
"Bagaimana pada saksi, sah?" tanya Pak penghulu.
"Sah," jawab para saksi dan para tamu yang hadir.
"Alhamdulillah." Revan langsung mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Lega itulah yang dia rasakan setelah mengucap ijab kabul.
***
Di dalam ruangan.
Azmia juga mengucap rasa syukur setelah Revan mengucap ijab kabul dengan sekali tarikan napas.
Selesai penghulu membacakan doa. Pengantin wanita di perkenankan untuk segera keluar dari kamar menuju lokasi.
"Ayo!" Karina dan Melia mengulurkan tangannya.
Azmia menerima uluran tangan kedua sahabatnya. Kemudian mereka berjalan keluar kamar menuju tempat ijab kabul.
Sesampainya di lokasi semua mata tertuju Azmia. Mereka mengagumi kecantikan Azmia yang begitu terpancar. Kebaya putih yang melekat di tubuhnya dan polesan natural membuatnya terlihat begitu anggun dan cantik.
"Silakan, di cium tangan suaminya kini kalian sudah sah menjadi suami istri," ucap penghulu setelah Azmia berdiri di depannya.
Revan mengulurkan tangannya. Azmia menerima uluran tangan Revan kemudian mencium punggung tangan laki-laki yang kini jadi suaminya. Revan memegang kepala Azmia membacakan doa setelah itu Revan mencium kening Azmia.
Acara selanjutnya pemasangan cincin, tanda tangan surat nikah lanjut baca janji suami terhadap istri.
Setelah serangkaian acara selesai kini tinggal acara foto-foto dan saatnya acara untuk sanak saudara yang ingin mengucapkan selamat kepada pengantin.
'Hari ini kamu terlihat sangat cantik, kebaya putih yang melekat di tubuhmu begitu cocok. Aura kebahagiaan juga terlihat begitu memancar di wajahmu, berbeda dengan saat kita dulu.'
__ADS_1
"Tidak perlu di sesali semua sudah di atur oleh Allah," ucap Bunda sambil memegang bahu putra sulungnya.
"Al, senang sekarang Azmia berada di tangan yang tepat," balas Alby dengan memegang tangan Bunda yang berada di bahunya.
"Ayo, beri selamat pada adikmu!" Bunda menyuruh Alby agar menghampiri Azmia dan Revan memberikan selamat pada pengantin.
"Iya, Bun," balas Alby. Kemudian dia melangkahkan kakinya menghampiri Azmia dan Revan.
"Selamat ya, semoga kamu bisa menjadi imam yang baik dalam keluarga kecilmu. Mas titip jaga dia baik-baik jangan pernah menyakiti hatinya hingga membuatnya meneteskan air mata karena terluka," pesan Alby pada Revan.
"Iya, Mas," balas Revan.
"Mas senang sekarang kamu bisa menikah dengan Revan semoga kamu Allah selalu memberikan kebahagiaan untukmu, Dek," ucap Alby pada Azmia.
"Amin, doa terbaik juga untuk Mas Alby," balas Azmia dengan tersenyum kecil.
Nila yang melihat pemandangan itu jantungnya tiba-tiba berdebar, hatinya terasa nyeri. Dia cemburu saat melihat Alby berhadapan dengan Azmia, terharu saat melihat Alby memberikan selamat dengan memeluk Revan. Kasihan saat dia melihat wajah Alby yang berbeda setelah menemui kedua pengantin.
"Selamat akhirnya kalian nikah juga, semoga samawa, bahagia selalu ya, Mi," ucap Karina kemudian memeluk Azmia.
"Terima kasih, Rin," balas Azmia.
Setelah memberikan ucapan selamat pada Azmia, kini dia berganti menghampiri Revan.
"Kak Revan harus jagain Azmia ya jangan sampai membuatnya bersedih," pesan Karina pada Revan.
"Siap, Ibu Karina," balas Revan dengan tertawa kecil.
"Selamat ya, Mi. Langgeng sampai maut memisahkan kalian," ucap Melia dengan memeluk Azmia.
__ADS_1
"Kak Revan, titip Mia ya jaga dia baik-baik," pesan Melia pada Revan.
"Siap, Ibu Meli," balas Revan.
"Selamat ya, Dek. Kakak senang akhirnya kamu bisa menemukan laki-laki yang tepat, semoga kamu selalu bahagia," ucap Derry.
"Amin. Makasih, Kak," balas Azmia.
"Gue titip Azmia jaga dia, jangan sampai lu sia-siakan karena di luar sana masih banyak laki-laki yang dengan senang hati menerimanya," bisik Derry.
"Siap, bro, lu tenang aja," balas Revan.
Kemudian mereka bertiga berfoto bersama.
Setelah semua sanak saudara mengucapkan selamat dan foto bersama mereka langsung kembali ke dalam kamar mengistirahatkan tubuhnya sejenak untuk acara nanti malam.
"Selamat untuk Putra Bunda yang sekarang sudah dewasa. Bunda hanya minta padamu, Nak tolong jaga istri mu dan sayangi dia seperti kamu menyayangi Bunda. Dia juga wanita seperti Bunda mu, Nak. Jadi setiap kamu sakiti dia, Bunda juga sakit, tapi jika kamu membahagiakan dia, maka Bunda jauh lebih bahagia." Bunda Rita memberikan wejangan pada Putra bungsunya.
"Iya, Bun," balas Revan hanya itu yang bisa di katakan.
"Sayang, Bunda seneng banget akhirnya kamu bisa kembali lagi ke rumah Bunda menjadi bagian dalam keluarga Bunda. Bunda berharap ini adalah yang terakhir kalinya ya, Nak." Bunda memeluk Azmia dengan penuh kasih sayang.
Setelah Bunda Rita kini berganti Mama Iren.
"Mama hanya ingin titip pesan untuk Nak Revan tolong jangan putri Mama karena dia harta yang paling berharga dalam hidup Mama," ucap Mama Iren pada Revan.
"Baik, Ma. Insya'Allah Revan akan selalu menjaga Azmia sampai maut memisahkan kita," balas Revan.
"Princess Mama tak terasa sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, jadilah istri yang baik, taat pada suami, Nak," ucap Mama Iren.
__ADS_1
"Iya, Ma." Azmia memeluk Mama Iren dengan derai air mata.
Setelah pesan dan mendapat wejangan dari orang tua kini kedua pengantin di persilakan untuk segera istirahat sejenak karena nanti malam masih ada acara yang akan menguras tenaga.