
Di kantor
"Daf, ke ruangan gue," ucap Alby pada sambungan telepon.
Tak butuh waktu lama orang yang di telpon datang dengan gaya coolnya. "Kenapa, tumben telpon?" tanya Daffa saat masuk ke dalam ruangan Alby.
"Duduk dulu!" Alby menyuruh Daffa untuk duduk terlebih dahulu.
Daffa pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Alby.
"Lu kenapa kagak cerita sama gue kalau tunangan lu si Karina sahabat dekat Azmia," ucap Alby. Dia baru tahu tadi pagi saat sarapan Bunda cerita pada Alby.
"Lha lu kagak nanya," balas Daffa dengan santainya.
__ADS_1
Saat ingin mengajak Bunda dan Ayah. Daffa hanya bilang ke Alby kalau dia mau tunangan tanpa memberi tahu nama calonnya.
"Ya kan gue nggak tau kalau lu punya pacar, setidaknya lu cerita gitu, masa iya harus gue tanya dulu," ujar Alby. Karena setahu dia Daffa masih jomblo.
"Gimana mau cerita, semua itu terjadi karena ketidak sengajaan, dadakan juga," balas Daffa.
"Maksud lu? Emangnya apa yang terjadi? Lu nggak yang aneh-aneh kan, terus di gerebek warga suruh nikah," cerocos Alby se enak jidatnya kalau ngomong.
"Ngawur aja lu kalau ngomong, lu pikir gue gila apa sampai ngelakuin itu," balas Daffa.
"Awalnya gue cuma pengen bantuin dia doang jadi pacar pura-pura nya, eh ... pas ketemu sama orang tuanya gue langsung di suruh halalin anaknya. Kata emak, bapaknya biar Karina ada yang jagain pas mereka pergi keluar kota. Awalnya gue kaget bingung mana di kasih waktu cuma satu minggu. Akhirnya ya udah tuh gue rundingan aja sama Karina gimana baiknya karena kan kita belum saling kenal satu sama lain jadi aku juga nggak bisa maksa dia untuk nerima tawaran orang tuanya, tapi pada akhirnya dia ingin melanjutkan hubungan ini sesuai dengan keinginan orang tuanya. Ya mungkin memang inilah cara Allah mempertemukan jodoh gue nggak perlu di cari datang sendiri," jelas Daffa menceritakan dari awal sampai akhir kisah hubungannya dengan Karina.
"Keren. Ternyata memang benar ya jodoh itu tidak perlu di cari jika saatnya tiba pasti Allah akan kirim pada kita," ucap Alby.
__ADS_1
"Bener banget tuh, Al. Sampai sekarang aja nih gue masih nggak nyangka kalau udah tunangan sama Karina. Ya lu kan tau sendiri setiap kita ada acara ketemu dia aja gue jarang ngobrol, sekali-kalinya nganterin dia pulang habis itu udah, tiba-tiba mau jadi istri gue," balas Daffa.
"Iya-iya. Alhamdulillah lu jadi nggak jones lagi," ujar Alby.
"Sue, Lu," balas Daffa.
***
Di tempat lain
Ardiaz semakin gelisah karena teleponnya tak kunjung di angkat oleh Azmia.
"Ah ... lama-lama gue bisa gila karena dia," keluh Ardiaz sambil memukul-mukul ponselnya.
__ADS_1
Jika Mama dan Papa memang sudah tidak mengizinkan gue ketemu dia lagi lebih baik gue pergi saja dari kota ini. Gue nggak akan bisa ngelupain dia jika terus berada di sini mungkin suasana baru bisa membuat gue melupakannya sebelum rasa ini terlalu dalam, batin Ardiaz. Dia berniat untuk menjauh dari Azmia supaya dia bisa membuang rasa yang dia miliki sebelum perasaan itu semakin besar dan tumbuh dalam di hatinya karena jika itu terjadi akan lebih sulit untuk melupakannya.