Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 395 Panggilan Mama


__ADS_3

Selesai makan Meyla masih menempel pada Azmia. Azmia pun mengajak Meyla ngobrol.


"Tante, boleh nggak kalau Meyla panggil Tante, Mama?" tanya Meyla.


"Boleh dong." Azmia mengangguk dengan tersenyum kecil.


"Asyik. Meyla punya Mama." Meyla berteriak kegirangan.


Azmia, Bunda, Revan, Karina serta yang ada di ruangan mereka begitu terharu saat mendengar teriakan Meyla yang begitu bahagia.


Namun, kebahagiaan Meyla terhenti karena Azmia dan yang lain harus pamit dari yayasan.


"Meyla sayang, nggak boleh sedih ya nanti Mama akan sering berkunjung ke sini Meyla baik-baik ya disini. Meyla nggak boleh nakal. Meyla harus nurut dengan Ibu ya. Mama masih ada kerjaan yang harus di selesaikan jadi Mama pulang dulu ya," ucap Azmia dengan nada yang sangat lembut sambil mengelus kepala Meyla.


"Iya, Ma. Mama jangan lupa dengan Meyla ya," balas Meyla.


"Insya'Allah Mama akan selalu ingat Meyla." Azmia mencium kening Meyla.


Meyla memeluk Azmia sebagai salam perpisahan mereka. Pertemuan yang hanya sesaat, tapi membawa kebahagiaan dan kenangan tersendiri untuk Meyla dan Azmia.

__ADS_1


"Ini untuk Meyla. Kalau Meyla kangen dengan Mama, Meyla bisa melihatnya." Azmia memberikan kalung liontin miliknya pada Meyla.


"Terima kasih, Mama. Meyla sayang Mama." Meyla bahagia sekali saat melihat kalung pemberian Azmia terpasang di lehernya.


"Sama-sama, sayang."


Setelah memberikan semua bingkisan serta makan bersama kini semua pamit undur diri.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam," jawab semua yang ada di yayasan.


"Terima kasih ya, Mba Mia. Terima kasih banyak, maafkan Meyla karena sudah merepotkan," ucap Ibu yayasan.


"Kalau boleh tahu dimana orang tua Meyla?" tanya Azmia. Mereka mengobrol sambil berjalan menuju mobil.


"Meyla itu di tinggalkan orang tuanya di depan pintu yayasan, Mba. Jadi saya nggak tahu orang tua Meyla," jelas Ibu yayasan.


"Astaghfirullah, tega sekali mereka." Azmia nggak habis pikir dengan kelakuan orang tua Meyla yang begitu tega meninggalkan buah hatinya. Padahal masih banyak orang yang menginginkan bisa memiliki buah hati seperti Azmia dan Revan sekarang.

__ADS_1


"Mungkin ada sesuatu yang mengharuskan mereka menitipkan anaknya di sini."


"Iya, Bu. Mudah-mudahan saja orang tua Meyla sadar dan Allah pertemukan mereka kembali," ujar Azmia.


"Amin." Ibu yayasan juga berharap seperti itu.


Beliau juga menginginkan para orang tua yang meninggalkan anaknya di yayasan bisa ingat, kemudian mengambil anak mereka kembali karena kasihan anak-anak yang tak mengerti, tak punya dosa harus terkena imbasnya akibat ulah kedua orang tuanya.


"Saya pamit ya, Bu," ucap Azmia sebelum masuk ke dalam mobil.


"Iya, Mba Mia. Hati-hati ya," balas Ibu yayasan.


"Iya, Bu." Azmia masuk ke dalam mobil. Revan menyalakan mobilnya perlahan melajukan mobilnya.


"Da-da-da." Semua melambaikan ✋ Azmia serta yang lain pun membalasnya.


Setelah keluar dari gerbang yayasan. Mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat kedua yaitu panti jompo.


'Betapa mulianya hati kamu, Dek. Entah Allah ciptakan dari apa hatimu itu. Bersyukur aku bisa memiliki bidadari sepertimu. Semoga Allah selalu menjaga rumah tangga kita hingga maut memisahkan,' batin Revan sambil sesekali melirik ke arah istrinya.

__ADS_1


"Kenapa, Kak?" tanya Azmia. Dia merasa sejak keluar dari yayasan Revan terus saja memperhatikannya secara diam-diam.


"Enggak apa kok," jawab Revan dengan tersenyum kecil.


__ADS_2