
Setelah membaca buku dairy Nila. Alby menaruh kembali buku tersebut. Kemudian dia berlanjut membuka laci yang kedua. Di laci itu terdapat satu kotak Alby mengambil kotak tersebut lalu membukanya. Di dalam kotak itu terdapat sebuah kertas putih yang di lipat menjadi dua di taruh bagian paling atas perhiasan.
Lagi-lagi Alby di buat menangis dengan isi pesan almh. Istrinya.
*Tulisan di kertas
"Mas, terima kasih atas semuanya. Kamu selalu memberikan apa yang aku inginkan. Aku senang sekali saat kamu membelikan perhiasan untukku. Mas, sekarang aku sudah tidak membutuhkan semua ini, aku ingin perhiasan ini di berikan pada orang yang membutuhkan bantuan agar bisa membantu dan menemaniku di dalam rumahku yang baru. I love you suamiku sampai berjumpa lagi di rumah baru kita."
Selesai membaca pesan istrinya Alby menutup kembali kotak perhiasan tersebut kemudian mengembalikan ke tempat semula. Besok hari baru Alby akan melaksanakan amanah almarhumah istrinya.
'Kamu orang baik, La, tapi kenapa selama hidup kamu begitu bersikap sensitif. Semoga kamu bahagia di sana ya,' batin Alby.
Setelah memeriksa laci. Alby beralih membuka lemari pakaian Nila. Lagi-lagi dan lagi untuk ketiga kalinya Alby di buat sedih.
Saat Alby membuka lemari terdapat kertas yang menempel di belakang pintu.
*Isi pesan
"Suamiku saat aku datang kesini aku hanya membawa beberapa pakaian saja, tapi setelah hidup bersama mu pakaianku begitu banyak. Aku sungguh berterima kasih karena kamu selalu menyayangiku."
__ADS_1
"Mas, mungkin saat kamu membaca ini aku sudah tiada. Aku hanya ingin berpesan tolong bagikan baju-baju ku yang masih layak pakai untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Semua pakaian sudah aku rapikan di tas dan koper jadi Mas bisa langsung memberikan semuanya pada orang-orang. Terima kasih ya, Mas maafkan aku selalu merepotkan mu."
Ketiga kalinya Alby menemukan pesan yang ditulis untuknya. Setelah membaca semua pesan istrinya Alby kembali ke ranjang merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memandangi seisi kamar terbayang dimana saat itu di sedang duduk bersama, bercanda, tidur bersama, bertengkar. Mungkin karena efek lelah dan sedih tanpa terasa Alby tertidur pulas di atas ranjang.
****
Di tempat lain
Setelah pekerjaannya selesai Azmia bergegas pulang ke rumah.
"Nin, saya pulang dulu ya," ucap Azmia sebelum keluar dari cafe.
"Dede cantik mau pulang ya, besok kesini lagi ya," ucap Nina pada Alnia.
Alnia menanggapinya dengan ketawa kecil.
"Iya, Tante," balas Azmia.
"Mba nggak di jemput paksu?" tanya Nina.
__ADS_1
"Enggak, Kak Revan belum pulang," jawab Azmia.
"Dah ya semua saya pulang dulu, assalamualaikum," ucap Azmia sebelum benar-benar keluar dari cafe.
"Wa'alaikumussalam," balas para karyawan yang ada di samping meja kasir.
Setelah berpamitan pada para karyawannya Azmia melangkah keluar dari cafe.
Melihat Azmia yang ingin masuk ke mobil pak satpam segera membukakan pintu untuk bosnya.
"Terima kasih, Mang," ucap Azmia.
"Sama-sama, Mba," balas satpam.
"Mari, Mang," ujar Azmia saat sudah keluar dari gerbang.
"Iya, Mba. Hati-hati," balas Satpam.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit karena jalanan sepi sehingga dia bisa sampai lebih cepat.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Azmia langsung membawa Alnia ke kamar. "Anak Bunda bobo sini dulu ya, Bunda buatkan susu," ujar Azmia sambil menidurkan Alnia di atas ranjang.