Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 351 Kutukan boneka


__ADS_3

"Ay, kamu dimana?" tanya Revan lewat pesan chat yang dia kirim pada istrinya.


"Astaghfirullah, Kak maaf Mia lupa bilang. Mia main ke rumah Mami," jawab Azmia membalas pesan suaminya.


"Oh, yasudah kalau begitu," ucap Revan.


"Kakak kesini ya." Azmia menyuruh Revan agar menyusulnya ke rumah Mami.


"Ok, Kakak mandi dulu," balas Revan.


******


Di tempat lain


Delisa dengan semangat merapikan baju memasukkannya ke dalam koper.


"Jangan bawa pakaian terlalu banyak, Kita kan hanya beberapa hari saja di rumah," ucap Ardiaz saat melihat istrinya memasukkan pakaian.


"Iya, Mas," balas Delisa.


"Besok kita berangkat jam berapa, Mas?" tanya Delisa.


"Mas ngambil yang jadwal pemberangkatan pagi supaya sampai rumah sore," jawab Ardiaz.


"Iya, bener," ucap Delisa.


"Kamu lelah nggak sih, Del?" tanya Ardiaz.


"Maksud, Mas Diaz?" Delisa balik bertanya pada suaminya.


"Ya, kamu lelah jika kita harus berjuang seperti ini?" Ibarat kata ikut banting tulang.


Mendengar ucapan suaminya yang begitu serius Delisa menghentikan aktivitasnya kemudian menatap ke arah suaminya.


"Mas, lihat Delis. Saat Delis menentukan pilihan untuk hidup bersama kamu, maka apapun yang terjadi Delis sudah siap nggak ada kata lelah selagi Mas selalu ada di samping Delis," balas Delisa sambil memegang tangan suaminya.


"Terima kasih, Mas akan selalu berjuang agar bisa membahagiakan mu." Ardiaz berkata sambil mencium tangan istrinya.


Tanpa membalas ucapan suaminya, Delisa langsung memeluk erat laki-laki yang berada di hadapannya. Rasa syukur yang tiada henti dia panjatkan pada sang ilahi karena apa yang dia inginkan Allah ijabah. Laki-laki yang dulu sulit untuk dia taklukkan dengan ketentuan Allah kini bisa hidup bersamanya.


*****

__ADS_1


Tempat lain


Setelah membersihkan diri Revan bergegas menyusul istrinya.


Tak butuh waktu lama untuknya tiba di rumah Angga.


"Assalamualaikum," ucap Revan di depan pintu rumah Angga.


"Wa'alaikumussalam," balas seseorang dari dalam kemudian membukakan pintu untuk Revan.


"Cari siapa ya, Den?" tanya Art di rumah Angga karena dia baru pertama kali melihat Revan.


"Azmia ada, Bi?" tanya Revan.


"Oh, Non Mia, ada Den. Mari silakan masuk!" Art mempersilakan Revan masuk ke dalam dan mempersilakan Revan untuk duduk di sofa.


"Saya panggilkan Non Mia dulu ya, Den," pamit Art.


Revan mengangguk sebagai jawaban.


Art meninggalkan Revan berjalan menuju ruang keluarga.


"Permisi, Nyonya di depan ada tamu yang mencari Non Mia," ucap Art di pintu masuk ruang keluarga.


"Haduh bibi lupa tidak tanya namanya, Nyonya. Orang masih muda, ganteng," jawab art.


"Mungkin Kak Revan, Mi, tadi dia bilang ingin nyusul ke sini," ujar Azmia.


"Bi, tolong tamunya suruh ke sini saja ya," ucap Azmia.


"Baik, Non," balas Art. Kemudian dia melangkahkan kakinya kembali ke ruang tamu.


'Memangnya laki-laki itu siapa ya kok di suruh ke ruang keluarga. Apa dia bagian dari keluarga sini ya, tapi aku nggak pernah liat,' batin Art yang merasa heran karena tumben sekali ada tamu yang langsung di suruh masuk ke ruang keluarga tanpa di lihat terlebih dahulu. Saat acara pernikahan Azmia art tidak datang karena sedang pulang kampung sehingga dia mengenal Revan.


