
Tepat jam enam pagi Karina mulai di makeup. Sedangkan Azmia dan Melia pun sama dia juga di makeup lebih dulu karena masih banyak yang antri untuk di makeup dari Keluarga Karina.
Dua jam berlalu kini Karina sudah rapi dengan gaun pengantin yang berwarna putih.
"Cantik banget," ucap Melia saat melihat Karina yang begitu sangat berbeda sekali.
"Iyalah cantik aku kan cewek, kalau cowok ganteng," balas Karina.
"Di puji bukannya terima kasih," ujar Melia.
"Iya-iya, terima kasih, Melia," balas Karina dengan tersenyum manis.
***
Suasana di lantai bawah
Satu persatu tamu mulai berdatangan.
Keluarga Wisnu juga sudah di tempat karena ijab kabul akan di laksanakan pada pukul sembilan pagi.
"Sabar, Daf. Santai, selow, jangan terlalu tegang," ucap Alby sambil memegang bahu Daffa. Alby dan Ayah Wisnu duduk di kursi saksi.
Daffa hanya mengangguk sebagai jawaban.
****
__ADS_1
Kembali ke kamar
"Kak Daffa, sudah tiba," ucap Melia saat melihat dari layar ponselnya. Melia sengaja menyuruh Derry untuk vidio call dirinya supaya dia bisa melihat keadaan di lantai bawah.
"Apa penghulu juga sudah tiba?" tanya Karina.
"Sepertinya baru tiba, beliau masih merapikan berkas-berkas," jawab Melia.
"Deg-degan nih," ucap Karina sambil menggenggam tangan Azmia dan Melia.
"Bismillah, mudah-mudahan acaranya lancar," balas Azmia.
"Amin." Karina dan Melia bersamaan mengaminkan doa Azmia.
"Eh, acara sudah di mulai nih." Melia memperlihatkan layar ponselnya pada Karina dan Azmia. Mereka pun dengan serius menatap ke arah ponsel.
"Ayo, kita turun," ucap Melia.
Karina mengangguk sebagai jawaban.
Azmia dan Melia menggandeng tangan Karina berjalan menuju lantai bawah.
"Masya'Allah, cantik sekali dia," lirih Daffa saat melihat Karina menuruni tangga.
Sesampainya di lantai bawah Karina duduk di samping Daffa. Kemudian mereka mendatangi surat nikah lalu lanjut melaksanakan serangkaian adat.
__ADS_1
Setelah selesai acara ini itu kini tiba saatnya para tamu undangan mengucapkan selamat untuk kedua mempelai.
Pertama para orang tua yang memberikan ucapan selamat, kedua sanak saudara, terakhir barulah para sahabatnya.
"Istriku hari ini cantik banget sih," ucap Revan memuji Azmia.
"Biasa aja kali, lebay banget kayak tiap hari nggak lihat bininya," celetuk Nila dari arah belakang Revan. Posisi duduk Revan di belakang Nila.
"Cie ... ada yang iri pengen di puji juga ya, tapi sayang nggak ada puji, hahaha," balas Revan dengan tertawa kecil.
"Kak Derry, lu harusnya peka doang istri udah cantik begitu kagak di puji," ucap Revan sambil mengedipkan mata ke arah Derry.
Derry yang tidak paham dengan kedipan mata Revan, dia pun menaikkan bahunya.
"Kak Derry, hari ini Melia cantik banget ya hari ini?" tanya Azmia ikut bicara.
"Cantik banget. Aku saja sampai pangling lihatnya hari ini dia sangat cantik sekali," jawab Derry.
"Terima kasih, sayang," ucap Melia.
"Kak Derry kalau jadi suami tuh yang peka istri sudah dandan cantik begitu nggak di puji kan jadi kasihan," balas Azmia.
"Sorry, Mi. Bukannya nggak peka, tapi kan kita baru saja duduk bersama," ujar Derry.
"Mba Delis hari juga keliatan cantik banget," ucap Azmia kini beralih memuji Delisa yang turut hadir di acara pernikahan Karina.
__ADS_1
"Terima kasih, Mi," balas Delisa.