
Di kampus.
Azmia, Karina dan Melia mereka bertiga duduk bersantai menunggu dosen masuk. Kebiasaan emak-emak kalau sudah ngumpul nggak jauh-jauh dari kata ngobrol.
"Sepertinya hari ini ada yang beda ya?" tanya Melia yang merasa ada sesuatu di antara mereka bertiga.
"Apa yang beda, Mel?" Karina tanya balik.
"Entah, apa mungkin perasaan ku saja kali ya," jawab Melia.
"Iya, kali," sambung Azmia.
"Ah ... tapi memang ad __." Ucapan Melia harus terhenti karena dosen masuk.
"Selamat pagi, Pak," balas semua mahasiswa
"Hari ini, Saya membawa berita bagus untuk kalian," ucap Devan.
"Apa tuh, Pak?" teriak para mahasiswa.
"Tenang dulu, sabar," ucap Devan menenangkan mahasiswinya. Biasalah ya para cewek tuh kalau lihat cowok ganteng dikit langsung kayak orang kesurupan.
"Kuy," lanjut Devan sambil tepuk tangan sekali.
"Selamat pagi, semua," sapa seseorang baru berjalan masuk dengan gagah dan cool.
"Wow," teriak para mahasiswi. Ruang kelas yang tadinya tenang kini jadi heboh saat melihat seorang laki-laki masuk ke dalam kelas mereka.
"Boleh kenalan nggak, Pak?" teriak seorang mahasiswi.
"Tenang-tenang. Harap semua diam!" tegas Devan. Membuat semua langsung terdiam.
"Ini adalah dosen baru kalian pengganti Bu Ely dan Saya karena mungkin mulai minggu depan Saya jarang aktif di kelas," jelas Devan. Kemudian mempersilakan dosen baru untuk memperkenalkan diri.
"Tak kenal maka tak sayang, jadi sebelum saya mengisi mata kuliah di sini alangkah baiknya jika kita saling mengenal terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Ali Ardiansyah Bakhri kalian bisa panggil saya Ali atau Ardian cukup sekian perkenalan dari saya terima kasih," ucap Pak Ali.
__ADS_1
"Pak boleh tanya?"
"Silakan!" jawab Pak Ali.
"Pak Ali sudah punya kekasih belum? saya siap lho jadi pendamping hidupmu," ucap salah satu mahasiswi.
"Ho ...." Sorak para mahasiswa lainnya.
"Saya masih sigle," jawab Pak Ali.
"Sudah-sudah perkenalan sudah selesai sekarang kita mulai buka buku kalian," ucap Devan.
"Lu, bisa duduk di kursi itu supaya lebih mengetahui terlebih dahulu para mahasiswa," lirih Devan mempersilakan Ali agar duduk di kursinya.
Setelah selesai mata kuliah Azmia, Karina dan Melia sebelum pulang mereka lebih dulu nongki di cafe depan kampus. Cafe yang menyediakan berbagai macam menu.
"Rin, aku somay," ucap Azmia.
"Aku samain aja," sambung Melia.
Azmia dan Melia mencari tempat duduk sedangkan Karina yang memesan makanan.
"Kok belum pulang, Dek?" tanya Devan tepat di samping tempat duduk Azmia.
"Kakak, Mia lagi pengen makan dulu bareng yang lain. Kakak sudah selesai ngajarnya?" tanya Azmia.
"Sudah, boleh gabung?"
"Silakan!" balas Azmia karena tempatnya lesehan jadi muat banyak.
"Kenalin, Li. Ini Adek gue namanya Azmia. Azmia mengangguk sambil tersenyum.
Yang di sampingnya namanya Melia." Devan memperkenalkan mereka pada Dosen baru.
Satu lagi kemana?" tanya Devan yang tak melihat batang hidung Karina.
__ADS_1
"Lagi antri," jawab Azmia dan Melia bersama.
"Kakak nggak pesan makanan?" tanya Azmia.
"Sudah," jawab Devan.
"Hallo, Pak Ali, Pak Devan," sapa mahasiswi yang melihat keberadaan Ali dan Devan. Mahasiswi yang kecentilan.
Devan dan Ali hanya membalasnya dengan senyuman.
"Duh, pangeran hati gue gaes. Gue jadi bingung pilih yang mana pak Devan atau pak Ali ya."
"Jangan berkhayal terlalu tinggi."
"Iya nanti kalau jatuh sakit," sambung yang lain.
"Lagi pula belum tentu mereka mau sama lu," sambung satunya lagi.
"Temen nggak ada akhlak lu semua."
"Hahaha."
Ocehan para mahasiswi.
Tak lama Karina datang membawa nampan berisi tiga piring somay dan tiga gelas es jeruk peras. Di belakang Karina ada salah satu karyawan cafe yang membawa pesanan untuk Devan dan Ali.
"Eh, ada Pak Devan dan Pak Ali," ucap Karina.
"Iya," balas Devan.
"Kakak kenapa nggak mengajar lagi?" tanya Azmia.
"Papa ada tugas keluar kota jadi Kakak harus di gantiin beliau ngurus perusahaan," jawab Devan.
"Oh," ucap Azmia sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Mereka makan sambil sesekali mengobrol.