
Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan. Mama Iren dan Papa Ari datang lebih awal mereka duduk paling depan, tak lama di susul Bunda dan Ayah, kemudian sanak saudara dari kedua keluarga Azmia dan Revan.
Mama Sonia, Papa Prabu dan Rania juga hadir.
Tak lupa Alby dan Nila.
Setelah tamu undangan hadir acara di mulai.
Awal pembukaan memutar Vidio dari awal pembukaan cafe cinta dan cafe lovely.
Acara kedua sambutan dari Nina selaku asisten Azmia.
"Assalamualaikum wr. wb. Selamat malam semua," ucap Nina membuka pembicaraan.
"Wa'alaikumussalam wr. wb," balas Para tamu undangan.
"Saya ucapkan terima kasih untuk para tamu undangan yang sudah berkenan hadir dalam acara syukuran atas kelulusan Ibu Azmia Syadiqa Bakhri yang kini sudah bergelar S1 dan satu lagi berdirinya saya disini, saya ingin memperkenalkan pemilik cafe cinta dan cafe lovely yang selama ini tidak terpublikasikan. Kira-kira semua pada penasaran nggak siapa pemiliknya?" tanya Nina.
"Penasaran dong," jawab tamu undangan.
"Memangnya siapa sih pemiliknya?" Para pelanggan cafe yang juga ikut hadir.
"Entahlah," balas yang lain sambil mengangkat bahunya.
"Kira-kira siapa ya, bikin penasaran aja nih, karena selama ini pemiliknya benar-benar tidak terpublikasi sama sekali."
"Iya, betul sekali. Gue kagum sama pemilik dan para karyawannya yang berhasil menyimpan semua tanpa satu pun orang luar tahu, padahal gue salah satu pelanggan dari awal cafe cinta berdiri sampai sekarang, tapi gue sama sekali tak tahu pemiliknya. Dulu sih pernah denger dari orang pemiliknya itu kalau nggak salah cowok deh namanya Pak Angga atau siapa gitu ya gue lupa-lupa inget."
"Nah, iya kalau itu gue juga pernah denger."
"Sudah siap semua? mari kita sambut owner kita," ucap Nina.
Azmia berdiri dari duduknya kemudian dengan perlahan berjalan naik ke atas panggung.
__ADS_1
Semua terkejut saat melihat Azmia yang berdiri di atas panggung. Bukan hanya tamu undangan, tapi para orang tua Azmia juga terkejut hanya Mami, Papi dan Angga yang biasa saja.
"Ma, kita nggak salah lihat kan?" tanya Rania saat melihat Azmia yang berdiri di atas panggung.
"Tidak, sayang, tapi jika semua ini benar dari mana dia bisa mendapatkan semua ini." Mama Sonia merasa heran dengan kenyataan yang ada di depannya.
"Azmia itu kan anaknya sangat mandiri, Ma jadi tidak heran jika dia mampu mewujudkan impiannya," balas Papa Prabu.
"Papa ini kenapa malah berpihak pada anak itu sih." Mama Sonia yang merasa jika suaminya membela Azmia.
"Ma, Papa bukannya membela Azmia, tapi memang kenyataannya begitu," ucap Papa Prabu.
"Pa, anak kita, Pa," ucap Mama Iren yang terkejut, terharu saat melihat Azmia yang berdiri di atas panggung.
"Iya, Ma. Anak kita ternyata luar biasa, Ma," balas Papa Ari.
"Iya, Pa." Mama Iren menatapnya dengan derai airmata kebahagiaan melihat putrinya yang berdiri di atas panggung sebagai owner cafe. Dia tak menyangka jika pemilik cafe adalah putrinya.
**
"Iya, Bun. Ayah tahu," balas Ayah.
"Yah, Bunda nggak sedang bermimpi kan?" tanya Bunda Rita.
"Tidak." Ayah Wisnu mencubit pipi Bunda Rita.
"Au ... sakit, Yah," keluh Bunda.
"Enggak mimpikan?" tanya Ayah.
Bunda menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Para orang tua begitu terkejut saat mengetahui Putri kesayangan ternyata wanita luar biasa.
__ADS_1
***
Di meja lain.
'Bukankah dia seorang pelayan cafe, kenapa sekarang dia mengaku sebagai owner cafe, sungguh permainan apa ini.'
'Ternyata kamu berbohong padaku, Mi. Pantas saja kamu begitu sibuk di cafe, tidak mau resign ternyata kamu bukanlah karyawan ataupun asisten.'
***
Meja lain
'Wau ... sungguh mengejutkan. Dia benar-benar wanita idaman. Luar biasa kamu Azmia.'
"Di luar dugaan ternyata Azmia pemilik cafe, wanita yang kita pikir karyawan cafe, wanita sederhana, tapi ternyata di belakang kita, dia wanita luar biasa," ucap Derry tanpa sadar. Dia di buat kagum dengan sosok Azmia.
"Hem.m.m." Suara deheman dari wanita di sampingnya.
Derry langsung peka, dia menatap ke arah samping. "Sayang, kenapa kamu tidak pernah cerita jika Azmia pemilik cafe ini," ujar Derry dengan nada lembut.
"Harus, wajib gitu, Kakak tahu," balas Melia.
"Hahaha, rasain lu. Makanya di depan istri itu anteng," ujar Ardiaz dengan tertawa kecil.
"Lu." Derry menendang kaki Ardiaz dari bawah meja.
"Jangan marah gitu dong kan aku hanya terkejut lihatnya," ucap Derry.
"Bilang aja belum bisa move on," balas Melia.
'Hah ... ternyata Derry juga pengagum Azmia. Bukankah Melia sahabat Azmia ya,' batin Delisa dengan segudang pertanyaan.
"Enggak, sayang. Hanya, kamu yang ada di hatiku, suer deh." Derry berkata sambil mengangkat tangannya ✌️.
__ADS_1
"Gombal," balas Melia dengan tersenyum kecil. Sebenarnya dia hanya bercanda lagi pula sudah tidak ada kata cemburu baginya karena sekarang Azmia sudah milik Revan.