" tanya Azmia.
"Mia tidak berhak menerima semua ini, Mas. Selama nikah, Mia kan tidak pernah memberikan hak istri pada Mas Alby. Lebih baik Mas ambil kembali isinya dan Mas buang saja kartunya supaya tak jadi pengingat kebersamaan kita dulu," balas Azmia. Dia masih tetap menolak menerima ATM tersebut bukan berarti dia sok kaya, tapi dia merasa kurang pantas menerimanya.
"Jangan bahas tentang itu. Mas memahami betul bagaimana keadaan kita. Kamu tetap istri Mas sah secara agama dan negara jadi Mas tetap wajib memberikan nafkah kepadamu. Kali ini Mas akan memaksa agar kamu menerima, jika kamu tidak menginginkan isinya maka kamu bisa pergunakan uang tersebut untuk hal yang bermanfaat," ucap Alby.
"Baiklah kalau begitu, Mia akan sumbangkan uang ini pada orang-orang yang membutuhkan," balas Azmia akhirnya menerima ATM tersebut dengan tujuan ingin berbagi pada yang membutuhkan.
"Mas setuju," ucap Alby.
__ADS_1
** Di lantai dua.
Seseorang terus mengamati obrolan mantan suami istri yang sedang berbincang-bincang di gazebo. Orang tersebut terus saja memperhatikan gerak gerik Azmia dan Alby dari jendela kamarnya.
"Apa Mba Nila tahu soal ini?" tanya Azmia.
"Tidak," jawab Alby.
"Kenapa, Mas Alby tidak memberitahu Mba Nila, Mia takut akan terjadi kesalahpahaman," ucap Azmia.
"Kamu tenang saja, nanti Mas akan ceritakan padanya," balas Alby.
"Satu lagi, apa Mas sudah merapikan semua foto pernikahan kita dulu?" tanya Azmia dengan sedikit ragu-ragu.
"Semua sudah aman, kamar kita yang dulu sudah Mas bersihkan, tapi Mas nggak membuangnya Mas simpen di gudang," ujar Alby.
"Kenapa tidak di bakar saja?" tanya Azmia.
"Semua kenangan itu boleh tergantikan, tapi tidak dengan foto-foto kita, meski di dalam foto tersebut penuh dengan tragedi awal dan akhir yang menyakitkan, tapi Mas akan tetap menyimpannya," jelas Alby.
"Untuk menjaga dua hati yang kini bersama kita, Mas. Mia nggak mau ada kesalahan pahaman," ucap Azmia.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja, kamu tenang aja," balas Alby mencoba menyakinkan Azmia.