Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 337 Memberikan kabar


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Revan dan Azmia di depan rumah Bunda Rita.


"Wa'alaikumussalam," balas yang ada di ruang tamu.


Revan dan Azmia berjalan masuk ke dalam.


"Eh ... ada Mas Alby dan Mba Nila juga," ucap Revan.


"Iya, mereka juga baru datang," balas Bunda.


"Oh," ucap Revan sambil menganggukkan kepala.


"Kalian berdua dari rumah?" tanya Ayah Wisnu.


"Kami dari cafe, Yah ada kerjaan di sana. Oh, iya, ini Bun." Azmia memberikan bingkisan pada Bunda Rita.


"Wah, apa nih, Sayang?" tanya Bunda Rita saat menerima bingkisan tersebut.


"Buka saja, Bun," ucap Revan.


"Aromanya wangi sekali." Dengan pelan Bunda membuka bingkisan tersebut kemudian mengeluarkan kotak yang ada dalam plastik.


"Wah, cake nya cantik sekali. Ini beli di mana, Sayang?" tanya Bunda saat melihat bingkisan yang di berikan Azmia.


"Bunda cobain dulu deh enak nggak?" tanya Revan.


"Enak banget rasanya pas banget," jawab Bunda setelah mencicipi cake.


"Ayah juga mau dong," ucap Ayah Wisnu.


Bunda Rita memberikan cake pada Ayah Wisnu. "Al, nih ambil." Bunda menawarkan cake tersebut pada Alby dan Nila.


"Gimana rasanya enak kan?" tanya Bunda.


"Enak, Bun," jawab Ayah dan Alby kompak.


"Lumayan," jawab Nila.

__ADS_1


"Bunda baru liat lho cake seperti ini. Kamu beli dimana?" tanya Bunda Rita.


"Di toko kue banyak, Bun," jawab Nila.


"Enggak ada, Nak. Bunda kan sering beli kue," ujar Bunda Rita.


"Iyalah pasti nggak ada ini kan buatan sendiri. Jadi cake itu menu baru di cafe lovely, Ma. Azmia dan Roni yang membuat cake tersebut," balas Revan menjelaskan tentang cake tersebut.


"Wah ... pantas sekali cake nya beda nggak ada di toko kue ternyata buat sendiri. Ini keren banget sayang. Mudah-mudahan lancar dan laris manis, cafe juga makin sukses," ucap Bunda.


"Amin," balas semua kecuali Nila.


"Apa cafe mulai sepi hingga bikin menu baru lagi," celetuk Nila.


"Maaf ya, Mba Nila. Cafe bukannya sepi, tapi memang cake itu di buat sesuai dengan request pengunjung supaya lebih banyak pilihan menu di cafe," jelas Azmia.


"Yah, nanti kita ke cafe lovely ya," ucap Bunda.


"Iya," balas Ayah.


"Kapan saja Bunda mau kesana bilang saja ke Mia nanti biar Mia siapin cake spesial untuk Bunda dan Ayah," ujar Azmia.


"Sejak kapan Azmia kerja di cafe?" tanya Revan.


"Ya sejak kenal Azmia. Memangnya sekarang Azmia sudah nggak kerja lagi di cafe?" tanya Alby.


"Sekarang Mia hanya bantu-bantu saja kalau ada waktu luang," jawab Azmia.


"Oh," ucap Alby.


"Kalau gue jadi Bosnya udah ku pecat punya karyawan begitu," sahut Nila.


"Saya juga sama kalau punya karyawan macam, Mba Nila pasti nggak saya terima," balas Revan. "Mulut nyinyir mulu," lirih Revan.


"Sudah-sudah." Bunda menghentikan perdebatan antara putra dan menantunya.


"Oh, iya bagaimana perkembangan perusahaan Bakhri yang ada di kota X, Nak?" tanya Ayah Wisnu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Yah sekarang sudah mulai normal kembali, ya meskipun belum stabil, tapi setidaknya tidak merugikan karyawan lain lebih lama," jelas Azmia.


"Memangnya apa yang terjadi dengan perusahaan di sana?" tanya Revan yang tak mengerti.


"Ada yang menggelapkan dana perusahaan dan membawa kabur uang gaji para karyawan," jelas Ayah.


"Lalu?" Kini giliran Alby yang bertanya dia jadi ikut penasaran.


"Katanya sudah tertangkap. Dia pergi ke luar negeri," jawab Ayah Wisnu.


"Kamu nggak pernah cerita ke Kakak, Dek," ucap Revan.


"Itu kan masalah keluarga Mia, Kak. Lagi pula itu urusan yang tua," balas Azmia.


"Mas, Nila pengen makan martabak," ucap Nila.


"Iya, kamu tunggu sini ya biar Mas beliin," balas Alby.


"Nila maunya Azmia yang beli, terus martabaknya yang di depan sana dekat lampu merah dekat masjid raya," ujar Nila.


"Kenapa harus Azmia kan ada Mas," balas Alby.


"Dedeknya pengen yang beli anteu Mia," ucap Nila dengan nada manja.


"Dedek, kamu __." Bunda menahan ucapannya.


"Iya, Bun. Alhamdulillah, Nila hamil. Bunda akan jadi Nenek dan Ayah akan jadi Kakek," jelas Alby.


"Alhamdulillah, selamat ya, Nak," ucap Bunda Rita kemudian di ikuti Ayah Wisnu.


"Selamat ya, Mba Nila dan Mas Alby," ucap Azmia dan Revan.


"Terima kasih, Anteu dan Om Evan," balas Alby dengan mengikuti nada anak kecil.


"Kalau begitu biar Mia belikan martabaknya kasihan nanti dedeknya ngiler kalau nggak di turuti," ucap Azmia.


"Iya, anteu," balas Nila.

__ADS_1


Setelah mendengar kabar kehamilan Nila. Azmia dan Revan bergegas pergi membelikan martabak sesuai keinginan Nila.


__ADS_2