
Sesampainya di rumah sakit Azmia dan Ali di bawa ke ruang rawat karena kondisinya tidak terlalu parah jadi dokter hanya membersihkan luka pada tangan Azmia. Sedangkan Ali tangan kanannya harus di perban karena lukanya sedikit dalam serta kaki kirinya juga harus di perban karena terkilir.
Selesai pengobatan mereka kembali ke hotel di jemput Derry dan Melia. Tadi Derry dan Melia pergi beda lokasi dengan Azmia jadi dia tidak tahu kecelakaan yang terjadi pada Azmia jika Karina tidak menelponnya.
Sampai di hotel Azmia langsung di antar ke kamarnya.
"Mia, istirahat dulu ya, Bang," ucap Azmia sebelum ia masuk ke dalam kamar.
"Iya," balas Angga kemudian berjalan menuju kamarnya melihat kondisi Ali.
"Makasih ya, Al. Lu udah nyelametin nyawa adik gue, kalau telat dikit aja gue nggak kebayang gimana kondisinya sekarang," ucap Angga sambil menepuk bahu Ali.
"Sama-sama, Ga," balas Ali.
"Sepertinya ada yang bakal nyaingin gue nih," celetuk Devan.
"Kagak usah aneh-aneh." Angga memukul pelan lengan Devan.
"Bercanda, Ga. Gue udah ikhlas kok santai aja," balas Devan dengan tertawa kecil.
__ADS_1
Ali hanya diam mendengarkan obrolan Angga dan Devan karena dia tak mengerti obrolan kedua sahabatnya.
***
"Hampir saja lu melukai wanita itu."
"Biarkan saja. Gue udah gatel tau pengen cepat selesai tugas kita."
"Namun, nggak seperti tadi juga bro kalau dia mati kita bisa masuk penjara, kasihan nanti anak sama istri gue kagak ada yang nyariin nafkah."
"Ah, lu lebay banget sih. Kalau kita masuk penjara ya kita seret saja tuh emak-emak beres kan."
"Bener juga apa kata, lu mana gue belum nikah, nanti gue malah jadi perjaka tua kagak nikah."
"Makanya kalau mau bertindak itu mikir-mikir dulu akibatnya jangan ngikutin ego."
"Sorry, bro. Terus gimana nih cara kita mendapatkan wanita itu?"
"Santai saja, kita pantau saja terus gerak geriknya."
__ADS_1
"Ok."
***
Di kamar 112
"Mi, kamu nyadar nggak sih kalau, Pak Ali ada rasa sama kamu?" Karina berkata sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Apaan sih, Rin. Sudahlah jangan mikir yang aneh-aneh deh," balas Azmia.
"Azmia sayang, tapi ini udah ke tiga kalinya lho aku lihat Pak Ali itu perduli banget sama kamu," ucap Karina.
"Ya, mungkin di pikir karena dia sahabat Bang Angga jadi dia juga menjaga Aku," balas Azmia. Dia tak mau berpikir yang terlalu jauh.
"No, tidak. Pertama saat kita makan bersama setelah rapat aku lihat Pak Ali tuh sampai tidak berkedip lihatin kamu. Kedua yang kemarin di pantai. Ke tiga tadi, Pak Ali sampai bela-belain nyelametin kamu," jelas Karina. Entah feeling dia atau memang bener adanya hanya Pak Ali dan Allah yang tahu.
"Rin, Pak Ali itu kan dosen kita wajarlah dia nyelametin mahasiswinya lagi pula beliau itu tidak mungkin jatuh hati pada aku. Sudahlah jangan bahas ini lagi takut ada yang dengar nanti jadi gosip, terus takutnya kekasih Pak Ali denger kan jadi salah paham," ujar Azmia.
"Iya, juga ya. Maaf, Mi. Baiklah aku nggak akan ngebahas itu ( Pak Ali) lagi," balas Karina.
__ADS_1
Ucapan Azmia benar kita tak boleh menduga-duga kalau kita belum mengenal dan mengetahui dengan jelas indentitas orang tersebut.