Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 308 Ketemu


__ADS_3

Pukul lima sore Azmia mulai di rias. MUA masih sama dengan kemarin yaitu Tante Arin.


Untuk acara saat ini dengan tema ngunduh mantu jadi Azmia memakai baju adat dari keluarga Bunda Rita.


Selesai di makeup Azmia dan Revan melakukan serangkaian acara adat dari tanah kelahiran Bunda Rita, setelah selesai Azmia dan Revan duduk di singgasana menyambut para tamu undangan yang akan memberikan selamat pada mereka berdua.


"Pa, Mama nggak salah lihat kan?" tanya Mama Sonia saat melihat foto yang terpampang di depan pintu masuk ruangan.


"Coba kita masuk saja dulu, Ma," balas Papa Prabu.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam ruangan ikut antri memberikan selamat pada pengantin.


'Kenapa jadi gugup gini sih, apa itu beneran Azmia, tapi masa iya dia nikah dengan adiknya Alby?' batin Mama Sonia dengan segudang pertanyaan.


Setelah antri sekitar lima menit kini tiba saatnya Mama Sonia dan Papa Prabu memberikan selamat.


'Ini nggak mungkin,' batin Mama Sonia. Dia begitu terkejut saat melihat sosok yang berdiri di singgasana adalah putri yang pernah dia sia-siakan.


Bukan hanya Mama Sonia, Azmia pun di buat terkejut dengan hadirnya kedua orang tua angkatnya. Orang yang begitu berjasa dalam hidupnya, tapi juga menyakitinya.


Prabu melangkah lebih dulu sedangkan Mama Sonia berada di belakangnya.

__ADS_1


"Selamat ya, Nak, semoga kalian bahagia selalu," ucap Papa Prabu sambil memegang tangan Azmia dan Revan.


"Amin," balas Azmia dan Revan.


Sebelum turun dari singgasana Papa Prabu memeluk putri dan menantunya terlebih dahulu. Dia nggak bisa banyak bicara karena di belakang masih banyak tamu yang ingin mengucapkan selamat.


Setelah Papa Prabu kini ganti Mama Sonia yang mengucapkan selamat.


"Selamat ya, Revan semoga kamu bisa menjadi imam yang baik untuk Azmia," ucap Mama Sonia.


"Insya'Allah, Tan," balas Revan.


"Selamat ya, Nak, semoga kamu selalu bahagia." Kini Mama Sonia memberikan selamat pada Azmia. Dia berkata sambil memeluk Azmia -- putri angkat yang pernah dia sakiti dan sia-siakan.


"Nanti jangan lupa berkunjung ke rumah Mama. Pintu rumah Mama terbuka untukmu sayang," ujar Mama Sonia.


"Insya'Allah jika ada waktu Mia dan Kak Revan akan berkunjung ke sana," balas Azmia.


Setelah memberikan selamat pada kedua mempelai Mama Sonia berjalan menghampiri suaminya yang sudah lebih dulu turun dari panggung pengantin.


'Siapa orang itu, lantas bagaimana bisa Azmia nikah dengan Revan,' batin Mama Sonia. Banyak pertanyaan dalam benaknya, tapi dia bingung harus bertanya pada siapa untuk menemukan jawaban.

__ADS_1


"Kenapa sih dari tadi kayak orang gelisah gitu?" tanya Papa Prabu saat mereka sudah duduk di kursi yang tersedia.


"Pa, mereka itu siapa? kenapa dia ada di kursi khusus orang tua mempelai wanita?" Mama Sonia bukan menjawab pertanyaan suaminya, dia malah balik bertanya.


"Papa juga kurang tahu, Ma, tapi kalau Papa lihat sih yang laki-laki mukanya nggak asing seperti asal satu keluarga Bakhri," jawab Papa Prabu.


"Terus ada hubungan apa mereka sama Azmia?" tanya Mama Sonia.


"Papa juga nggak tahu, Ma. Nanti Papa akan tanyakan pada sahabat, Papa," balas Papa Prabu.


"Iya, Pa," ujar Mama Sonia. Dia berharap bisa menemukan informasi yang lengkap tentang Azmia.


**


"Rin, aku nggak salah lihat kan itu." Melia menepuk pundak Karina sambil menunjuk ke arah meja yang tak jauh dari dia duduk.


"Siapa sih?" Karina mengikuti arah tangan Melia.


"Mel, itu sih beneran, kamu nggak salah lihat. Eh, sejak kapan mereka pulang dari luar ya, bukannya waktu itu bilang katanya mereka tinggal di luar," ucap Karina.


"Iya, makanya aku heran pas lihat mereka," balas Melia.

__ADS_1


"Coba nanti kita tanyakan pada Azmia," ucap Karina.


"Sip."


__ADS_2