
Saat Azmia kembali ke kafe tanpa dia sadari dari belakang ternyata ada seseorang yang melihatnya keluar dari mobil.
Setelah memarkirkan mobil Azmia masuk ke toko, tapi saat sampai di depan pintu tiba-tiba tangannya di cekal seseorang dari belakang.
Azmia yang terkejut langsung menoleh ke belakang. "Mas Alby," ucapnya.
"Dari mana?" tanya Alby.
"Mengantarkan pesanan," jawab Azmia. Terpaksa dia harus berbohong dia tidak ingin Alby mengetahui identitasnya.
"Kemana, kamu bisa mengendarai mobil?" Alby merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Azmia. Dia tak percaya begitu saja. Alby akan mencari tahu siapa Azmia sebenarnya.
Azmia mengangguk, dia berusaha untuk tenang meski dia deg degan takut Alby curiga. "Tidak jauh dari kafe, karena pesan dia banyak jadi tidak mungkin jika pakai motor," jawab Azmia.
"Kita duduk di situ saja ya." Azmia membawa Alby di meja nomor 5.
"Mas Alby tunggu dulu ya, Mia ingin mengembalikan kunci mobil terlebih dahulu," ucap Azmia kemudian berjalan menuju kasir menaruh kunci mobilnya di laci.
"Kamu kapan sampainya, Mi?" tanya Karina saat berpapasan dengan Azmia. Dia tidak sadar jika Azmia masuk bersama Alby.
"Baru saja. Melia mana?" Azmia balik bertanya.
"Dia baru juga pulang, katanya sih ada urusan mendadak," jawab Karina.
Azmia mengangguk tanda mengerti. "Aku lanjut bantu melayani pembeli dulu ya," pamit Karina.
"Iya." Setelah kepergian Karina. Azmia juga langsung menuju dapur mengambil sesuatu untuk Alby.
"Di minum, Mas!" Azmia menyodorkan segelas kopi susu.
__ADS_1
"Terima kasih." Alby mengambil kopi tersebut kemudian menyeruputnya.
"Mia, bantuin yang lain dulu ya." Tanpa menunggu jawaban dari Alby, Azmia langsung meninggalkan meja Alby berjalan masuk ke dalam.
Setelah menunggu sekitar hampir satu jam karena bosan akhirnya Alby mencari keberadaan Azmia.
"Azmia, mana ya Mba?" tanya Alby saat berada di kasir.
"Sebentar ya Kak," jawab karyawan yang berjaga di kasir. Karyawan tersebut langsung memanggil Azmia lewat sambungan telepon.
Tak lama kemudian sosok yang Alby cari datang.
"Pulang," ucap Alby tanpa basa-basi saat melihat kedatangan Azmia.
Azmia mengangguk. "Saya pulang dulu ya, Nin," pamit Azmia pada Nina.
"Iya, Mba Mia," balas Nina.
"Motor Mia gimana?" tanya Azmia saat Alby membukakan pintu mobil untuk Azmia.
"Besok saja di ambil," jawab Alby.
"Baiklah." Azmia mengalah dari pada nanti ribut.
*
*
*
__ADS_1
"Pagi, Mbok, apa Mas Alby belum turun?" tanya Azmia saat berada di dapur.
"Belum, Non," jawab Mbok Asih.
"Apa perlu Mbok panggilkan," ucap Mbok Asih.
"Tidak perlu, Mbok. Biar Mia saja yang panggil." Azmia melangkahkan kakinya menuju kamar Alby. Tumben sekali suaminya itu belum juga turun padahal biasanya Alby sudah berada di dapur saat dia keluar kamar.
"Mas," panggil Azmia di depan pintu kamar Alby. "Mas." Kedua kalinya Azmia, tapi tetap tidak aja jawaban.
"Mas." Azmia meninggikan sedikit suaranya.
Namun, tetap nihil. Akhirnya Azmia berusaha membuka pintu kamar Alby.
"Mbok ...," teriak Azmia.
Mbok Asih yang mendengar teriakkan Azmia bergegas menuju lantai dua. "Ada apa, Non?" tanya Mbok Asih setelah sampai di depan Azmia.
"Apakah ada kunci cadangan kamar Mas Alby?" tanya Azmia.
"Sebentar, Non. Si Mbok cari dulu." Mbok Asih pergi meninggalkan Azmia berjalan menuju ruang kerja Alby.
"Alhamdulillah," ucap Mbok Asih setelah mendapatkan barang yang ia cari. Kemudian bergegas menghampiri Azmia. "Ini, Non." Mbok Asih memberikan kunci cadangan itu pada Azmia.
Azmia menerima kunci tersebut langsung membuka pintu kamar Alby. "Mas Alby __." Azmia berlari menghampiri Alby.
*
*
__ADS_1
*