
"Sayang," ucap Revan dengan sedikit terkejut karena istrinya datang tanpa memberi tahunya.
Azmia hanya membalasnya dengan senyuman.
"Bu Bos, mari silakan!" Kabin menggeserkan kursi untuk Azmia.
"Terima kasih, Kak," ucap Azmia.
Kabin mengangguk sebagai jawaban.
Meskipun Kabin asisten suaminya, tapi Azmia tetap menghormati Kabin memanggilnya dengan panggilan Kakak, karena dia lebih tua dari Azmia. Adab, etika sopan santun itu penting. Jangan pernah merasa dia bawahan suami kita lalu kita seenaknya memanggilnya dengan sebutan nama.
Azmia duduk berhadapan dengan Revan bersebelahan dengan Kabin.
"Permisi, Pak," ucap seseorang di depan pintu ruangan Revan.
"Iya, Masuk," balas Revan.
"Pak Daru, Bu Wila, ada apa?" tanya Revan yang bingung karena dua orang tersebut ke ruangannya tanpa panggilannya.
"Lho bukannya, Pak Revan memanggil kamu berdua?" Pak Daru.
__ADS_1
"Saya yang memanggil kalian," jawab Azmia.
Revan dan Kabin saling menatap dengan tatapan saling bertanya. Mereka berdua bingung tiba-tiba Azmia memanggil Pak Daru dan Bu Wila.
"Silakan duduk!" Azmia mempersilakan Pak Daru dan Bu Wila duduk di sofa.
Mereka berdua mengangguk kemudian duduk di sofa.
Azmia yang tadi duduk di kursi depan Revan kini berpindah ke sofa.
"Pak Daru sudah berapa lama kerja di sini?" tanya Azmia.
"Sudah hampir tiga tahun, Bu saat masih di pimpin Pak Wisnu," jawab Pak Daru.
"Iya, Bu," balas Pak Daru.
Setelah Pak Daru kini Azmia berganti ke Bu Wila.
"Ibu Wilaningsih atau biasa di panggil Bu Wila. Saya kagum sama Ibu. Kinerja Ibu cukup bagus ya di kantor ini dan sudah lumayan lama juga kerja disini, lebih lama dari pada Pak Daru," ujar Azmia, karena Bu Wila sudah Lima tahun kerja di kantor Ayah Wisnu.
"Iya, Bu," balas Ibu Wila.
__ADS_1
'Wah, apa gue mau naik jabatan kali ya,' batin Bu Wila dengan hati yang berbunga-bunga.
Revan dan Kabin di buat terkejut dengan Azmia yang mengetahui informasi tentang karyawannya padahal Azmia jarang ikut mengelola kantornya, tapi Azmia bisa tahu tentang karyawannya. Revan jadi bertanya-tanya.
"Apa kalian berdua senang kerja di sini?" tanya Azmia.
"Senang, Bu," jawab Mereka berdua kompak.
"Apa kalian ada masalah di kantor ini, jika kalian punya keluhan bisa bilang," ujar Azmia.
"Tidak ada, Bu," balas Pak Daru sedangkan Bu Wila hanya diam.
Melihat Bu Wila diam saja Azmia memperjelas pertanyaannya lagi. "Ada yang ingin Bu Wila sampaikan pada Pak Revan. Tenang saja Pak Revan nggak akan marah kok," ucap Azmia.
"Ah ... Tidak ada, Bu," balas Bu Wila dengan nada sedikit gugup.
"Benar ya, baiklah jika tidak ada keluhan dalam kinerja di kantor ini. Apa Bu Wila dan Pak Daru masih betah kerja disini?" tanya Azmia.
"Masih, Bu," jawab mereka bersamaan.
"Mencari sebuah pekerjaan itu sulit, apalagi bisa mendapatkan kepercayaan serta jabatan seperti kalian berdua itu sangat-sangat sulit. Akan tetapi sepertinya kalian berdua sudah bosen dengan kerjaan kalian," ujar Azmia dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Maksud, Bu Mia apa ya?" tanya Pak Daru.
"Ah ... masa, Pak Daru tak mengerti dengan ucapan saya. Pastinya, Pak Daru dan Bu Wila paham dengan perkataan saya atau memang kalian pura-pura tidak mengerti. Apa perlu saya perjelas supaya Pak Revan tahu." Azmia semakin semangat untuk membongkar kelakuan karyawan mertuanya.