Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 228 Cerita Alby


__ADS_3

Di cafe lovely


Azmia dan Karina bersiap untuk berangkat kuliah. Azmia sudah rapi tinggal menunggu Karina yang masih berdandan di meja rias.


"Rin, nanti pulang kuliah temenin ke rumah sakit ya," ucap Azmia.


"Ngapain?" tanya Karina.


"Jenguk Mamanya Kak Diaz," jawab Azmia.


"Mau ngapain sih, Mi bukannya beliau nggak suka sama kamu?" tanya Karina yang merasa heran ngapain jenguk orang yang benci sama kita.


"Tadi Kak Diaz kirim pesan katanya Mamanya pengen ketemu," jawab Azmia.


"Mau ngapain, menghina kamu lagi?" ujar Karina.


"Hust, nggak boleh gitu, kita lihat saja nanti," balas Azmia.


"Ok baiklah. Sudah yuk otw!" ajak Karina.


Azmia mengangguk kemudian mereka berdua keluar dari ruangan Azmia menuju lantai bawah.


***


Di kantor

__ADS_1


Daffa yang baru tiba langsung menuju ke ruangan Alby.


"Al, kok lu masuk?" tanya Daffa saat membuka pintu terlihat Alby sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Memangnya kenapa? ada yang salah?" tanya Alby.


"Salah masa baru kemarin nikah sekarang udah masuk kantor. Memangnya lu nggak honeymoon?" tanya Daffa.


"Enggak ada honeymoon," jawab Alby.


"Lha emangnya kenapa?" tanya Daffa.


"Banyak kerjaan, lagi pula siapa suruh nikah dadakan begitu," jawab Alby.


"Mana gue tahu, gue aja kaget pas Papanya Nila minta langsung ijab kabul. Gue mau nolak gimana ya, nanti kesannya di bilang nggak serius, tapi __ ya lu tau sendirilah," jelas Alby. Dia juga bingung dengan jalan pikiran keluarga Nila. Orang nyuruh nikah udah kayak orang ngajak main.


"Nila nggak lagi __?" tanya Daffa.


"Gila lu, kagaklah. Eh, meskipun gue suka jalan sama dia, tapi gue nggak perlu melakukan hal itu sebelum halal," jawab Alby dengan tegas sambil melempar tissue ke arah Daffa supaya tidak mikir yang aneh-aneh tentang dirinya.


"Pas halal nggak boleh di cobain, hahaha. Hanya Azmia kayaknya yang berani seperti itu," ucap Daffa dengan tertawa mengingat kembali saat Alby dan Azmia meskipun sudah halal, tapi Alby tak bisa menyentuhnya dengan sesuka hati.


"Sue Lu. Kalau dia itu beda dari yang lain, meskipun nggak bisa miliki dia seutuhnya, tapi gue bahagia pernah berada di sampingnya," balas Alby.


"Lu sama Nila udah itu?" tanya Daffa.

__ADS_1


"Kepo," jawab Alby.


"Gue mah cuma nanya," ucap Daffa.


"Sama aja Bambang udah sana lu ke ruangan lu." Alby mengusir Daffa sebelum Daffa bertanya yang aneh-aneh.


"Iya-iya," balas Daffa kemudian berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Alby.


***


Setibanya di kampus Azmia dan Karina langsung masuk ke dalam ruang kelas sambil menunggu dosen datang kebiasaan emak-emak ngerumpi dulu.


"Mi, memangnya benar Mas Alby dan Mba Nila langsung nikah?" tanya Karina.


"Iya," jawab Azmia singkat.


"Kok bisa?" tanya Karina.


"Mana aku tahu. Aku tiba di sana udah mau mulai acara ijab kabul itu juga Bunda yang cerita," balas Azmia.


"Garcep bener itu ya, ngebet banget pengen jadi istri Mas Alby beda sama di samping ku malah sebaliknya," ujar Karina. Seakan menyindir Azmia jika Nila ngebet jadi istri sebaliknya Azmia ribet pisah dari Alby.


"Nyindir," balas Azmia.


"Kagak cuma ngomong duang," ucap Karina dengan tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2