
"Mi, kamu kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Karina sambil mengelus lembut tangan Azmia. Kini Azmia sudah di pindahkan di ruang rawat inap.
"Aku, nggak apa, Rin, mungkin hanya butuh waktu istirahat sebentar nanti juga pulih kembali," jawab Azmia berbohong tidak mungkin dia berkata jujur karena dia belum bercerita tentang kehidupan dia yang sesungguhnya.
"Mi, kita sahabatan sudah lama kamu tidak bisa bohongi aku. Kalau ada masalah cerita barang kali aku bisa bantu," ucap Karina.
"Iya, Rin," balas Azmia dengan tersenyum kecil.
Tak lama kemudian Nina, Melia, dan Angga datang. Nina dan Melia tadi pergi membeli makan, sedangkan Angga bertemu dokter.
Karina langsung berdiri dari duduknya saat melihat Angga datang. "Silakan, Bang!" Karina mempersilakan Angga duduk di kursi samping Azmia.
"Terima kasih, Rin," ucap Angga kemudian dia duduk di kursi sebelah brankar.
"Gimana, apa ada yang sakit?" tanya Angga sambil mengelus lembut kepala Azmia.
Azmia menggeleng. "Mia, baik-baik saja, Bang," jawab Azmia.
"Sayang," teriak Mami Erna dari pintu.
__ADS_1
Azmia tersenyum lebar saat melihat kedatangan Mami Erna. Tadi setelah menemui dokter Angga langsung menghubungi Mami Erna dan Papi Bagas, tapi Papi tidak bisa ikut kerumah sakit karena sedang rapat.
Mami Erna ke rumah sakit di antar sopir pribadinya. Sampai di RS Mami Erna langsung berjalan menuju ruangan Azmia. "Assalamualaikum," ucap Mami sambil membuka pintu berjalan masuk kedalam. Mami langsung menghampiri putrinya memeluk tubuh Azmia. "Apa yang terjadi kenapa anak Mami bisa sampai seperti ini, kamu tidak bisa jaga adiknya dengan baik," omel Mami Erna sambil memukul pelan lengan Angga.
"Mia, tidak apa-apa, Mi. Abang sudah jaga Mia dengan baik kok, Mi," jawab Azmia. Dia bahagia sekali saat keadaan seperti ini masih banyak orang yang menyayangi dirinya.
Mami Erna mengelus lembut kepala Azmia.
"Apa kamu sudah makan, sayang?" tanya Mami.
"Sudah, Mi," jawab Azmia.
"Dari tadi Mami tidak melihat Alby, kemana dia?" tanya Mami Erna dengan nada pelan.
"Sayang, apa kamu begini karena sedang ada masalah dengannya?" tanya Azmia.
Azmia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau tidak kenapa dia tidak ada disini, jangan bilang dia juga tidak tahu kamu berada di rumah sakit," tebak Mami Erna.
__ADS_1
Azmia hanya diam tak menjawab, tapi matanya berkaca-kaca. Teringat kejadian kemarin malam sungguh malang sekali nasibnya.
Erna yang melihat reaksi Azmia, dia sudah tahu jawabannya. Berumah tangga bertahun-tahun membuatnya sudah paham dengan keadaan pahit manisnya dalam rumah tangga sudah dia rasakan.
"Sayang, disini ada Mami yang akan selalu ada buat kamu, jangan pernah merasa sendiri. Mami tidak akan membiarkan siapapun membuatmu menangis," ucap Mami Erna dengan tegas.
"Terima kasih, Mi." Azmia mencium punggung tangan Mami Erna.
*
*
*
"Mba Mel, nanti pulang anterin Nina ke cafe dulu ya," pinta Nina.
"Iya, Nin tenang aja," balas Melia.
"Kita mau pulang sekarang atau nanti, disini juga kita bengong mending nongki di cafe, nanti malam atau besok kita kesini lagi," ucap Karina.
__ADS_1
"Bener juga, ya sudah yuk pulang!" ajak Melia.
Mereka bertiga berdiri dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Azmia berpamitan pada Azmia dan Mami Erna. Setelah berpamitan mereka keluar dari ruangan Azmia melangkah menuju parkiran mobil.