Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 353


__ADS_3

"Undangan dari mana itu, Mas?" tanya Nila saat melihat Alby membawa undangan.


"Revan," jawab Alby sambil menaruh undangan tersebut di atas meja yang berada di kamar.


"Acara apaan?" tanya Nila.


"Syukuran atas kelulusan Azmia," jawab Alby.


"Halah begitu duang aja segala syukuran." Mulut nyinyir netizen.


"Jangan meremehkan pencapaian seseorang karena belum tentu kita mampu seperti mereka," ucap Alby.


"Iya," balas Nila singkat. Karena penasaran isi undangan Nila mengambil undangan tersebut lalu membacanya. Sedangkan Alby pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


******


Di tempat lain


"Mas, kita bikin janji dulu atau langsung datang ke cafe saja?" tanya Delisa.


"Kita langsung datang saja sekalian kita nongkrong di cafe bareng Derry," jawab Ardiaz.


"Baiklah." Delisa mengikuti saran suaminya saja.


"Kamu nggak pulang ke rumah?" tanya Ardiaz, karena sejak tiba di kediamannya Delisa tidak berkunjung ke rumah orang tuanya.


"Enggak, di rumah sepi hanya ada bibi saja," jawab Delisa. Untuk apa pulang ke rumahnya jika rumahnya sepi tanpa ada kedua orangtuanya.


"Mama sama Papa kemana?" tanya Ardiaz.


"Ada kerjaan di kota B," jawab Delisa.

__ADS_1


"Oh."


******


Di tempat lain


Azmia dan Revan kini beralih berkunjung ke rumah Mama Iren dan Papa Ari.


"Ayo, nak Revan silakan di makan nggak perlu sungkan!" Mama Iren menyuruh Revan agar memakan makanan yang sudah di sediakan di atas meja. Kini mereka sedang makan malam bersama di kediaman Bakhri.


"Kakak ingin makan pakai apa?" tanya Azmia.


"Apa aja, Dek," jawab Revan.


"Makan yang banyak, Van," ujar Ali.


"Iya, Mas," balas Revan.


Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Ma, Pa, besok datang ya ke cafe," ucap Azmia membuka obrolan.


"Ada acara apa, Sayang?" tanya Mama Iren.


"Syukuran kecil-kecilan, Ma. Sesekali kita ngumpul bareng di cafe gitu," jawab Azmia.


"Oh, baiklah. Kami pasti datang jika tidak ada halangan," ucap Mama Iren.


"Harus, Mia ingin Mama dan Papa hadir di cafe," balas Azmia.


"Mas nggak di suruh datang?" sahut Ali.

__ADS_1


"Tanpa di undang juga pasti datang," balas Azmia.


"Betul banget," sambung Mama Iren.


"Dahlah bicara sama Azmia dan Mama kalah," ucap Ali.


Azmia dan Mama Iren tertawa menanggapi Ali.


"Li, coba ambil remotnya." Papa Ari menyuruh Ali agar mengambilkan remot tv.


"Papa mau ngapain?" tanya Mama Iren.


"Ganti sepak bola," jawab Papa Ari.


"No." Mama Iren melarang Papa Ari mengganti Chanel tv-nya.


"Ma, masa Papa suruh nonton begituan apa kata dunia," ucap Papa Ari protes.


"Memangnya kenapa, nggak ada yang salah kok," balas Mama Iren.


"Sabar, Pa. Suami sabar di sayang istri," ucap Ali sambil menahan tawa.


"Kamu itu ngademin Papa, apa ngeledek," balas Papa Ari.


"Sebagai anak yang baik kan Ali berpihak pada Papa," ujar Ali.


"Dahlah, Pa ngalah saja, lagi pula nggak ada salahnya kok ikutan nonton sinetron ya meskipun itu sinetron emak-emak," sahut Revan menyuruh mertuanya agar sedikit mengalah dan mengikuti acara yang di tonton istrinya.


"Dengerin tuh, Pa menantu, Papa aja ngerti kok," ujar Mama Iren.


'Ya dari pada nanti di kutuk jadi boneka mending ngalah dikit sama istri,' batin Revan. Dia jadi ke inget ucapan Mami Erna.

__ADS_1


__ADS_2