
Selesai membeli beberapa barang dan makanan yang akan di buat bingkisan Bunda dan Alby pulang ke rumah.
"Kita buat acara di rumah atau langsung ke yayasan aja, Al?" tanya Bunda meminta pendapat anaknya.
"Langsung saja lebih bagus deh, Bun supaya nggak ada orang yang lihat," jawab Alby.
"Baiklah, kalau begitu nanti kamu kasih tau adikmu supaya membantu membawa barang-barang yang akan kita bagikan," ucap Bunda Rita.
"Iya, Bun," balas Alby.
Setelah barang sudah di turunkan dari mobil Bunda, Mba Lasmi serta Alby mulai mengemas untuk bingkisan.
*
*
*
Di tempat lain
Pasangan suami istri yang sedang berdiri di pintu tengah melihat keadaan cafenya.
"Alhamdulillah sekarang cafe kita mulai ramai ya, Mas," ucap Delisa.
"Iya, Dek. Kita harus lebih semangat lagi nih," balas Ardiaz.
"Iya, Mas. Oh, iya, Mas jangan lupa juga kita harus berbagi dengan yang lain karena kan apa yang kita hasilkan bukan semata-mata milik kita semua, di dalam itu ada hak milik orang yang membutuhkan," ujar Delisa memberi tahu suaminya.
"Masya'Allah istriku sekarang pinter ya," balas Ardiaz.
__ADS_1
"Dari dulu aku memang pinter, Mas," ucap Delisa.
"Iya aja deh," balas Ardiaz dengan tertawa kecil.
"Oh, iya, Mas gimana kalau minggu ini kita bikin pengajian sekalian berbagi dengan anak yatim serta orang-orang yang membutuhkan bantuan." Delisa memberi ide.
"Kamu atur saja." Ardiaz menyetujui ide istrinya.
"Ok, Pak Bos."
'Terima kasih ya Allah atas segala yang Engkau berikan pada kami dalam kelancaran usaha kami, amin.'
'Saat aku melihat seperti ini, aku selalu teringat padamu, Mi. Terima kasih, Mu berkat saran mu kini cafe ku mulai di lirik orang,' batin Delisa.
"Kenapa bengong?" tanya Ardiaz saat melihat istrinya tiba-tiba diam mematung.
"Mas, bikin kaget aja," keluh Delis saat Ardiaz menepuk pundaknya.
"Enggak kok, Mas," jawab Delisa.
"Ya sudah yuk, sekarang kita kembali ke dapur." Ardiaz mengajak istrinya ke dapur lagi.
"Iya, Mas." Delis mengangguk kemudian mengikuti langkah suaminya.
*
*
*
__ADS_1
Kembali ke rumah Bunda Rita
Semua sudah berkumpul Azmia, Revan, Karina dan Daffa. Mereka sudah tiba di kediaman Bunda setelah mendapatkan telpon dari Alby.
Selesai membuat bingkisan yang akan di bagikan. Kini mereka bersiap untuk memindahkan ke dalam mobil.
"Alnia, sama Papa ya," ucap Alby saat menggendong Alnia.
Alnia tersenyum kecil membalas ucapan Papanya.
"Nia, bikin nenda gemes deh." Bunda Rita mencoel pipi Alnia yang cubby.
"Sayang, Alnia biar sama kita ya." Bunda meminta ijin pada Azmia.
"Iya, Bun." Azmia mengizinkan Alnia bersama mertua dan Kakak iparnya.
"Ini susu Nia, Bun." Azmia memberikan tas berisi perlengkapan Alnia dari susu, botol, termos dan air.
Alnia pun satu mobil dengan Alby dan Bunda. Azmia dan Revan. Karina dan Daffa.
Mereka pergi menggunakan tiga mobil. Sedangkan Ayah Wisnu menyusul karena masih ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.
"Kita kemana dulu, Ay?" tanya Revan.
"Katanya sih ke yayasan anak yatim terlebih dahulu, selanjutnya ke panti jompo," jawab Azmia.
"Enggak nyangka ya ternyata Mba Nila ada sisi baiknya juga," ujar Revan.
"Setiap orang itu pasti memiliki sikap yang baik hanya saja kita tak pernah tahu. Mungkin hanya di depan kita Mba Nila bersikap sensitif, kita kan nggak pernah tahu sifat dia di belakang. Kita doakan saja semoga Mba Nila bahagia dan mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT," balas Azmia.
__ADS_1
"Amin."
"