Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 266 Cerita Mbok Asih


__ADS_3

Di kediaman Alby


"Ini sudah hampir malam lho, Mas kenapa ke dua pembantu itu belum juga kembali. Sebenarnya mereka kemana sih." Nila yang sejak sore tadi ngoceh terus karena Mbok Asih dan Mang Udin tak kunjung pulang.


"Kamu nih nggak bisa diam, Mas pusing lihat kamu mondar-mandir begitu, ngomel-ngomel terus," ucap Alby karena istrinya sejak tadi seperti setrikaan dengan mulutnya yang terus saja nerocos.


"Makanya kamu tuh jangan terlalu memanjakan pembantu, Mas jadinya begini nih," omel Nila.


"Ya sudahlah biarkan saja mungkin mereka sedang menikmati liburan berdua, jarang sekali Mbok Asih bisa pergi berdua dengan suaminya," ucap Alby.


"Untuk apa pergi berdua tiap hari juga berduan terus," balas Nila.


"Ah ... terserah kamu sajalah Mas lagi banyak kerjaan," ucap Alby kemudian dia kembali fokus pada layar laptop yang ada di depannya.


Alby dan Nila kini berada di ruang tamu sambil menunggu kepulangan Mbok Asih. Alby mengisi waktunya menyelesaikan pekerjaan, sedangkan Nila hanya mondar-mandir kayak anak kecil main mobilan .


*


*


*


Di kediaman Bakhri


Setelah melepaskan pelukannya Azmia mengajak Mbok Asih dan Mang Udin masuk ke dalam rumah.


"Silakan duduk, Mbok, Mang!" Azmia mempersilakan Mbok Asih dan Mang Udin duduk di sofa ruang tamu.


"Non, ini rumah suami Non Mia?" tanya Mbok Asih.


"Suami?" Azmia yang bingung, tapi sesaat kemudian dia tertawa kecil.


"Maksud Mbok Asih suami Mia, dia?" tanya Azmia sambil menunjuk Ali yang baru masuk ke dalam. Tadi saat orang-orang pada masuk ke dalam rumah Ali memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


"Iya," jawab Mbok Asih.


"Dia bukan suami Mia, Mbok. Kenalin ini Kakak kandung Mia namanya Ali." Azmia memperkenalkan Ali pada Mbok Asih dan Mang Udin.


"Kakak?" Mbok Asih yang tak percaya dengan ucapan Azmia karena yang dia tahu Mia anak dari keluarga Pranata.


"Iya, Mbok. Saya Kakak kandung Azmia." Ali menyalami tangan Mbok Asih dan Mang Udin.

__ADS_1


"Hehehe, kirain si Mbok suami baru non Mia, maafin si Mbok ya, Den," ucap Mbok Asih dengan malu.


"Tidak apa, Mbok," balas Ali.


"Mas, Mbok Asih dan Mang Udin mereka berdua itu yang membantu pekerjaan di rumah Mas Alby." Azmia menjelaskan tentang Mbok Asih pada Ali.


"Oh, pantas saja sepertinya kamu dekat sekali dengan beliau," ucap Ali.


"Iya, Mas. Mbok Asih itu udah Mia anggap sebagai ibu kandung Mia sendiri karena saat Mia tinggal di rumah Mas Alby, Mbok Asih lah orang yang selalu ada untuk Azmia," balas Azmia.


"Assalamualaikum," ucap seseorang yang baru datang masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumussalam," balas semua yang ada di ruang tamu.


"Lho ada tamu?"


"Iya, Ma," jawab Azmia. Ya orang yang baru datang adalah Mama Iren dan sang suami.


"Mbok kenalin beliau ini Mama dan Papa Mia." Kini Azmia memperkenalkan Mama Iren dan Papa Ari.


Mbok Asih dan Mang Udin berdiri dari duduknya menyalami Mama Iren dan Papa Ari. Setelah itu Mbok Asih kembali duduk dengan menyimpan segudang pertanyaan melihat yang terjadi saat ini.


"Iya, Ma," balas Azmia.


