Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 149 Mampir


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah kejadian di cafe Angga semakin sering datang ke cafe hanya sekedar berkunjung melihat keadaan peri kecilnya yaitu Azmia ( Nisa).


Seperti hari ini setelah selesai bekerja Angga meluangkan waktunya untuk mampir ke cafe lovely bersama Devan.


"Malam, Nov," sapa Angga saat berdiri di meja kasir.


"Malam juga, Pak," balas Novi.


"Nisa ada?" tanya Angga.


"Ada, Pak. Mba Nisa ada di ruangannya," jawab Novi.


"Baiklah, saya masuk dulu," ucap Angga.


"Iya, Pak," balas Novi.


Setelah itu Angga dan Devan berjalan masuk ke dalam melangkahkan kakinya menuju ruangan Azmia yang berada di lantai dua.


"Assalamualaikum," ucap Angga sambil mengetuk pintu depan pintu ruangan Azmia.


"Wa'alaikumussalam, masuk Bang!" Azmia mempersilakan Angga masuk ke dalam. Azmia sudah bisa menebak jika itu Angga dari suaranya yang sangat khas.


Setelah mendengar jawaban dari Azmia. Angga membuka pintu terlihat Azmia dan Karina yang sedang mengobrol sambil menatap layar laptop di depan mereka. Azmia duduk di meja kerjanya sedangkan Karina duduk di sofa.


Angga melangkahkan kakinya masuk ke dalam di ikuti Devan.


"Serius banget," ucap Angga langsung duduk tanpa di persilakan oleh Azmia terlebih dahulu. Angga duduk di kursi yang berhadapan dengan Azmia. Sedangkan Devan memilih duduk di sofa dekat Karina.

__ADS_1


"Sibuk banget, Rin. Perasaan saya nggak ngasih tugas deh hari ini," ucap Devan.


"Iya, bapak memang tidak memberi tugas, tapi Bu Nani yang ngasih tugas bijibun," balas Karina masih tetap fokus pada layar ponselnya.


"Tugas apaan sih, coba lihat." Devan ingin melihat laptop Karina, tapi dengan cepat Karina langsung memegang erat laptopnya. "Di larang memegang dan melihat laptop Karin," ucap Karina sambil terus mempertahankan laptopnya agar tidak berpindah tangan.


"Cuma pengen lihat tugas duang, Rin," ujar Devan.


"Tidak boleh, Pak," balas Karina.


"Cie," goda Azmia.


Karina dan Devan langsung menoleh ke arah Azmia. "Azmia," ucap Karina dan Devan bareng.


"Cie kompak," balas Azmia dengan nada menggoda.


"Gara-gara, Pak Devan nih," omel Karina menyalahkan Devan.


"Kenapa jadi saya." Devan yang tak terima di salahkan Karina.


"Stop!" Angga menghentikan perdebatan antara Karina dan Devan yang saling menyalahkan.


Karina dan Devan saling diam tak bersuara setelah mendengar ucapan Angga.


Azmia tertawa kecil melihat kedua insan anak manusia yang diam tak bergerak sedikit pun.


"Dek, telpon Ike suruh bawain minuman dan cemilan," ucap Angga.

__ADS_1


"Siap," balas Azmia kemudian sesuai dengan perintah Angga, Azmia langsung menelpon Ike agar membawakan minuman dan cemilan ke ruangannya.


**


Di sofa


Karina melanjutkan mengerjakan tugas menatap kembali layar laptopnya sambil menonton Drakor kesukaannya. Sedangkan Devan memilih untuk bermain games dari pada nanti salah lagi.


Di dalam kampus Devan memang dosen Karina, tapi jika di luar kampus berbeda lagi tak ada namanya dosen dan mahasiswi jadi mereka biasa saja saat ngobrol, ngumpul seperti teman.


Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu.


"Masuk, Ke," ucap Azmia.


"Permisi, Mba ini pesanannya." Ike datang membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi dan dua gelas teh manis hangat, serta beberapa cemilan.


Ike menaruh semua makanan dan minuman di atas meja yang berada di depan Karina.


"Terima kasih, Ke," ucap Azmia.


"Sama-sama, Mba. Kalau begitu Ike permisi dulu," pamit Ike. Setelah menaruh semua pesanan Azmia, Ike keluar dari ruangan Azmia untuk kembali bekerja.


"Sini Lu." Devan memanggil Angga dan Azmia agar duduk di sofa berkumpul bareng kan lebih seru.


Angga dan Azmia pun langsung berpindah tempat duduk bersama Karina dan Devan.


Mereka mengobrol sambil menikmati secangkir kopi dan teh serta cemilan yang di bawakan Ike.

__ADS_1


__ADS_2