
"Enggak pulang lu, Al?" tanya Daffa.
Tadi sebelum dia pulang Daffa memilih untuk mampir ke ruangan Alby.
"Males pulang gue," jawab Alby.
"Kenapa, berantem lagi?" tanya Daffa.
"Ya begitulah, gue salah mulu pusing gue," jawab Alby.
"Baru juga nikah kerjaannya berantem mulu, dulu sama Azmia males karena ketemu Azmia, sekarang sama Nila ribut mulu." Daffa juga jadi ikutan pusing sendiri dengan Alby.
"Habisnya si Nila ada aja yang bikin gue kesel. Segala Mbok Asih suruh mecat karena udah tua kerjanya lelet, giliran aku suruh bantuin ngerjain tugas rumah dia malah marah-marah lha kan nggak ada salahnya seorang istri mengurus pekerjaan rumah," jelas Alby.
Mendengar ucapan Alby, Daffa malah tertawa.
"Ngapa lu?" tanya Alby.
"Enggak gue cuma pengen ketawa aja. Lu tuh kena karma kali ya, Al," ucap Daffa semakin tertawa keras.
"Maksud, lu?" tanya Alby.
"Ya lu kena karma karena telah menyia-nyiakan berlian, sekarang malah dapat mas perak. Lu lihat aja sifat Nila itu kebalikannya dari Azmia. Azmia sopan santun, pinter, baik, mandiri paket komplit pokoknya. Sedangkan Nila paket oplit hahaha," jawab Daffa.
"Sue lu," ucap Alby.
"Lha emang bener kan yang gue bilang. Bener nggak?" tanya Daffa.
__ADS_1
"Iya juga sih," jawab Alby.
"Makanya jangan suka nyakitin wanita yang baik begitulah akibatnya. Lu nikmatin ajalah bukankah dalam rumah tangga memang pasti akan ada perselisihan," ucap Daffa.
"Udah kayak orang bener lu," balas Alby.
"Kan emang begitu kata orang, hehehe," balas Daffa.
"Ya Allah mudah-mudahaa Karina adalah istri yang baik, nggak seperti istri Alby. Amin." Daffa memanjatkan doa pada sang Kuasa supaya calon istrinya adalah wanita yang baik tidak seperti Nila. Ucapan Daffa seakan menyindir Alby.
Alby yang mendengar doa Daffa, dia pun langsung melempar pulpen ke arah Daffa sambil berkata. "Pulang sono dasar temen terlaknat." Alby yang kesal mengusir Daffa agar segera keluar dari ruangannya dan pulang.
"Wek ... nggak kena," ucap Daffa setelah berhasil menghindari pulpen melayang dari Alby. "Okelah gue pulang, bye sunes ( suami ngenes)," pamit Daffa kemudian berlari kecil keluar dari ruangan Alby sebelum ada barang yang melayang lagi.
Ucapan Daffa memang ada benernya sih. Ya Allah maafkanlah hamba mu ini yang sudah menyia-nyiakan kesempatan yang telah Engkau berikan saat itu. Saat-saat dimana Engkau turunkan bidadari dalam hidup ku, tapi aku tidak bisa menjaganya dengan baik. Kini Engkau telah tunjukkan padaku bahwa pilihanmu lebih indah daripada pilihanku, batin Alby.
Di rumah Alby.
Sore hari tugas wajib Mbok Asih menyirami tanaman. Mbok menyiram sambil bernyanyi, tapi saat menyiram bunga tiba-tiba dia di kejutkan dengan beberapa bunga yang baru bermekaran.
Bunganya mekar indah sekali seperti yang menanam. Si Mbok jadi teringat non Mia lagi kalau lihat bunga itu, andai saja ada non Mia pasti dia seneng banget lihat bunganya bermekaran, batin Mbok Asih saat melihat bunga yang di tanam Azmia.
"Bu, jangan ngalamun nanti banjir halamannya," tegur Mang udin menyadarkan lamuan mbok Asih.
"Astaghfirullah, Pak. Kamu ini bikin aku jantungan aja," omel Mbok Asih sambil memukul pelan lengan suaminya.
"Makanya kalau lagi nyiram bunga jangan sambil ngalamun. Kenapa sih, Bu, bunganya di lihatin sampai segitunya?"
__ADS_1
"Enggak apa, Pak. Hanya saja kalau lihat bunga itu ibu jadi ingat non Mia," jawab Mbok Asih.
"Iya-iya, Bu, biasanya jam segini non Mia selalu nyiram bunga sambil ngobrol sama kita," ucap Mang Udin.
"Iya, Pak," balas Mbok Asih.
"Oh, iya semalam, Bapak denger nggak suara berisik dari atas?" tanya Mbok Asih.
"Enggak, Bu. Kan bapak di pos satpam memangnya kenapa, Bu?" Mang Udin jadi balik bertanya.
"Semalam sepertinya Den Alby sama Non Nila berantem. Jujur ya, Pak, ibu tuh kurang suka sama Non Nila mulutnya tuh bikin ibu selalu istighfar," jelas Mbok Asih.
"Hust ... nanti takut orangnya denger," ujar Mang Udin.
Baru saja di omongin suara teriakan terdengar dari dalam rumah. "Mbok Asih," teriak Nila.
Mbok Asih yang mendengar suara panggilan dari Nila langsung menghentikan aktivitasnya kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.
"Iya, Non," balas Mbok Asih saat masuk ke dalam sudah terlihat Nila berdiri di samping tangga, Mbok Asih pun langsung menghampiri Nila.
"Dari mana saja sih lama banget," omel Nila.
"Maaf, Non. Si Mbok tadi sedang nyiram bunga. Ada yang bisa si Mbok bantu?" tanya Mbok Asih.
"Tolong kamu bersihkan kamar saya karena sebentar lagi Mas Alby pasti pulang. Jangan lupa sekalian di ganti sepreinya," ucap Nila.
"Baik, Non," balas Mbok Asih kemudian naik ke lantai dua menuju kamar Alby.
__ADS_1