
"Cie ... yang lagi kenalan sama adek ipar," ucap seseorang yang baru datang menghampiri Azmia dan Alby.
"Kak Revan." Azmia menoleh ke sumber suara.
"Kalian ngapain berduaan disini?" tanya Revan.
"Jangan salah paham dulu, kita cuma ngobrol duang," jawab Alby.
Melihat situasi yang sedikit tidak bersahabat Azmia langsung berdiri dari duduknya.
"Duduk dulu!" Azmia memegang tangan Revan mengajaknya duduk.
"Kak Revan jangan salah paham, Mas Alby hanya ngajak ngobrol Azmia untuk memberikan ini." Azmia memperlihatkan ATM yang di berikan Alby padanya.
"Kenapa Mas Alby memberikan itu padamu bukankah sekarang kalian sudah tidak ada hubungan lagi?" Revan jadi bertanya-tanya.
"Kami memang udah nggak ada hubungan apapun, Mas hanya ingin mengembalikan ATM tersebut pada Mia," jawab Alby.
"Kenapa baru sekarang?" tanya Revan.
"Mas." Azmia memberikan kode pada Alby agar diam saja.
"Suami Azmia kenapa sekarang jadi pencemburu begini, jangan berpikir yang aneh-aneh," ucap Azmia sambil memegang erat tangan Revan serta menatap Revan dengan senyuman manis.
"Enggak cemburu, Kakak kan hanya bertanya istriku," balas Revan.
"Mia akan jelaskan semuanya pada Kakak, tapi tidak sekarang. Lebih baik sekarang suamiku mandi dulu, bau." Azmia menutup hidungnya.
"Kenapa tidak sekarang saja sih, Dek," keluh Revan karena Azmia tidak menjelaskan padanya.
"Mau nanti atau tidak sama sekali," ucap Azmia.
"Baiklah, iya-iya Kakak mandi. Muah." Revan mencium pipi Azmia sebelum dia pergi dari gazebo.
Alby di buat melongo melihat ke bucinan pengantin baru.
__ADS_1
"Awas jangan nakal," ucap Revan memberikan peringatan pada Azmia. Setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kamar.
Azmia jadi malu sendiri karena ulah suaminya.
"Kenapa, kamu nggak langsung jujur ke Revan?" tanya Alby.
"Nanti saja, Mas," jawab Azmia. Dia hanya ingin saat menjelaskan pada Revan ngobrol berdua saja supaya suaminya lebih mengerti.
"Baiklah, kalau begitu Mas pergi dulu ya, terima kasih untuk semuanya mantan istriku," ujar Alby sebelum pergi meninggalkan gazebo.
"Sama-sama," balas Azmia.
Setelah mengucapkan terima kasih Alby pergi meninggalkan gazebo menuju kamarnya sedangkan Azmia melanjutkan mengotak-atik layar laptopnya.
"Minum dulu, sayang," ucap Bunda Rita saat kembali ke gazebo membawa dua gelas es jeruk.
"Bunda tahu aja Mia haus," balas Azmia dengan tersenyum kecil.
"Iya, dong. Apalagi tadi hampir ada tragedi. Kamu pasti tegang kan makanya nih Bunda bawain es jeruk biar rileks kembali," ucap Bunda sambil memberikan segelas es jeruk pada menantunya.
"Tadi tanpa sengaja saat Bunda ingin membuang sampah, Bunda lihat Revan datang menghampiri kalian," jelas Bunda.
"Memangnya tadi Alby ngapain, Sayang?" tanya Bunda Rita.
"Ih ... Bunda kepo deh," jawab Azmia dengan tertawa kecil.
"Enggak kok, Bunda cuma penasaran aja, hehehe," ucap Bunda Rita.
"Mas Alby cuma ngasih ini kok, Bun." Azmia memperlihatkan ATM pada Alby.
"ATM?" Bunda yang bingung.
"Iya, jadi ATM ini tuh yang di berikan Mas Alby buat Mia untuk kebutuhan Mia, tapi setelah bercerai Mia mengembalikan ATM tersebut karena Mia merasa tidak pantas menerimanya, Bun," jelas Azmia.
"Memang kenapa kamu balikin ke Alby itukan hak kamu, Sayang?"
__ADS_1
"Semua kebutuhan rumah sudah di penuhi Mas Alby, sedangkan Mia tidak pernah memberikan hak istri padanya jadi Mia merasa tak pantas menerimanya," jawab Azmia.
"Maksudnya hak istri, kamu dan Alby belum pernah itu ...?" Bunda langsung menebak ke arah yang privasi.
Azmia mengangguk membenarkan tebakan Bunda.
"Oh, tidak." Bunda menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tak percaya ternyata kalau selama menikah mereka tidak melakukan hal itu.
**
Di kamar
"Istrinya lagi sakit, suaminya enak-enakan berduaan dengan mantan," sindir Nila saat Alby baru masuk ke dalam kamar.
"Kamu bicara apa sih," ucap Alby.
"Memangnya kenapa, benarkan yang aku bilang? Mas, Aku melihat dengan mataku sendiri." Nila berkata dengan tersenyum sinis.
"Jangan salah paham dulu, Mas bisa jelasin," balas Alby dengan nada lembut.
"Jelasin apa? kalau kalian berdua diam-diam masih saling cinta," ucap Nila yang semakin tak terkontrol. Dia berkata dengan nada yang mulai naik level lima.
"Jaga ucapan, kamu. Aku nggak ada hubungan apapun sama Azmia," balas Alby masih dengan nada lembut, karena jika tidak ada yang mengalah maka akan semakin riweh. Bisa perang ke tiga.
"Jika tidak ada hubungan lantas kalian ngapain berduaan di gazebo? menikmati waktu berdua mumpung pasangannya nggak lihat gitu?"
"Jangan berprasangka buruk jika kamu belum tahu yang sebenarnya nanti jadi fitnah," jawab Alby masih berusaha untuk sabar menghadapi istrinya.
"Halah ... terus saja mengelak, lagi pula mana ada maling ngaku," ujar Nila.
"Stop! Beri aku waktu untuk menjelaskan." Alby mulai menaikkan nada bicaranya supaya Nila memberinya kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya.
"Sudahlah, Nila ingin sendiri," tegas Nila.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi, jika memang itu yang kamu inginkan," balas Alby kemudian memilih melangkahkan kakinya keluar kamar memberikan waktu untuk istrinya.
__ADS_1