"Oh, iya kalau boleh Mia tahu kenapa tiba-tiba Mbok Asih dan Mang Udin ada di sini?" tanya Azmia yang penasaran.


"Ceritanya panjang, Non," jawab Mbok Asih.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Azmia karena tidak mungkin mbok Asih pergi tanpa ada sebabnya.


"Si Mbok capek, Non tinggal di rumah Den Alby, si Mbok ingin pergi dari sana, si Mbok nggak tahan dengan sikap Non Nila yang semena-mena. Hari ini si Mbok sengaja meminta cuti pada den Alby untuk mencari pekerjaan, tapi sejak pagi kita sudah berkeliling menghampiri setiap rumah komplek, akan tetapi tak ada satupun rumah yang mau menerima si Mbok, tuk terakhir kalinya kami tertuju pada rumah ini, tapi di sini pun tak ada lowongan pekerjaan karena merasa lelah akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah Aden lagi," jelas Mbok Asih.


"Apa Mas Alby tahu jika si Mbok mencari pekerjaan baru?" tanya Azmia.


"Tidak, Non. Aden pernah bilang jika si Mbok harus sabar dan bertahan di rumahnya, sebenarnya si Mbok nggak tega ninggalin Aden, tapi si Mbok juga nggak bisa terus bertahan di rumah itu, Non," jelas Mbok Asih.


"Apa Bunda tahu tentang ini semua?" tanya Azmia.


"Tidak, Non," jawab Mbok Asih.


"Apa Non Mia bisa bantu mencarikan pekerjaan untuk si Mbok?" tanya Mbok Asih.

__ADS_1


"Insya'Allah Azmia akan selalu ada buat Mbok Asih. Jika Mbok Asih mau, si Mbok bisa bantu-bantu di rumah ini atau mau bantu masak di cafe." Azmia memberikan tawaran untuk Mbok Asih.


"Beneran, Non?" tanya Mbok Asih.


"Iya, Mbok," jawab Azmia dengan tersenyum manis.


"Alhamdulillah, makasih ya, Non," ucap Mbok Asih.


"Iya, Mbok sama-sama," balas Azmia.


"Kira-kira Aden ngasih ijin nggak ya, Non?" kini Mang Udin yang bertanya, dia takut kalau Alby nggak ngijinin mereka keluar dari pekerjaannya.


"Kalau itu serahkan saja sama, Mang. Nanti Mia yang akan bilang ke Mas Alby, Mamang tenang saja," balas Azmia.


"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena Non Mia bersedia membantu kami," ucap Mang Udin.


"Iya, Mang," balas Azmia.


Waktu semakin larut setelah acara makan malam bersama keluarga Bakhri dan berbincang-bincang kini Mbok Asih dan Mang Udin pamit pulang.


"Ma, Mia antar Mbok Asih pulang dulu ya," pamit Azmia.


"Iya, Sayang. Hati-hati ya," balas Mama Iren.


"Assalamualaikum," ucap Azmia.


"Wa'alaikumussalam," balas Mama Iren.


Setelah berpamitan pada Mama Iren dan Papa Ari mereka berjalan keluar rumah menuju garasi.


"Bagaimana kabar mas Alby, Mbok?" tanya Azmia. Kini mereka sudah berada di dalam mobil perjalanan menuju rumah Alby. Azmia duduk di bangku belakang bersama Mbok Asih, sedangkan Mang Udin duduk di depan bersama Ali.


"Sekarang Aden terlihat sedikit kurus, Non. Istrinya nggak bisa ngurus suami, tiap hari bertengkar terus pusing si Mbok dengarnya," balas Mbok Asih.


"Apa Bunda pernah ke rumah, Mas Alby?" tanya Azmia.


"Tidak pernah sama sekali, Non. Non Mia tahu nggak kamar Non Mia sama Aden sampai sekarang masih rapi lho, semua foto dan barang-barang masih tersimpan rapi di kamar tersebut," jelas Mbok Asih.


"Untuk apa kamar itu tidak di bersihkan?" tanya Azmia.


"Kata Aden buat kenang-kenangan sama Non Mia," jawab Mbok Asih dengan jujur.

__ADS_1


__ADS_2