
Awalnya ingin menikmati keindahan malam berduaan di taman kota, tapi pada akhirnya semua tak seindah yang kita bayangkan.
Rania yang memiliki niat dari awal ingin membujuk Alby agar segera menikahinya, tapi di luar dugaan Alby malah membongkar semuanya kebusukannya.
"Apa yang kamu tahu tentang aku, Mas?" tanya Rania.
"Kamu nggak perlu berpura-pura lagi padaku, Nia. Kamu memang tidak patut di anggap Kakak, lebih tepatnya tidak pantas sebagai Kakak," jelas Alby.
__ADS_1
"Mas, stop!" teriak Rania sambil menutup kedua telinganya.
"Kenapa? kamu takut aku membongkar semuanya? Kamu keterlaluan Rania. Dulu kamu kan yang memulainya. Aku sudah berusaha menerima kamu, tapi apa yang kamu lakukan? Kamu pergi demi laki-laki lain, kamu mempermalukan aku di depan semua orang, tidak sampai di situ, keluargamu menukar Azmia sebagai ganti tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Pernah tidak terbesit di pikiran kamu gimana jadi Azmia yang rela menjadi peran pengganti kakaknya. Sakit nggak? coba kamu bayangkan andai itu kamu. Setelah dia berusaha untuk menerima keadaan, kamu datang memintanya kembali tanpa ada rasa iba atau merasa bersalah. Aku tahu kamu datang pada Azmia dan memaksanya untuk meninggalkan aku dan Dia pun rela mengajukan perceraian demi kebahagiaan kamu. Meskipun sebenarnya aku kecewa karena Azmia tidak berkata jujur tentang alasannya mengajukan perceraian, tapi aku dia semua itu dia lakukan hanya karena ingin orang-orang yang di cintai bahagia. Aku justru bersyukur karena Allah memperkenalkan aku pada Azmia dari padamu." Alby berkata dengan begitu tegas mengeluarkan semua isi hatinya lama dia menahan semuanya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya. Kini hatinya terasa lega bisa membongkar semua keburukan Rania, tapi di balik itu ada rasa sakit yang ia rasakan karena harus kehilangan wanita yang baik seperti Azmia.
Alby mengetahui semuanya saat Daffa memberi tahu pada dirinya sebuah Vidio yang memperlihatkan Rania bersama para sahabatnya sedang asyik makan di sebuah restoran dan saat itu Rania bercerita bahwa dia sudah menyuruh Azmia agar menjauhi Alby. Pada saat bersamaan Daffa berada di situ sedang menikmati makan malam, tapi Rania tidak mengetahui jika ada Daffa di tempat tersebut.
Daffa mengetahui semuanya pada saat Alby dan Azmia sudah mengajukan surat perceraian di kantor pengadilan.
__ADS_1
"Stop!" teriak Rania. Dia menangis tersedu-sedu dia tak menyangka jika Alby bisa mengetahui semuanya. Kini dia sudah hancur impiannya sirna sudah untuk memiliki Alby seutuhnya.
"Kenapa menangis apa kamu menyesali semuanya? eh ... bukan menyesal, tapi kesal karena semua rencana kamu gagal. Rania-Rania inilah hukuman buat kamu karena jadi manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang kamu miliki," ucap Alby seakan semakin menusuk ke dalam hati Rania.
"Kamu sekarang berubah, Mas. Mana Alby yang aku kenal dulu. Pikiran kamu sudah di cuci oleh wanita itu," balas Rania. Dia masih tetap saja membela diri tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Alby bertepuk tangan di hadapan Azmia. "Kamu memang wanita hebat, Rania sudah salah, tapi selalu merasa paling benar. Asal kamu tahu Azmia tak sejahat itu, dia wanita baik, yang ada pikiran kamu di cuci oleh se*tan mana hingga tega berbuat seperti itu pada saudara mu sendiri." Alby membalikkan ucapan Rania.
__ADS_1
"Dia bukan saudaraku ingat itu!" ucap Rania dengan tegas kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Alby sendirian.
Alby hanya bisa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.