"Aden, kata Non Mia di suruh ke ruang keluarga," ucap art saat tiba di ruang tamu.


"Kalau boleh tahu ruang keluarganya sebelah mana ya, Bi?" tanya Revan karena dia belum pernah masuk-masuk ke dalam rumah Angga.


"Aden lurus saja ke situ nanti belok ke kiri." Art memberi arahan pada Revan.


"Terima kasih, Bi," ucap Revan.

__ADS_1


"Sama-sama, Den," balas Art.


Revan beranjak dari duduknya berjalan menuju ruang keluarga sesuai arahan art.


"Assalamualaikum," ucap Revan depan pintu masuk ruang keluarga.


"Wa'alaikumussalam, masuk, Nak," balas Mami mempersilakan Revan masuk ke dalam.


Melihat suaminya datang Azmia segera berdiri dari duduknya menghampiri Revan menyalami tangan suami tercinta. "Mari, Kak!" Azmia mengajak Revan duduk di sofa bergabung bersama Mami yang sedang menyaksikan acara televisi.


"Apa kabar, Mi?" tanya Revan sambil menyalami mertuanya.


"Kabar baik, Van. Duduk!" Mami mempersilakan menantunya duduk bergabung bersamanya.


"Bang Angga sama Papi belum pulang, Mi?" tanya Revan.


"Katanya sih ada meeting jadi pulang terlambat," jawab Mami.


"Gimana kabar Bunda dan Ayah mu, Van?" tanya Mami.


"Alhamdulillah baik, Mi," jawab Revan.


"Mi, lihat tuh dia selingkuh di belakang istrinya. Emang dasar laki-laki belum pernah ngerasain di lempar sepatu yang haknya tinggi. Padahal kan istrinya cantik ya, Mi," ucap Azmia.


"Iya, laki-laki kurang bersyukur tuh begitu. Udah punya istri cantik masih saja kurang. Mami suka heran sama laki-laki, apa sih yang dia cari dari wanita lain kan sama aja istri sama selingkuhan sama-sama perempuan," balas Mami menanggapi ucapan Azmia.


'Dasar ya emak-emak kalau nonton TV pasti heboh sendiri,' batin Revan.


"Entahlah, Mi. Padahal kan kalau memang nyari kepuasan enakan juga sama istri halal, nggak dosa malah tambah pahala," ujar Azmia.


"Iya betul tuh, Sayang. Mami suka kesel kalau ada laki-laki yang main di luar karena istrinya kurang cantik. Kalau memang kurang cantik kenapa dia nggak bawa saja ke dokter kecantikan ya kan? pengen istri cantik, tapi nggak mau modal ya sulit," balas Mami.


"Bener banget, Mi. Laki-laki tuh kalau sama istri ekonomi sulit, tapi giliran sama yang lain sok kaya, seakan lupa bahwa doa istri yang terdzolimi itu mustajab," ucap Azmia.


"Kalau Mami jadi wanitanya bakal Mami kutuk jadi boneka biar bisa mami pukul tanpa ada perlawanan," balas Mami.


Mendengar ucapan Mertuanya Revan yang sedang minum sampai tersedak.


"Kakak nggak apa-apa?" tanya Azmia sambil mengelus lembut punggung suaminya.


"Enggak apa kok, Dek," jawab Revan.

__ADS_1


'Astagfirullah hampir aja gue mati keselek gara-gara mereka berdua. Emang sulit melawan emak-emak yang sakit hati. Enggak kebayang jika terjadi beneran tuh laki di kutuk jadi boneka,' batin Revan jadi membayangkan ucapan Mertuanya.


Memang ya terkadang jika sedang sakit hati suka khilaf ngomong nggak terkontrol doa jelek keluar dari mulut. Makanya bapak-bapak jangan suka bikin istri marah kalau di kutuk jadi boneka beneran gimana? Hayo.


__ADS_2