Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 224 Rumah sakit


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, Kak ada apa?" tanya Azmia pada sambungan telepon.


"..........."


"Baiklah, Mia akan kesana sekarang," ucap Azmia kemudian mematikan sambungan telponnya. Mengambil kunci mobil serta tas kecil yang berada di atas meja riasnya.


"Nin, saya pergi keluar dulu," pamit Azmia saat tiba di lantai bawah.


"Iya, Mba," balas Nina.


Setelah berpamitan dengan Nina. Azmia melangkah menuju garasi mobil.


Sekitar tiga puluh menit kini Azmia tiba di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya Azmia melangkah masuk ke dalam menuju ruang Melati.


"Assalamualaikum," ucap Azmia sambil membuka pintu ruangan.


Ya kini Azmia berada di salah satu rumah sakit.


"Wa'alaikumussalam," balas seseorang yang ada di dalam ruangan.


"Kak Derry kok sendirian, Melia mana?" tanya Azmia karena tak melihat sosok Melia di dalam brankar.


**Tadi yang menelpon Azmia adalah Derry. Derry berkata jika Melia sedang di rawat di rumah sakit.


"Melia, sedang berada di ruang pemeriksaan. Duduklah!" Derry menyuruh Azmia duduk terlebih dahulu di sofa.


Azmia mengangguk kemudian duduk di sofa.

__ADS_1


Tak berselang lama seseorang datang masuk ke dalam.


"Assalamualaikum," ucapnya tepat di depan Azmia.


"Wa'alaikumussalam, Kak Diaz," balas Azmia kemudian langsung kearah Derry..


Derry yang mengerti tatapan Azmia, dia langsung memalingkan wajahnya pura-pura tidak melihat.


"Gue, keluar dulu," ucap Derry.


"Kak Derry, mau kemana? Mia ikut." Azmia berdiri dari duduknya ingin mengikuti langkah Derry, tapi Ardiaz menahan Azmia.


"Beri saya waktu sebentar untuk berbicara," ucap Ardiaz. Dia terpaksa melakukan rencana seperti ini agar bisa bertemu Azmia karena sudah beberapa hari dia menghubungi Azmia, tapi tak ada respon sama sekali. Setelah kejadian makan malam itu Azmia benar-benar menghindari Ardiaz.


"Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan, cukup sampai di sini saja kerja sama kita terima kasih Kakak pernah membantu Mia," ujar Azmia.


"Kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Ardiaz yang bingung.


"Saya nggak bisa jauh dari kamu," ujar Ardiaz.


"Kak plis ini demi kebaikan Kakak," balas Azmia.


"Kenapa baru sekarang kamu menyuruhku menjauh saat hati ini sudah penuh dengan nama mu," ucap Ardiaz.


"Apa ini ada hubungannya dengan saat makan malam waktu itu? Apa Mama dan Papa yang menyuruhmu untuk menjauhi ku?" tanya Ardiaz.


"Tidak. Mia hanya ingin sekarang Kak Diaz lebih fokus saja sama kuliah dan kerjaan Kak Diaz. Lagi pula Mas Alby sebentar lagi akan tunangan jadi Mia nggak perlu lagi pura-pura pacaran," jawab Azmia berbohong dia mungkin berkata yang sejujurnya karena takut Ardiaz bertengkar dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Kamu sedang tidak berbohong kan? terus kenapa saat makan malam itu kamu pergi begitu saja tanpa memberi tahuku?" tanya Ardiaz. Dia seakan tak percaya dengan ucapan Azmia.


"Oh, saat itu. Maaf Mia lupa kasih kabar ke Kak Diaz karena tiba-tiba Nina telepon kalau di cafe ada seseorang yang bikin onar jadi Mia harus segera ke cafe," jawab Azmia. Sepandai-pandainya dia mencari alasan untung hari ini otaknya lagi pintar di ajak kompromi.


Aku tahu kamu sedang berbohong padaku, Mi. Kamu memang wanita baik. Sesakit apapun hatimu, tapi kamu masih bisa menutupinya, gimana aku bisa jauh dan melupakan mu, batin Azmia.


"Harusnya kamu bilang sama saya, biar saya antar pulang," ucap Ardiaz.


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman.


"Terima kasih kamu sudah bersedia datang kesini, jangan pernah menghindar atau menjauhi saya lagi karena saya tidak bisa jauh dari kamu Azmia," ujar Ardiaz sambil memegang kepala Azmia.


"Jadi semua ini? jangan bilang Kakak dan Kak Derry yang merencanakan semuanya?" tanya Azmia.


"Iya." Ardiaz mengangguk sambil tertawa kecil.


"Ah, Kakak jahat bohongin Mia," ucap Azmia dengan memasang wajah cemberut.


"Duh, jadi gemes deh kalau gitu, pengen cubit pipinya, tapi belum halal," balas Ardiaz dengan tertawa kecil.


*Flashback


Ardiaz terpaksa melakukan rencana seperti ini bersama Derry.


Awalnya Ardiaz cerita pada Derry tentang penolakan orang tuanya. Akhirnya Derry memberi ide pertemuan di rumah sakit supaya Mama Ardiaz tidak curiga.


Ardiaz pun setuju, meskipun dia harus menentang perkataan ke dua orang tuanya agar tidak bertemu dengan Azmia.

__ADS_1


**


Maaf ya author baru sempat up karena kondisi lagi kurang sehat.


__ADS_2