
Allah sudah mengatur semua tentang apa yang terjadi dengan kehidupan di dunia ini, tanpa kita minta dan kita sadari.
Meskipun semua tak bisa seindah yang kita minta, tapi itulah cara Allah. Tidak perlu di tangisi dan di sesali karena apa yang terjadi padamu itulah yang terbaik buatmu.
***
"Makanan datang," ucap Azmia yang baru datang sambil membawa nampan berisi es jeruk. Di bantu oleh dua orang karyawan yang membawa menu lainnya.
"Sini, Dek!" Angga menyuruh Azmia agar duduk di sampingnya.
Azmia pun mengangguk kemudian duduk di samping Angga serta Devan.
"Apa kabar, Al?" tanya Angga.
"Alhamdulillah baik, Bang," jawab Alby dengan sedikit canggung.
Alby ikut bergabung karena ajakan Ali.
"Mari silakan!" Azmia mempersilakan semua untuk menikmati hidangan yang disajikan.
'Azmia kenapa duduknya berpisah gitu? sepertinya Bang Angga sengaja melarang Azmia duduk dengan Mas Alby, bukannya Mas Alby suaminya ya?' batin Melia yang bingung melihat pemandangan di depannya.
'Angga kenapa melarang Azmia duduk dekat suaminya ya?" batin Devan bertanya-tanya juga kenapa suami istri itu duduk terpisah.
'Ini sebenarnya ada apa sih kok berasa ada yang aneh,' batin Ali Ardiansyah Bakhri yang merasa ada sesuatu yang janggal.
'*Duh kok suasananya jadi canggung gini sih,' batin Karina.
'Sepertinya memang bener yang gue denger buktinya sekarang mereka tidak saling berdekatan*.'
"Pak Devan, besok berangkat jam berapa?" tanya Karina membuka obrolan.
"Sekitar jam sepuluh," jawab Karina.
"Pak Devan nggak ada kenangan-kenangan gitu buat Karin?" tanya Karina.
__ADS_1
"Memangnya kamu mau aku kasih apa?" tanya Devan.
"Mau cinta Bapak untukku," jawab Karina.
"Ngaco aja," Azmia mencubit tangan Karina yang berada di atas meja. Karena posisi Karina duduk di samping Devan jadi dekat dengan dirinya.
"Sakit, Mi," keluh Karina.
"Rin, lu udah kayak jomblo nggak laku," sahut Derry.
"Astaghfirullah, sakit sekali kata-kata itu," balas Karina sambil memasang wajah melas.
"Sudahlah jangan banyak drama, habisin tuh makanan kamu," ucap Angga.
"Siap, Bang!" balas Karina. Dari pada nanti dapat tambahan di semprot Bang Angga lebih baik dia menurut.
"Kenapa sih, Pak Devan harus pergi?" tanya Melia.
"Ada kerjaan di sana, Mel yang tidak bisa di wakilkan oleh orang lain, jadi Papa menyuruh saya agar berangkat ke sana sementara waktu," jawab Devan.
"Amin," balas semua orang.
Setelah selesai makan mereka meninggalkan meja Azmia. Angga, Devan, Ali, Daffa dan Alby memilih duduk berlima mereka mengobrol membahas tentang pekerjaan. Sedangkan Azmia bersama para sahabatnya duduk tak jauh dari Angga.
"Kenapa waktu itu kamu nggak jujur padaku?"
"Maksud Kak Derry?" Azmia yang tak mengerti dengan ucapan Derry..
"Saat aku bertanya kemana suami mu, kamu bilang dia sedang pergi ke luar kota, tapi ternyata kalian sudah berpisah. Apa itu benar?" ucap Derry.
Derry tidak ingin melewatkan kesempatan ini bisa ngobrol sama Azmia.
Karina dan Melia sedang ke toilet sehingga mereka bisa ngobrol berdua.
Azmia mengangguk membenarkan pertanyaan Derry. Dia bingung haruskah dia berkata yang sejujurnya atau lebih baik dia diem saja.
__ADS_1
"Dari mana, Kak Derry tahu?" akhirnya Azmia memberanikan diri untuk bertanya.
"Itu tidak penting. Kenapa kamu tidak pernah bilang," ucap Derry.
"Biarkan semua menjadi kenangan, Mia tidak ingin mengingat kembali semua itu," balas Azmia.
"Ok, baiklah jika kamu belum ingin bercerita, tapi kecewa kenapa nggak cerita dari awal jika semua akan seperti ini," ujar Derry.
"Kak please jangan bahas itu lagi. Kak Derry harus bahagia bersama Melia," balas Azmia dengan tersenyum.
"Selalu saja seperti itu." Derry mengacak pelan hijab Azmia.
"Ah, Kak Derry kan jadi berantakan kerudung Mia," keluh Azmia.
Azmia memang selalu beruntung karena di kelilingi orang-orang yang sayang sama dia dan selalu berusaha untuk selalu melindungi nya.
*
*
*
"Kenapa berhenti sih, Mel?" omel Karina sambil mengusap hidungnya yang sakit akibat nabrak punggung Melia yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Karina melangkahkan kakinya yang tadi di belakang Melia bergeser ke samping Melia.
"Masih cemburu lihat mereka," ucap Karina saat melihat sesuatu yang membuat Melia menghentikan langkahnya.
Melia hanya diam tak menjawab.
"Kamu tidak perlu khawatir Azmia tidak akan pernah mengambil Kak Derry darimu," ucap Karina sambil memegang bahu Melia.
Karina tahu betul bagaimana perasaan Melia saat ini ya meskipun Melia dan Kak Derry sudah menikah dan Melia juga tau bahwa sahabatnya tidak akan pernah mengkhianatinya, tapi tetap saja rasa cemburu itu pasti akan datang di hati saat melihat Azmia dan Kak Derry bercanda berdua.
Melia mengangguk kemudian mereka melanjutkan langkahnya menghampiri Azmia dan Derry.
__ADS_1