Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 316 Cerita Rania


__ADS_3

"Anak Mama kenapa sih pulang-pulang mukanya bete gitu?" tanya Mama Sonia. "Sini-sini." Mama Sonia menyuruh putrinya agar duduk di sampingnya.


Rania mengangguk kemudian duduk di samping Mamanya.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Mama Sonia.


Rania mengangguk.


"Ada apa cerita sama Mama," ucap Mama Sonia.


"Azmia, Ma," balas Rania.


"Kenapa dengan Azmia?" tanya Mama Sonia.


"Mereka bilang Azmia itu cucu dari keluarga Bakhri, dia itu putri pemilik perusahaan PT X dan perlu Mama tahu Azmia tak seperti Azmia yang dulu, dia sekarang jadi pemimpin atau lebih tepatnya direktur utama PT X, Ma." Rania menceritakan tentang kejadian tadi di restoran.


"Apa?" Mama Sonia begitu terkejut mendengar cerita putrinya, dia tak percaya anak yang dulu dia pungut, dia sia-siakan kini bisa jadi bagian dari keluarga Bakhri..


Mungkin memang mustahil bagi mereka berdua, tapi di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.

__ADS_1


"Kamu tidak sedang berbohong kan? Lalu mereka yang kamu maksud itu siapa?" tanya Mama Sonia jadi mengintrogasi Rania.


"Untuk apa Rania berbohong pada Mama. Memangnya Mama nggak liat konferensi pers yang di gelar saat keluarga Bakhri memperkenalkan Azmia sebagai putri mereka?" Rania balik bertanya Pada Mamanya.


"Enggak, Mama kan belum lama pulang ke rumah," jawab Mama Sonia.


"Iya juga sih, ya," ujar Rania.


"Jadi ceritanya begini Ma, tadi setelah bertemu klien, Nia pergi ke sebuah restoran saat masuk ke dalam tanpa sengaja bertemu dengan Azmia, Mas Alby dan para asistennya. Nah, saat kita ngobrol-ngobrol Nia membahas tentang Azmia, Daffa dan asistennya memberi tahu jika Azmia itu bagian dari keluarga Bakhri. Nia sih masih nggak percaya, Ma, meskipun mereka sudah menunjukkan bukti Vidio konferensi pers." Rania menceritakan awal dia tahu tentang status Azmia.


"Iya, Mama juga kurang yakin sih, tapi ada kemungkinan juga Azmia beneran putri kandung keluarga Bakhri yang di buang di depan rumah kita," ucap Mama Sonia.


"Memang sih, tapi buktinya sekarang mereka yakin jika Azmia adalah putrinya," ujar Mama Sonia.


"Sepertinya kita harus mencari tahu informasi yang sebenarnya, Ma." Karena belum seratus persen percaya jadi Rania mengajak Mamanya untuk menggali informasi tentang Azmia.


"Boleh juga nanti kita suruh orang biasanya saja," ucap Mama Sonia.


"Ok, Ma," balas Rania.

__ADS_1


***


Di tempat lain


Setelah makanan habis Azmia dan asistennya berpamitan pulang lebih dulu.


"Mba kita langsung pulang aja ya," ucap Azmia.


"Baik, Mba. Kalau begitu saya naik taksi saja, Mba dari sini kan arah kita berbeda," balas Asisten.


"Eh, nggak perlu kamu bawa saja mobil saya, nanti saya bisa di jemput," ujar Azmia. Dia nggak mungkin membiarkan asistennya pulang menggunakan taksi, sedangkan dia naik mobil. Jadi Azmia lebih memilih untuk minta jemput Nina, sekalian dia ke cafe cinta.


"Memangnya enggak apa saya bawa mobil, Mba Mia." Asisten merasa takut jika harus membawa mobil bosnya.


"Tak apa, Mba bawa saja," balas Azmia.


"Baiklah kalau begitu saya duluan ya, Mba," pamit asisten.


"Iya, hati-hati di jalan," ucap Azmia.

__ADS_1


__ADS_2