Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 194 Calon Suami


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap seseorang dalam sambungan telepon.


"Wa'alaikumussalam."


"Lagi dimana?"


"......"


"Sibuk nggak?"


" ........."


"Mau ikut gue nggak?"


"Kemana?"


"Menjalankan misi."


"......."


"Nanti juga lu tahu sendiri."


"........"


"Ok, gue jemput sekarang." Sambung telpon terputus.


****


Di restoran MY


"Apa sudah pesan meja, Mi?" tanya Ardiaz sebelum melangkah masuk kedalam restoran.


"Sudah, Kak," jawab Azmia.


"Disini tugas Saya jadi pacar kamu, jadi kita harus kompak supaya mantan kamu itu percaya kalau kita pasangan kekasih beneran," ucap Ardiaz.


"Iya, tapi Kak Diaz jangan yang aneh-aneh ya," tegas Azmia.


"Siap, tenang saja," ujar Ardiaz meyakinkan Azmia. "Yaudah yuk masuk!" Ardiaz mengajak Azmia segera masuk kedalam restoran.


Azmia mengangguk kemudian mereka berjalan bersama masuk ke dalam restoran.


"Selamat malam, selamat datang di restoran MY," sapa karyawan yang berjaga di samping pintu.


"Malam, Mba. Kami sudah pesan tempat atas nama Pak Alby," ucap Azmia.


"Baik, Kak. Mari!" Karyawan tersebut mempersilakan Azmia dan Ardiaz masuk kemudian mengantarkan Azmia ke tempat yang sudah di pesan oleh Alby.


"Saya permisi dulu, Kak," ucap Karyawan tersebut setelah tiba di meja yang di pesan Alby.


"Terima kasih, Mba," ucap Azmia.


Karyawan tersebut mengangguk kemudian berjalan pergi meninggalkan Azmia dan Ardiaz.


"Silakan!" Ardiaz menarik satu kursi untuk Azmia.


"Terima kasih," ucap Azmia kemudian duduk di kursi tersebut.


Setelah itu Ardiaz juga duduk di kursi samping Azmia.


"Ternyata selera mantan kamu lumayan juga ya," ucap Ardiaz. Karena Alby memesan restoran mahal terus meja khusus mereka sudah di dekor sesuai keinginan Alby. Alby juga menyewa ruangan lantai dua khusus untuk dinner bareng jadi nggak ada pengunjung lain selain mereka berempat.

__ADS_1


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman.


Gue jadi penasaran seperti apa mantan suami Azmia sepertinya dia dari kalangan atas, batin Ardiaz.


"Kamu mau pesan duluan?" tanya Ardiaz.


"Nanti saja, Kak," jawab Azmia.


"Selamat malam," ucap Alby yang baru datang.


"Malam juga," balas Azmia dan Ardiaz bersama. Kemudian mempersilakan Alby dan Nila duduk.


"Hai, Mia apa kabar?" tanya Nila sambil cipika cipiki biasalah cewek kalau ketemu.


"Alhamdulillah, baik Mba," jawab Azmia.


Alby duduk berhadapan dengan Ardiaz. Sedangkan Nila duduk berhadapan dengan Azmia.


"Maaf kalian jadi menunggu," ucap Alby.


"Tidak apa kok, Mas. Kami juga baru sampai," jawab Azmia. "Oh, iya kenalin ini Kak Ardiaz." Azmia memperkenalkan Ardiaz pada Alby dan Nila.


"Ardiaz," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Oh, jadi ini mantan Azmia lumayan juga kenapa mereka bercerai ya, batin Ardiaz mulai kepo.


"Alby." sambil menerima uluran tangan Ardiaz.


"Nila."


"Apa, dia pacar kamu, Mi?" tanya Nila.


"Saya calon suami Azmia," jawab Ardiaz.


Ardiaz membalasnya dengan senyuman manis.


Ah, Kak Diaz kenapa harus bilang begitu sih, batin Azmia.


"Wah ... ternyata Azmia sudah punya calon suami?" tanya Nila.


Azmia hanya membalasnya dengan tersenyum kikuk.


"Mba Nila sudah lama pacaran sama Mas Alby?" tanya Ardiaz.


"Baru satu bulan," jawab Nila.


"Kalian mau pesan apa?" tanya Alby sengaja menghentikan obrolan Ardiaz dan Nila.


"Kamu mau pesan apa, sayang?" tanya Ardiaz pada Azmia. Dia mulai berakting.


"Samain aja, Kak," jawab Azmia sambil memasang senyum yang terpaksa.


