Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 288 Menuju Bismillah


__ADS_3

Malam hari


Mama Iren, Papa Ari, Ali dan Azmia sudah bersiap menyambut tamunya, mereka berkumpul duduk di sofa ruang tamu.


"Ada yang olahraga jantung nih," sindir Ali.


Mama Iren, Papa Ari dan Azmia langsung menoleh ke arah Ali dengan tatapan yang penuh tanya.


"Kenapa kok ngeliatinnya begitu?" tanya Ali saat melihat semua menatap ke arahnya.


"Enggak apa. Memangnya siapa yang olahraga jantung kan kita hanya berempat duduk nggak ada yang olahraga." Mama Iren yang merasa bingung dengan ucapan putranya.


"Maksudnya bukan olahraga yang begitu," jelas Ali sambil tertawa kecil.


"Terus?"


"Olahraga jantung itu deg degan karena gugup," jelas Mama Ali.


"Oh, begitu," ucap Mama Iren.


"Iya, Mamaku sayang," balas Ali. Ingin tertawa takut dosa, tapi lihat Mamanya begitu bikin gemes.


Azmia yang melihat hanya bisa menahan tawa.


"Karina nggak jadi kesini, Dek?" tanya Ali.


"Jadi, nanti juga datang," jawab Azmia.


****


Di tempat lain

__ADS_1


"Duh, anak Bunda ganteng banget sih," ucap Bunda Rita saat melihat putranya turun dari tangga.


"Harus dong, Bun," balas Revan.


"Apa sudah kamu siapkan semua?" tanya Bunda Rita.


"Sudah, Bun," jawab Revan.


"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang supaya tidak kemalaman!" ucap Ayah Wisnu mengajak anak dan istrinya agar segera berangkat.


"Iya, Yah," balas Bunda Rita dan Revan. Kemudian mereka bertiga keluar rumah menuju garasi mobil.


"Semua sudah di masukkan ke dalam mobil kan, Mba?" tanya Bunda pada Mba Lasmi.


"Sudah, Nyonya," jawab Mba Lasmi.


Setelah semua masuk ke dalam mobil Revan mulai melajukan mobilnya keluar rumah menuju lokasi.


*


*


*


Azmia harap-harap cemas menanti seseorang yang akan datang menemuinya.


Tak berselang lama tamu yang mereka tunggu kini telah tiba.


"Assalamualaikum," ucap seseorang di depan pintu.


"Wa'alaikumussalam," balas semua orang yang berada di ruang tamu. Kemudian semua berdiri dari duduknya menyambut tamu yang datang.

__ADS_1


"Mari silakan masuk, Rit, Wisnu, Nak Revan!" Mama Iren mempersilakan tamunya masuk kedalam dan duduk di sofa.


Ya tamu yang di tunggu adalah keluarga Ayah Wisnu.


"Beginilah keadaan kita, semoga kamu dan Rita tidak kapok berkunjung ke gubuk kami," ucap Papa Ari.


"Jangan merendah seperti itu," balas Ayah Wisnu.


"Memang itulah kenyataannya, Wis," ucap Papa Ari.


"Mari-mari silakan di minum!" Mama Iren memotong ucapan Papa Ari mempersilakan tamunya menikmati hidangan yang telah di sajikan di atas meja.


"Terima kasih, Ren jadi ngerepotin," ucap Bunda Rita.


"Ah ... tidak repot," balas Mama Iren.


Setelah berbincang-bincang ngalor ngidul kini tiba saatnya obrolan inti.


"Begini, Ri. Niat kedatangan kami kesini ingin membahas tentang perjodohan putra dan putri kita yang sudah kita bicarakan waktu itu. Setelah memberikan waktu sejenak untuk putra putri kita berpikir, kini putra saya sudah memberikan jawaban bahwa dia bersedia menerima perjodohan itu dan hari ini juga kami ingin mengkhitbah putrimu Azmia Syafiqa Bakhri," ucap Ayah Wisnu.


"Bagaimana mana, Nak Mia apa kamu bersedia menerima pinangan Revan?" tanya Ayah Wisnu pada Azmia.


Azmia mengangguk sebagai jawaban.


"Alhamdulillah," ucap semua orang yang berada di ruangan.


"Kita jadi besanan, Ri," ujar Ayah Wisnu.


"Iya, Wis," balas Papa Ari.


Setelah Azmia menerima pinangan Revan. Bunda Rita berdiri dari duduknya memasangkan cincin ke jari Azmia sebagai tanda bahwa Azmia sudah ada yang memiliki. Bukan hanya cincin Bunda juga memberikan sebuah buket sebagai rasa terima kasih karena Azmia sudah bersedia menerima pinangan putranya.

__ADS_1


"Terima kasih, Bun," ucap Azmia sambil menerima buket tersebut.


"Sama-sama, Sayang," balas Bunda.


__ADS_2