
"Kamu nggak apa kan, Ay?" tanya Revan saat melihat wajah istrinya sedikit berbeda setelah kemarin dari rumah Bunda.
"Enggak. Memangnya kenapa, Kak?" tanya Azmia.
"Tak apa, mungkin hanya perasaan Kakak saja," jawab Revan.
"Mia baik-baik saja, Kak," ucap Azmia meyakinkan suaminya kalau dia memang baik-baik saja.
"Yakin?" tanya Revan sekali lagi.
"Iya, suamiku tersayang," jawab Azmia dengan tegas dan tersenyum manis.
"Syukurlah, Kakak takut kamu kepikiran dengan kejadian semalam," ucap Revan.
"Enggak kok, Kak. Mungkin memang begitu kali orang ngidam," balas Azmia.
"Namun, Mba Nila sudah keterlaluan, Ay," ujar Revan.
"Sudahlah, Kak, nggak apa," balas Azmia.
__ADS_1
**** Flashback
Setelah Azmia membeli martabak sesuai keinginan Nila. Azmia dan Revan pulang ke rumah, tapi setibanya di rumah mereka berdua di buat kecewa karena ternyata Nila sudah tidur dengan nyenyak padahal jam masih menunjukkan pukul delapan malam. Tak hanya itu setelah dua jam kepulangan Azmia. Nila terbangun dari tidurnya kemudian menghampiri Alby yang masih berkumpul bersama yang lain di ruang keluarga, kemudian Nila meminta pada Azmia agar membuatkan jus buah karena dia ingin minum yang segar - segar.
Azmia pun dengan senang hati membuatkan jus tersebut lalu memberikannya pada Nila serta membawakan martabak yang tadi dia beli.
Namun, di luar dugaan Nila menolak mentah-mentah martabak tersebut bahkan dia merasa mual saat tercium aroma martabak tersebut. Setelah menyuruh membuang menolak martabak Nila berulah lagi dia memuntahkan semua jus yang tadi ia minta hingga mengenai pakaian Azmia. Saat itu juga Revan merasa kesal dengan sikap Nila, tapi Azmia berusaha menahannya agar tidak emosi.
Bukan hanya Revan. Bunda dan Ayah pun jadi meras iba dengan putrinya, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena Nila sedang dalam keadaan hamil. Entah dia nyidam beneran atau memang ingin ngerjain Azmia hanya Nila dan Allah yang tahu.
*****
"Ok," balas Revan.
"Sudah siap, yuk!" Revan mengajak Azmia untuk segera berangkat. Revan berangkat ke kantor sedangkan Azmia berangkat kuliah.
*****
Di tempat lain
__ADS_1
"Yah, Bunda masih ke ingetan sama Azmia. Apa Bunda ke rumahnya saja ya untuk memastikan kalau dia baik-baik saja," ucap Bunda Rita sambil memasangkan dasi di leher suaminya.
"Mia pasti baik-baik saja, Bun. Bunda kayak nggak tahu putri kita saja. Dia itu wanita yang kuat nggak cengeng, lagi pula bagi Azmia itu adalah hal yang kecil," balas Ayah Wisnu.
"Iya, sih, tapi tetap aja Bunda khawatir. Perasaan Bunda nggak begitu banget deh," ujar Bunda jadi membandingkan dirinya dengan Nila.
"Orang ngidam itu kan berbeda-beda, Bun. Mungkin memang begitu kali ngidamnya Nila," balas Ayah Wisnu. Dia juga sebenarnya khawatir takut Azmia tersinggung dengan sikap Nila, tapi dia juga nggak bisa berbuat apa-apa karena orang ngidam sangat sensitif.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan nanti kalau Ayah pulang cepat kita ke rumah Revan," ujar Ayah Wisnu.
Bunda mengangguk sebagai jawaban.
"Sekarang Ayah berangkat ke kantor dulu ya," ucap Ayah Wisnu.
"Iya, Yah," balas Bunda kemudian Bunda mengantarkan Ayah ke depan pintu sambil membawakan tasnya.
"Assalamualaikum," ucap Ayah Wisnu sebelum masuk ke dalam mobil.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati, Yah," balas Bunda Rita.
__ADS_1