"Mba saya mau ini saja dua ya," ucap Ardiaz pada salah satu karyawan restoran yang di panggil Alby.


"Sayang, aku mau makan ini ya," ucap Nila sambil menunjuk ke arah buku menu.


"Iya, sayang," balas Alby yang tak mau kalah dengan Ardiaz.


Sambil menunggu makanan datang mereka mengobrol.


"Azmia tinggal di mana?" tanya Nila.

__ADS_1


"Mia tinggal di cafe tempat Mia kerja, Mba," jawab Azmia.


"Oh, kerja di mana?" tanya Nila.


"Saya karyawan cafe lovely," jawab Azmia.


"Memangnya rumah kamu jauh ya kok tinggal di cafe?" tanya Nila.


"Ya begitulah, Mba," jawab Azmia berbohong. Dia nggak mungkin berkata yang sejujurnya. Meskipun berbohong itu dosa. Bukan tidak mau memperkenalkan keluarga Pranata, tapi dia kan bukan anak asli dari mereka jadi lebih baik berbohong demi kebaikan bersama.


"Kenapa nggak tinggal bersama keluarga Mas Alby saja? kan kalian sepupuan," ucap Nila.


"Azmia ingin belajar mandiri, Mba," balas Azmia. Sekilas menatap ke arah Alby.


Kenapa Azmia bohong ya, terus kok Mba Nila bilang Azmia sepupu Mas Alby sih apa Mba Nila belum tahu yang sesungguhnya atau gue yang di bohongi Azmia. Jadi pusing gue ini yang bener yang mana nih, batin Ardiaz.


Tak lama pesanan mereka datang.


"Mari makan!" ucap Nila.


Semua mengangguk kemudian mulai memasukkan makanan ke dalam mulut mereka masing-masing.


"Sayang, cobain deh ini enak banget," ucap Nila memberikan sesendok makanan miliknya pada Alby.


"Enak kan?" tanya Nila setelah Alby memakannya.


"Lumayan," jawab Alby.


"Sayang, maaf ada bekas makanan di sini," ucap Ardiaz sambil menunjuk ke samping mulutnya.


Azmia pun mengambil tissue kemudian ingin membersihkan yang di maksud Ardiaz, tapi tiba-tiba Ardiaz mengambil tissue yang ada di tangan Azmia kemudian membersihkannya.


Melihat tindakan Ardiaz, Azmia langsung menatap tajam Ardiaz.


"Sudah, nih." Ardiaz mengembalikan tissuenya.


Awas saja nanti kalau pulang, batin Azmia yang kesal dengan tindakan Ardiaz yang sesuka hati. Padahal tadi dia sudah memperingatkan Ardiaz agar tidak aneh-aneh, tapi ternyata tidak ngaruh. Bikin Azmia tepuk jidat.


Alby yang melihat kejadian itu pun langsung melotot kemudian berdehem. "Hem.m.m."


Si*l, siapa laki-laki itu berani-beraninya dia, gue harus cari tahu identitas dia secepatnya. Azmia ngapain sih mau sama laki-laki seperti itu, kalau tahu kayak gini mending gue ngajak makan malam berdua saja. Eh, tapi kan Azmia nggak mau lagi jalan sama gue. Terpaksa deh gue harus lihat mereka berdua demi bisa lihat Azmia, batin Alby.


Mendengar deheman Alby. Azmia dan Ardiaz langsung menoleh ke arah Alby.


Sepertinya mantan Azmia cemburu lihat tadi, hahaha, batin Ardiaz.


"Mas Alby baik-baik saja?" tanya Nila.


Alby mengangguk kemudian mereka kembali memakan makanannya hingga habis tak tersisa.


Setelah makanannya habis Alby lebih dulu berpamitan pulang dengan alasan ada kerjaan dadakan yang harus segera dia selesaikan. Entah itu beneran atau hanya alasan dia saja karena cemburu melihat kedekatan Azmia dan Ardiaz.


"Mau pulang sekarang?" tanya Ardiaz setelah kepergian Alby dan Nila.


Azmia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kamu marah?" tanya Ardiaz sambil berdiri dari duduknya.


Azmia hanya diam tak menjawab.


Kemudian mereka berjalan keluar dari restoran. Azmia berjalan lebih dulu di ikuti Ardiaz dari belakang

__ADS_1


"Mi, jangan diem aja dong maaf deh kalau saya punya salah," ucap Ardiaz saat tiba di parkiran.


"Mi, bicara dong. Saya nggak akan buka pintu mobil sebelum kamu membuka suara," ujar Ardiaz.


__ADS_2